<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429</id><updated>2012-01-18T05:43:41.212-08:00</updated><category term='Tausiah'/><category term='Haji'/><category term='Syariah Online'/><category term='Kesehatan'/><category term='Zakat'/><category term='Khutbah'/><category term='Ibadah'/><category term='Tafsir'/><category term='Pernikahan'/><category term='Syariah Islam'/><category term='Keluarga'/><category term='Benteng Terakhir'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='Kisah Nabi'/><category term='Muamalat'/><category term='Siyasah'/><category term='Nikah'/><category term='Umum'/><category term='Waris'/><category term='Opini Dan Aspirasi'/><category term='Ustadz Menjawab'/><category term='Puasa'/><category term='Menuju Kehidupan Sejati'/><category term='Oase Iman'/><title type='text'>Syariah Online - Sumber Ilmu Islam</title><subtitle type='html'>Syariah islam adalah himpunan hukum syara' yang mengatur seluruh permasalahan amaliah manusia dalam kehidupan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-7971450740888131115</id><published>2010-11-14T10:04:00.001-08:00</published><updated>2010-11-14T10:04:17.040-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Secoret Kisah Muslimah Turkey</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-7971450740888131115?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/7971450740888131115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/11/secoret-kisah-muslimah-turkey.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/7971450740888131115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/7971450740888131115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/11/secoret-kisah-muslimah-turkey.html' title='Secoret Kisah Muslimah Turkey'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2958915564975721894</id><published>2010-11-14T10:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T10:02:34.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Apakah Istri Saya Minta Cerai ?</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2958915564975721894?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2958915564975721894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/11/apakah-istri-saya-minta-cerai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2958915564975721894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2958915564975721894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/11/apakah-istri-saya-minta-cerai.html' title='Apakah Istri Saya Minta Cerai ?'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1127380623969122980</id><published>2010-09-28T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T20:00:10.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>Bercermin pada Salaf : Amirul Mukminin Itu Tidur Di Masjid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amirul Mukminin Itu Tidur Di Masjid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima perang yang memimpin penyerangan ke Persia, Utbah bin Ghazwan, menerima surat perintah Amirul Mukminin, Khilafah Umar bin Khatthab, meminta agar mengirim sepuluh orang prajurit utama dari pasukannya yang telah berjasa dalam perang. Perintah itupun segera dilaksanakan oleh Utbah. Beliau mengirim sepuluh orang prajuritnya yang terbaik kepada Amirul Mukminin di Madinah, termasuk Ahnaf bin Qais. Berangkatlah mereka ke Madinah menemui Amirul Mukminin Umar ibn Khatthab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka tiba di Madinah langsung disambut oleh Amirul Mukminin dan dipersilahkan duduk di majelisnya. Amirul Mukminin Umar Ibn Khatthab menanyakannya dan kebutuhan rakyat semuanya. Mereka berkata : “Tentang kebutuhan rakyat secara umum Amirul Mukminin lebih tahu, karena Amirul Mukminin adalah pemimpinnya. Maka kami hanya berbicara atas nama pribadi kami sendiri”, ucap diantara prajurit yang hadir di majelis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Ahnaf bin Qais mendapatkan kesempatan terakhir berbicara, karena ia terhitung yang paling muda, diantara para prajurit yang ada. Kemudian, Qais berkata : “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya tentara kaum muslimin yang dikirim ke Mesir, mereka tinggal di daerah yang subur menghijau dan tempat yagn mewah peninggalan Fir’aun", ucap Ahnaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedangkan pasukan yang dikirim ke negeri Syam, mereka tinggal di tempat yang nyaman, bnayak buah-buahan dan taman-taman layaknya istana. Sedangkan pasukan yang dikirim ke Persia, mereka tinggal di sekitar sungai yang melimpah air tawarnya, juga taman-taman buah-buah peninggalan para kaisar”, ujar Ahnaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kami dikirim ke Bashrah, mereka tinggal di tempat yang kering dan tandus, tidak subur tanahnya dan tidak pula menumbuhkan buah-buahan. Salah satu tepinya laut yang asin, tepi yang satunya hanyalah hamparan yang tandus. Maka perhatikanlah kesusahan mereka wahai Amirul Mukminin. Perbaikilah kehidupan mereka perintahkan gubernur Anda di Bashrah untuk membuat aliran sungai agar memiliki air tawar yang dapat menghidupi ternak dan pepohonan. Perhatikanlah mereka dan keluarganya, ringankanlah penderitaan mereka, karena mereka menjadikan hal itu sebagai sarana untuk berjihad fi sabilillah”, tambah Ahnaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar merasa sangat takjub mendengar uraian Ahnaf, kemudian bertanya kepada utusan yang lain. “Mengapa kalian tidak melakukan seperti yang dia lakukan”, tanya Umar. “Sungguh dia (Ahnaf) adalah seorang pemimpin”, ujar seorang diantara prajurit itu.&lt;br /&gt;Kemudian Umar mempersiapkan perbekalan mereka dan menyiapkan perbekalan untuk Ahnaf. Namun, Ahnaf berkata: “Demi Allah wahai Amirul Mukminin, tiadalah kami jauh-jauh menemui Anda dan memukul perut onta selama berhari-hari demi mendapatkan perbakalan. Saya tidak memiliki keperluan selain keperluan kaumku seperti yang telah saya katakan kepada Anda. Jika Anda mengabulkannya, itu sudah cukup bagi Anda”, tegas Ahnaf. Rasa takjub Umar semakin bertambah, lalu Umar berkata : “Pemuda ini adalah pemimpin penduduk Bashrah”, tegas Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mejalis itu dan para utusan meninggalkannya, dan pergi ke tempat menginap yang sudah disediakannya. Umar melayagkan pandangannya ke barang-barang mereka. Dari salah satu bungkusan tersembul sepotong pakaian. Umar menyentuhnya sambil bertanya : “Miliki siapa ini?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahnaf menjawab : “Milik saya Amirul Mukminin”, jawabnya. Kemudian Umar bertanya : “Berapa harganya baju ini tatkala kamu membelinya?”. Ahnaf berkata : “Delapan dirham”, sahutnya. Ahnaf tidak pernah berbohong, kecuali kali ini, yang sesungguhnya baju itu dia beli dengan harga 12 dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menatapnya dengan penuh kasih sayang. Dengan halus dia berkata : “Saya rasa untukmu cukup satu potong saja, kelebihan harta yang kau miliki hendaknya kamu pakai untuk membantu muslim lainnya”. Selanjutnya, Umar berkata kepada para prajurit pilihan itu, yang hendak kembali ke Bashrah : “Ambillah bagi kalian yang diperlukan dan gunakan kelebihan harta kalian pada tempatnya, agar ringan beban kalian dan banyak mendapatkan pahala”, Ahnaf tertunduk malu mendengarkan nasihat Amirul Mukminin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan Ahnaf dengan Umar berlangsung satu tahun. Umar merasa bahwa Ahnaf adalah kader yang memiliki kepribadian yang mulia setelah mengujinya. Kemudian Amirul Mukminin mengutus Ahnaf untuk memimpin pasukan ke Persia. Umar berpesan kepada panglimanya, Abu Musa al-Asy’ari : “Untuk selanjutnya ikutkanlah Ahnaf sebagai pendamping, ajak dia bermusyawarah dalam segala urusan dan perhatikanlah usulannya”, ujar Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahnaf memang masih sangat belia. Tetapi, Ahnaf salah seorang tokoh dari Bani Tamim yang sangat dimuliakan kaumnya. Kaum Bani Tamim sangat berjasa dalam menaklukkan musuh, dan mempunyai prestasi yang cemerlang dalam berbagai peperangan. Termasuk dalam peperangan besar menaklukan kota Tustur dan menawan pemimpin mereka, yaitu Hurmuzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humurzan adalah pemimpin Persia paling berani dan kuat serta keras. Hurmuzan juga ahli dalam strategi perang, dan berkali –kali menghkhianati kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala dalam posisi terdesak di salah satu bentengnya yang kokoh di Tustur, dia masih bisa bersikap sombong. “Aku punya seratus batang panah. Dan demi Allah, kalian tidak mampu menangkapku sebelum habis panah-panah ini”, ujarnya. Kemudian pasukan Islam bertanya kepadanya : “Apa yang engkau kehendaki?”. “Aku mau diadili dibawah hukum Umar bin Khatthab. Hanya dia yang boleh menghukumku”, ucap Hurmuzan. Pasukan Islam itu menjawab : “Baiklah. Kami setuju”. Lalu, Humurzan meletakkan panahnya ke tanah, sebagai tanda menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Islam yang dipimpin panglima Anas bin Malik dan Ahnaf itu, membawa Humurzan ke Madinah, dan menghadap Amirul Mukminin. Setibanya dipinggiran kota Madinah, mereka menyuruh Humurzan menggunakan pakaian kebesarannya, yang terbuat dari sutera mahal bertabur emas permata dan berlian. Di kepalanya bersemanyam mahkota yang penuh dengan intan berlian yang sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humurzan langsung dibawa ke rumah Amirul Mukminin Umar bin Khatthab, tetapi beliau tidak ada di rumah. Seseorang berkata, beliau pergi ke masjid. Rombongan itu pergi ke masjid, namun tak terlihat ada didalam masjid. Saat rombongan mondar-mandir mencari Amirul Mukminin, salah seorang penduduk berkata: “Anda mencari Amirul Mukminin?” “Benar, di mana Amirul Mukminin?”, ujarnya mereka. Lalu, seorang anak diantara penduduk itu, menyahut: “Beliau tertidur di samping kanan masjid dengan berbantalkan surbannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan itu mendapatkan Amirul Mukminin sedang lelap disamping masjid. Tanpa mendapatkan penjagaan. Memang Umar sangat terkenal kezuhudan dan kesederhanaannya. Tetapi, sesungguhnya lelaki yang zuhud dan sederhana ini telah menaklukan Romawi dan raja-raja lain, dan tidur tanpa bantal dan tanpa pengawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Humurzan melihat isyarat dari ‘Ahnaf, dan bertanya : “Siapakah orang yang tidur itu?”, tanya Hurmuzan. “Dia Amirul Mukminin Umar bin Khatthab”, jawab Mughirah. Betapa terkejutnya Humurzan, lalu dia berkata : “Umar? Lalu, di mana pengawalnya atau penjaga?”, tambah Hurmuzan. “Beliau tidak memiliki pengawal”, tambah Mughirah. “Kalau begitu, pasti dia nabi”, tambah Hurmuzan. “Tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa sallam”, tegas Mughirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Umar terbangun, dan melihat Hurmuzan, dan berkata : “Aku tak sudi berbicara dengannya sebelum kalian melepas pakian kemegahan dan kesombongan itu”, tegas Umar. Mereka melucuti kemewahan pakaian Hurmuzan, kemudian memberikan gamis untuk menutup auratnya. Sesudah itu Umar menjumpainya, dan berkata : “Bagaimana akibat pengkhianatan dan ingkar janjimu itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menunduk lesu, Hurmuzan serta penuh dengan kehinaan ia berkata : “Wahai Umar, pada masa jahiliyah, ketika antara kalian dengan kami tidak ada Rabb, kami selalu menang atas kalian. Tapi begitu kalian memeluk Islam, Allah menyertai kalian, sehingga kami kalah. Kalian menang atas kami memang, karena hal itu, tetapi juga karena kalian bersatu, sedangkan kami bercerai berai”, ungkap Hurmuzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa yang sudah kalah dan menyerah itu, merasakan kasih dalam Islam, dan akhirnya mengucapkan dua kalimah syahadah, dan masuk Islam. Inilah kebesaran Islam, yang telah diteladai para pemimpinnya, dan menjalankan Islam dengan sungguhnya. Tidak sedikitpun mereka berkhianat terhadap Islam, sampai akhirnya musuhpun memeluk Islam, karena merasa mendapatkan kemuliaan dalam Islam. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/amirul-mukminin-itu.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1127380623969122980?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1127380623969122980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/bercermin-pada-salaf-amirul-mukminin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1127380623969122980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1127380623969122980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/bercermin-pada-salaf-amirul-mukminin.html' title='Bercermin pada Salaf : Amirul Mukminin Itu Tidur Di Masjid'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-5858280729383359734</id><published>2010-09-27T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-09-27T18:59:23.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Hukum Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Khutbah Jumat</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;Hukum Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Khutbah Jumat&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Selasa, 14/09/2010 07:44 WIB | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/send/sholat-thayatul-masjid"&gt;email&lt;/a&gt; | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/cetak/sholat-thayatul-masjid"&gt;print&lt;/a&gt; | &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/sholat-thayatul-masjid.htm"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;apa hukumnya sholat tahyatul masjid selagi khotib membacakan  khodbahnya, bukankan sholat jum'at itu terdiri dari 2 hotbah dan 2  rekaat sholat&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mahyudin Fikri&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussala Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudara Mahudin Fikri yang dirahmati Allah swt&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Muslim meriwayatkan bahwa Sulaik Al Ghathafani datang pada hari  Jum'at, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang  berkhutbah, ia pun duduk, maka beliau pun bertanya padanya: "Wahai  Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka'at, kerjakanlah dengan ringan."  Kemudian beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian datang pada  hari Jum'at, sedangkan Imam sedang berkhutbah, maka hendaklah ia shalat  dua raka'at dengan ringan." Terdapat beberapa riwayat dalam hal ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Nawawi mengatakan didalam “Syarh Muslim” (6/164) : Hadits-hadits  ini seluruhnya sangat jelas menjadi dalil bagi madzhab Syafi’i,  Ahmad,  Ishaq dan para fuqaha ahli hadits bahwa jika seseorang memasuki suatu  masjid jami pada hari jum’at sedangkan imam sedangkan berkhutbah maka  dianjurkan untuk melaksanakan dua rakaat shalat tahiyat masjid dan  dimakruhkan untuk segera duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat  tersebut. Dianjurkan pula untuk meringankan kedua rakaat tersebut agar  dapat mendengarkan khutbah setelahnya, pendapat ini juga berasal dari  Hasan Bashri dan selainnya dari para ulama terdahulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al Qodhi mengatakan,”Malik, Laits, Abu Hanifah, Tsauriy dan jumhur  salaf dari kalangan sahabat dan tabi’in mengatakan,’Tidak perlu  melaksanakan shalat dua rakaat.” Demikian diriwayatkan dari Umar, Utsman  dan Ali ra. Argumentasi mereka adalah perintah untuk mendengarkan imam.  Mereka menta’wilkan hadits-hadits ini bahwa dia—yaitu Sulaik—dalam  keadaan tidak berpakaian lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  memerintahkannya untuk berdiri agar orang-orang melihatnya dan  memberikan sedekah mereka kepadanya. Ini adalah takwil batil yang  dibantah oleh kejelasan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam,” Jika  salah seorang dari kalian datang pada hari Jum'at, sedangkan Imam sedang  berkhutbah, maka hendaklah ia shalat dua raka'at dengan ringan.” Ini  adalah nash yang tidak membutuhkan takwil apa pun karena ia bersifat  umum dan tidak hanya dikhususkan bagi Sulaik saja dan aku tidak yakin  ada seorang alim yang sampai kepadanya lafazh yang shahih ini lalu  menentangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Nawawi mengatakan,”Didalam hadits-hadits ini juga dibolehkan  berbicara disaat khutbah jika hal itu dibutuhkan, dalam hal ini  dibolehkan bagi khotib dan yang lainnya, didalamnya terdapat seruan  kepada kebaikan dan anjuran untuk kemaslahatan didalam setiap keadaan  dan tempat, didalamnya disebutkan shalat tahiyat masjid adalah dua  rakaat, dan shalat-shalat sunnah di siang hari adalah dua rakaat dan  shalat tahiyat masjid tidaklah hilang dikarenakan duduk bagi orang yang  tidak mengetahui hukumnya. Para sahabat kami—madzhab Syafi’i—hilangnya  tahiyat masjid dengan duduk adalah terhadap orang yang mengetahui bahwa  ia adalah sunnah sedangkan terhadap orang yang jahil (tidak mengetahui)  maka hendaklah dia mengerjakannya berdasarkan kedekatan hadits ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari hadits-hadits ini bisa didapat bahwa tahiyat masjid tidak  ditinggalkan pada waktu-waktu yang dilarang shalat didalamnya karena ia  termasuk shalat yang memiliki sebab yang dibolehkan di setiap waktu,  dari sini maka hal demikian juga berlaku bagi setiap shalat yang  memiliki sebab, seperti : mengqodho shalat. Seandainya shalat itu hilang  dalam suatu keadaan maka keadaan seperti ini lebih utama lagi dimana  dia diperintahkan untuk mendengarkan khutbah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tatkala orang itu dibiarkan mendengarkan khutbah lalu Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam memutus khutbahnya dan memerintahkan orang  itu setelah dia duduk agar melaksanakannya (shalat tahiat masjid) dan  duduknya orang itu adalah duduk orang yang tidak mengetahui hukumnya.  Ini adalah dalil yang menguatkan bahwa shalat tahiyat masjid tidaklah  ditinggalkan dalam keadaan apa pun dan pada waktu apa pun.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ulama baik klasik maupun kontemporer telah membahas tentang tema  ini. Dan kita telah mengetahui dari pembahasan diatas bahwa hal ini  termasuk permasalahan khilafiyah. Sehingga tidak seharusnya fanatik  dengan satu pendapat yang masih diperselisihkan. Barangsiapa yang  melaksanakan shalat tahiyat masjid sebelum dirinya duduk sedangkan imam  dalam keadaan berkhutbah maka ia tidaklah berdosa, demikian barangsiapa  yang masuk masjid lalu duduk dan tidak melaksanakan shalat tahiyat  masjid maka ia juga tidak berdosa dan barangsiapa yang duduk tidak  melaksanakan shalat kemudian dia bangun lalu melaksanakan shalat tahiyat  masjid disaat imam berkhutbah diakarenakan dia termasuk orang yang  tidak mengetahuinya tentang itu maka hendaklah diberitahu dengan penuh  kelembutan tidak dengan kekerasan. (Fatawa al Azhar juz VIII hal 496)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pelaksanaan shalat jum’at terdiri dari dua khutbah dan dua rakaat  shalat. Pelaksanaan dua khutbah dalam shalat jum’at didasari pada  kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, demikian menurut  pendapat para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/sholat-thayatul-masjid.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-5858280729383359734?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/5858280729383359734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-shalat-tahiyatul-masjid-ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/5858280729383359734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/5858280729383359734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-shalat-tahiyatul-masjid-ketika.html' title='Hukum Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Khutbah Jumat'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4347677798245628858</id><published>2010-09-27T18:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-27T18:56:48.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Hukum Chatting dengan Non Mahram (Dalam islam)</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-chatting-dengan-non-mahram-dalam.html"&gt;Hukum Chatting dengan Non Mahram&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamu'alaikum Pak Ustad yang terhormat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa hukumnya chatting (ngobrol online) dengan lawan jenis yg bukan  mahram? Apakah boleh, tidak baik atau malah diharamkan? Tolong  dijelaskan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terimakasih,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rachman A.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;rachman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Walaikumusalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Rahman yang dirahmati Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila chatting diantara mereka berdua sesuai dengan patokan-patokan  syariah maka hal itu tidaklah masalah. Patokan-patokan itu adalah ;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Chatting itu berisi tentang menampakkan yang hak (kebenaran) dan memabatalkan yang batil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Chatting itu berisi tentang pengajaran ilmu, firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. Al Anbiya : 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menuntut ilmu  adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (dishahihkan al Albani dari Anas,  Ali dan Abi Said radhiyallahu anhum)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kedua orang yang berbincang-bincang itu tidaklah mengeluarkan  obrolannya itu dari area adab-adab islam didalam penggunaan  lafazh-lafazh, memilih ungkapan-ungkapan yang tidak meragukan dan tidak  kotor yang dibenci sebagaimana yang banyak digunakan oleh para pengumbar  hawa nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Chatting itu bukan yang membawa kemudharatan bagi islam dan kaum  musliimin akan tetapi justru yang dapat memberikan bantuan bagi mereka  untuk belajar agama mereka melalui saluran baru sebagaimana orang-orang  kafir membelanjakan waktu-waktu mereka untuk penyebaran kebatilan.  Sesungguhnya seorang muslim membelanjakan setiap potensinya dijalan  penyebaran keutamaan, kebaikan dan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Hendaklah antara kedua orang yang melakukan chatting itu bisa  dipercaya untuk tetap berada diatas kebenaran dan tidaklah salah satu  dari keduanya memenangkan dirinya karena hal itu dapat mengaburkan  berbagai hakikat dan menunggangi hawa nafsu, naudzu billah itu semua  tergolong dalam kejahatan jiwa amaroh bissuu’ (jiwa yang menyuruh kepada  kejahatan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Hendaklah obrolan itu di ruang public yang bisa diikuti pula oleh  banyak orang yang lain dan obrolan itu bukanlah obrolan khusus antara  seorang pria dan wanita yang tidak disaksikan oleh selain mereka berdua  karena ini termasuk salah satu pintu fitnah. Dan jika patokan-patokann  tersebut terpenuhi meskipun tidak disaksikan dan ia bukanlah pembicaraan  langsung maka tidaklah mengapa meski yang paling utama adalah tidak  melakukannya sebagai sebuah tindakan preventif karena terkadang  perbuatan itu bisa menjerumuskan seseorang kedala perbuatan yang  diharamkan. Sesungguhnya setan mengalir di tubuh anusia lewat aliran  darah. (Markaz al Fatw No. 1759)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian jika chatting dilakukan diantara dua orang berlainan  jenis yang bukan mahramnya tidak memenuhi patokan-patokan syar’i diatas  maka hendaklah dihindari karena hal  itu bisa menjerumuskannya kepada  perbuatan yang diharamkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak jarang bermula dari sebatas orbolan biasa, kemudian menjadi  obrolan yang bersifat pribadi hingga lebih pribadi lagi (berpacaran)  tidak terkecuali apakah dia seorang yang masih bujangan atau telah  menikah hingga terjadi perselingkuhan dan perzinahan—naudzu billah—dan  setan pun tertawa lebar-lebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/chatting-dengan-nonmahram.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4347677798245628858?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4347677798245628858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-chatting-dengan-non-mahram-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4347677798245628858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4347677798245628858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-chatting-dengan-non-mahram-dalam.html' title='Hukum Chatting dengan Non Mahram (Dalam islam)'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-107560586217730702</id><published>2010-09-07T21:12:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T21:13:55.080-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Oase Iman : Melembutkan Hati</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Rien Hanafiah&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebulan yang lalu, lelaki itu mungkin tidak akan pernah  menyangka, hari-harinya akan begitu pilu. Ia mungkin tidak pernah  mengira, ketika Ramadhan tiba, kehangatan yang selalu ada, akan  terenggut. Ia mungkin tak pernah membayangkan, kelak, selesai tarawih,  jama’ah mulai meninggalkan tempat satu persatu, bahkan telah hampir  kosong, tapi ia, lelaki itu, hanya dapat memandangi putri bungsunya,  tertidur lelap di lantai masjid yang dingin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebulan lalu, ia, lelaki itu, baru saja kehilangan istrinya. Istri  yang selama ini begitu dicintainya. Ibu dari ketiga anaknya, yang sangat  ia percaya mampu mendidik mereka, walau sang istri masih bisa berkarir  di luar rumah. Istri yang sangat sabar menghadapi tingkah polah ketiga  anaknya. Hanya diam dan tersenyum, ketika rengekan anak-anaknya kerap  terdengar di antara warga yang menghadiri pengajian. Ibunya tetap  memberi keleluasaan pada anak-anaknya, walau kadang dirasa berlebihan  oleh orang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terakhir bertemu, sekitar bulan Februari. Ketika itu ada pengajian  rutin yang diadakan oleh warga komplek. Seperti biasa, ia, lelaki itu  datang, bersama istri dan ketiga anaknya. Agak terlambat, hingga  istrinya duduk di barisan belakang. Tidak banyak bicara, dan sesekali  berbisik, mencoba menegur salah satu anaknya yang aktif kesana kemari.  Di antara para ibu-ibu, sang istri pun hanya tersenyum, dan menjawab  teguran dengan kalimat-kalimat pendek. Pemalu atau pendiam, saya tidak  tahu persis. Karena sang istri jarang terlihat, karena kesibukkannya  sebagai karyawan perusahaan. Tapi hanya satu yang saya dengar dan lihat,  sang istri sabar sekali menghadapi anak-anaknya. Bagi saya, luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga menjelang Ramadhan, kabar itu datang, di sela-sela suka cita  menyambut bulan suci itu. Kabar pedih bagi lelaki itu. Juga bagi para  teman dan tetangga yang mengenalnya dengan baik, ataupun sekadarnya.  Sang istri tak pernah menampakkan sakit yang parah. Ia, sang istri,  hanya mengeluh pusing. Lalu beberapa saat kemudian koma, dan pergi  beberapa hari kemudian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, kala itu yang terpikir pada masing-masing kami yang  mendengar, adalah tak mengira sang istri pergi begitu cepat tanpa sebab  yang terlihat oleh kasat mata. Terlihat baik-baik saja, tanpa gejala  yang mengkhawatirkan. Tapi siapa nyana? Bukankah ini salah satu rahasia  yang tak pernah mampu kita perkirakan? Kapan pun itu, bukankah kita  harus siap? Yang ditinggal maupun yang ditinggalkan harus siap? Kemudian  semua menjadi terhenyak dan merasakan perih sembilu milik lelaki  beserta ketiga anak-anaknya itu. Betapa dekatnya sebuah hubungan, tetap  saja akan ada batas yang menjauhkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka selalu terlintas dalam benak, ketika melewati rumahnya yang  memang sepi, lalu membayangkan, kesepian itu semakin sempurna dengan  tidak adanya istri bagi lelaki itu, dan ibu bagi ketiga buah hati  mereka. Melihat ketiga bocah itu bermain di pekarangan, namun tak ada  senyum manis yang menyambut dan menemani mereka. Tak ada kesibukkannya  mempersiapkan berbuka puasa, karena kepergiannya justru merupakan saat  dimana kebersamaan sangat begitu bisa dirasakan. Saat-saat yang pastinya  selalu dinanti, selalu akan dikenang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, ia, perempuan itu, memang telah memberi kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh lelaki dan ketiga buah hati mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang dan selama Ramadhan kali ini, pikiran saya sibuk  melanglang, termenung, membayangkan seperti apa rasanya jika posisi  lelaki itu terjadi pada salah satu diantara kami. Atau mungkin posisi  perempuan itu yang akhirnya menuntaskan segalanya. Pikiran saya  mencari-cari, harus seperti apakah menghadapinya? Harus seperti apakah  menampilkan diri setelah ditinggal oleh seseorang yang setia mendampingi  selama ini? Atau, apakah yang tengah dialami seseorang yang telah pergi  itu? Harus seperti apakah makhluk yang telah menemukan jalan akhirnya?  Apa yang ia alami, di dimensi yang lain? Atau, sungguh, betapa tak  kuasanya manusia berpaling dari ajal, walau bulan penuh cinta ini telah  tampak untuk disongsong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pikiran-pikiran yang mengganggu. Namun mau tak mau, menuntun jiwa ke  dalam sebuah ruangan yang kosong. Hingga terus berpikir, apa saja yang  akan menjadi isi dari ruangan itu, agar penghuninya dapat tinggal  nyaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga menjelang berakhirnya Ramadhan, terasalah, mengapa tidak hanya  lelaki itu yang merasakan kehilangan. Mungkin –bahkan pasti ada  lelaki-lelaki lain, atau perempuan-perempuan lain, dengan usia dan  bentuk kehilangan yang beragam. Menjelang berakhirnya Ramadhan, segala  kegelisahan terjawab. Menghadapkan kita pada kematian,  adalah cara  Tuhan untuk membuat hati kita yang telah keras dan berkarat, menjadi  lembut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hati yang dengan mudahnya bisa Ia bolak-balik. Hati yang banyak kita  lalaikan untuk dijaga. Hati yang semakin hari semakin berkurang kadar  sensitivitasnya. Hati yang kita abaikan walau hanya untuk merasakan,  bahwa ada takdir di setiap tarikan nafas yang telah diberikan-Nya. Hati  yang tidak kita sematkan pada ruangan penuh kasih, pada hal-hal yang  menjadi bekal kita kelak ketika kematian itu bukan kita dengar lagi,  tapi justru kita alami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, benarlah! Cara Tuhan untuk melembutkan hati hamba-Nya, jika  bukan sebagai peringatan, tentunya sebagai cinta kasih-Nya yang masih  mau kita datangi, walau kuantitas serta kualitasnya bukan sebagai hamba  yang taat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dan… Wahai Sang Pemilik hatiku&lt;br /&gt;Jika saja, Kau tak berkenan untuk selalu memberikan cara padaku&lt;br /&gt;Bagaimana merawat dan memperlakukan milik-Mu ini&lt;br /&gt;Maka, hancurlah diri yang fana ini sejak dulu&lt;br /&gt;Dan… wahai Sang Pemilik hatiku&lt;br /&gt;Jika saja, Kau tak berkenan untuk selalu kutemui&lt;br /&gt;Menyebut nama-Mu di setiap keindahan pada pelupuk mataku&lt;br /&gt;Maka, sungguh… siapa lagi yang akan kutemui kelak?&lt;br /&gt;Dan… wahai Pemilik hatiku,&lt;br /&gt;Maka, sungguh…aku tak tahu jalan pulang&lt;br /&gt;Selain pada diri-Mu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/oase-iman/rien-hanafiah-melembutkan-hati.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-107560586217730702?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/107560586217730702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/oase-iman-melembutkan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/107560586217730702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/107560586217730702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/oase-iman-melembutkan-hati.html' title='Oase Iman : Melembutkan Hati'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-3970281221376337611</id><published>2010-09-07T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T06:54:09.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Dalil Zakat Fitrah dengan Beras atau Uang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada yg mengatakan pembayaran zakat fitrah hanya mengunakan beras  namun ada juga yg membolehkan dgn uang, bagaimana dalilnya masing ? dan  berapa besaran jumlah zakat fitrah?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamu alaikum wr.wb&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="caption"&gt;Ibnu Umar ra berkata, "Rasulullah saw mewajibkan  zakat fitrah sebanyak satu sha kurma atau gandum pada budak, orang  merdeka, lelaki, perempuan, anak kecil, dan orang dewasa dari umat  Islam. Beliau juga memerintahkan untuk membayarkannya sebelum keluar  untuk shalat Ied." (HR Bukhari Muslim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Dari hadits di atas Imam Malik, Syafii, dan Hambali menyebutkan bahwa zakat fitrah harus dengan makanan pokok. &lt;/span&gt;&lt;span class="caption"&gt;Ketika  Imam Ahmad bin Hanbal ra ditanya tentang membayar zakat fithrah dengan  uang maka beliau menjawab,"Aku takut hal itu tidak memadai dan hal itu  bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW". Sehingga beliau menganggap  bahwa hal itu adalah bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Ibnu Hazm pun termasuk kalangan  yang tidak membenarkan untuk membayar zakat fithrah dengan uang sebagai  pengganti dari makanan pokok. (Lihat Al-Muhalla 6/137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  At-Tsauri dan Imam Abu Hanifah ra adalah membolehkan membayar zakat  fithrah dengan nilainya berupa uang atau sejenisnya. Dalil yang mereka  gunakan dalam membolehkan membayar harta zakat fithrah dengan  menggunakan uang antara lain adalah sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em class="caption"&gt;Cukupilah mereka (orang miskin) pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;br /&gt;Hadits  di atas menunjukkan tujuan pengeluaran zakat fitrah. Nah, mencukupi  fakir miskin bisa terwujud dengan uang atau sejenisnya. Bahkan dengan  uang bisa jadi lebih utama karena banyaknya makanan malah membuat mereka  harus menjualnya untuk memenuhi kebutuhan lain yang juga penting.  Sedangkan dengan uang akan lebih fleksibel karena mereka bisa langsung  mendapatkan apa yang mereka butuhkan saat itu juga. Ibnul Munzir juga  menyebutkan bahwa para shahabat membolehkan mengeluarkan nilainya.  Dalilnya ada di antara mereka yang mengeluarkan 1/2 sha dari Qomh  (gandum) karena mereka berpendapat bahwa hal itu sebanding dengan satu  sha' kurma dan tepung gandum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu terkait dengan besaran zakat fitrah, sebagaimana disebutkan  dalam hadits di atas, adalah satu sha. Menurut ukuran sekarang sekitar  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2,2 kg&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Wassalamu alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: normal;font-size:85%;" &gt;source:http://www.syariahonline.com/v2/aqidah/994-dalil-zakat-fitrah-dengan-beras-atau-uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-3970281221376337611?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/3970281221376337611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/dalil-zakat-fitrah-dengan-beras-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3970281221376337611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3970281221376337611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/dalil-zakat-fitrah-dengan-beras-atau.html' title='Dalil Zakat Fitrah dengan Beras atau Uang'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2402952488095444609</id><published>2010-09-04T07:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T07:26:12.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Hukum Pemecatan dalam Harakah Dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;&lt;p&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Sigit, bagaimana penyikapan kita sebagai seorang muslim terhadap "pecat-memecat" dalam harakah da'wah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah contoh ini ada dalam siroh nabi, sahabat atau siroh lainnya?  Apakah dalam berda'wah harus ada tindakan ini? Apakah tindakan ini  dibenarkan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya masih bingung dengan fenomena ini, mohon jawaban dan pencerahan ustadz.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;abu thariq&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Walaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Abu Thariq yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jama’ah memiliki dua pemahaman yaitu dari aspek itiqodiy (aqidah) dan  dari aspek siyasi (politik). Dari aspek itiqody berarti bahwa jama’ah  itu diharuskan mengikuti manhaj ahlus sunnah wal jamaah. Sedangkan dari  aspek siyasi bahwa keikutserataan mereka didalam jama’ah tersebut berada  dibawah sebuah aturan atau sistem yang ditetapkan oleh jama’ah tersebut  serta berkomitmen dengan prinsip-prinsipnya didalam perkara-perkara  yang tidak maksiat kepada Allah swt dan tidaklah keluar darinya kecuali  dikarenakan adanya kekufuran yang nyata demi menjaga keberlangsungan  jamaah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana diketahui bahwa setiap jama’ah atau harokah da’wah yang  ada hari ini hanyalah satu diantara sekian banyak jama’ah atau harokah  da’wah yang bertujuan membentengi kaum muslimin dari serangan  musuh-musuhnya serta mengembalikan kejayaan kaum muslimin kedalam satu  pemerintahan islam (khilafah islamiyah). Karena itu setiap jama’ah atau  harokah yang ada saat ini hanyalah jama’ah minal muslimin yang tidak  berhak untuk menafikan jama’ah atau harokah selainnya selama tetap  berpegang teguh dengan prinsip-prinsip islam. Banyaknya jama’ah dan  harokah saat ini adalah akibat dari ketidakberadaan jamatul muslimin  yang mengumpulkan seluruh kaum muslimin dibawah satu pemerintahan islam  (khalifah) yang mencakup dua pemahaman baik dari aspek itiqodiy maupun  siyasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diwajibkan bagi seorang muslim untuk tetap berkomitmen dengan  jamaatul muslimin ketika jama’ah seperti ini ada dan tidak diperbolehkan  baginya untuk keluar atau meletakkan ketaatan terhadapnya dan juga  tidak berhak bagi pemerintahan islam atau imam mengeluarkannya  (memecatnya) dari jama’atul muslimin kecuali dikarenakan alasan-alasan  yang dibenarkan dan setelah dilakukan upaya penyadaran atas  kesalahannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara hal-hal yang bisa mengeluarkan seseorang dari jamaatul muslimin :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Upaya mengkudeta pemerintahan yang sah atau disebut juga dengan bughot (pemberontak), sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu  berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu  melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar  perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah.  kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan  hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang  yang Berlaku adil.” (QS. Al Hujurat : 9)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Memerangi pemerintahan yang sah dengan cara melakukan kekacauan di  dalam negeri seperti : perampokan, pengrusakan, penjarahan atau  sejenisnya, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang  memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi,  hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki  mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat  kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka  didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,” (QS. AL  Maidah : 33)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kekufuran baik keufurannya dikarenakan tidak mau menerima  prinsip-prinsip islam untuk menghalalkan apa-apa yang dihalalkan Allah  swt atau pun mengharamkan apa-apa yang diharamkan-Nya maka ia termasuk  didalam kategori orang yang  disebutkan didalam hadits “(yaitu) orang  yang meninggalkan agamanya lagi berpisah dengan jama’ah” . Atau  kekufuran tehadap islam, menentangnya, memberikan loyalitas kepada  musuh-musuh islam, memerangi islam dan mereka adalah orang-orang yang  murtad yang telah meletakkan ikatan islam dari leher-leher mereka lalu  bergabung dengan musuh-musuh islam, seperti yang terjadi pada masa Abu  Bakar ketika banyak orang-orang yang murtad, meninggalkan agama dan  memerangi kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan berkaitan dengan pemecatan yang dilakukan suatu jama’ah  atau harokah da’wah saat ini yang notabene adalah jama’ah minal muslimin  terhadap anggotanya dikembalikan kepada aturan-aturan atau AD/ART dari  jama’ah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang tentunya apabila jama’ah tersebut adalah jama’ah yang  bercita-cita mengembalikan kejayaan kaum muslimin dan kepemimpinan islam  (khilafah islamiyah) maka AD/ART yang dimilikinya haruslah bersesuaian  dengan prinsip-prinsip yang dimiliki islam bukan semata-mata hasil  pemikian para pemimpinanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana islam yang melihat sebuah kemaksiatan tidak berada  didalam satu garis akan tetapi ada yang tergolong dosa kecil dan ada  juga yang besar dengan sangsi-sangsi yang berbeda diantara keduanya atau  bahkan dosa besar sekali pun ketika dia bertaubat maka akan dapat  pemaafan dari Allah swt. Maka begitu pula seharusnya sebuah jama’ah  da’wah untuk tidak melihat segala kesalahan anggotanya dalam satu garis  apabila memang dia berbuat kesalahan. Ketika memang seorang anggotanya  ada yang melakukan pelanggaran syari’ah maka berhak bagi jama’ah untuk  memberikan sangsi sesuai dengan jenis dan bobot kesalahan syari’ahnya  itu. Bisa saja si pelaku dikenakan sangsi berat atau bahkan pemecatan  dikarenakan bobot pelanggaran yang dilakukannya juga berat atau telah  keluar dari prinsip-prinsip islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan perlu juga diketahui kesalahan atau kekeliruan bukan hanya milik  anggotanya sehingga jama’ah tampak suci tanpa ada kesalahan.  Sesungguhnya kesalahan dan kekeliruan juga bisa terjadi pada jama’ahnya.  Karena itu diperlukan adanya kebersamaan didalam menjaganya agar  jama’ah tetap berada diatas tracknya yang benar melalui saling  ingat-mengingatkan, nasihat menasihati atau wasiat mewasiati baik  diantara anggota atau antara anggota dengan pemimpinnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pemimpin jama’ah atau harokah diharuskan siap mendengarkan  berbagai masukan, nasihat atau kritikan dari para anggotanya dan  dilarang baginya bersikap emosional dan cepat marah didalam  menanggapinya apalagi jika berujung pemecatan orang tersebut dari  jama’ah hanya karena tidak siap mendengarkannya. Karena sesungguhnya  didalam kritikan dan masukan tersebut ada kebaikan bagi jama’ah itu  sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syeikh Mustafa Masyhur, didalam kitabnya “Min Fiqh ad Da’wah”  mengatakan,”Diantara sifat mukmin ialah suka nasihat menasihati dengan  kebenaran dan wasiat mewasiati dengan kesabaran. Ketinggian kedudukan  pimpinan tidak boleh menjadi penghalang untuk untuk saling menasihati ke  arah kebenaran dan kesabaran dengan tujuan memperbaiki amal dan  mengelakkan hal-hal yang negatif dan tidak benar. Tidak boleh merasa  berat memberikan nasihat kepada pimpinan dan pemimpin tidak boleh  keberatan menerima nasihat baik bahkan dia harus menerimannya dengan  lapang dan dada terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemimpin seharusnya bersyukur atas nasihat anggota karena manfaat  kebaikannya berguna untuk da’wah dan dirinya sendiri. Hadits Rasulullah  saw berikut menunjukkan betapa pentingnya persoalan naesihat menasihati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw bersabda,”Agama adalah nasihat. Kami bertanya,’Bagi  siapa?’ Rasulullah saw menjawab,’Bagi Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya, para  pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awamnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang perlunya para pemimpin menjauhkan dirinya dari sifat cepat  marah telah diingatkan oleh Syeikh Mustafa Mayhur juga di bagian lain  dari buku itu dengan mengatakan,”Jika seorang pemimpin mudah marah,  kemungkinan besar ia akan melakukan berbagai kesalahan, bahkan  meletakkan dia dalam kedudukan yang tidak sesuai sebagai pemimpin  jama’ah. Ini tak syak lagi, akan mendatangkan bencana terhadap da’wah  dan jama’ah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua sifat diatas yaitu mau menerima nasihat atau kritikan—sekeras apa  pun ia disampaikan atau bagaimana pun cara penyampaiannya—dan tidak  cepat marah terhadap siapa pun orang yang menasehati atau mengkritiknya  maka akan menjadikan seorang pemimpin terhindar dari kesalahan dan semua  adalah demi kemaslahatan jama’ah itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Umar bin Khottob diangkat menjadi khalifah kaum muslimin, dia  langsung mendapatkan nasehat ‘keras’ dari salah seorang rakyatnya yang  hadir sambil mengangkat pedangnya dan meminta agar Umar tetap istiqomah  diatas kebenaran bahkan orang itu mengancam Umar dengan pedangnya jika  menyimpang dari jalan-Nya. Mendengar nasehat tersebut Umar tidaklah  marah terhadapnya apalagi memecatnya dari jama’atul muslimin. Namun Umar  justru berterima kasih kepadanya dan bersyukur kepada Allah karena  masih ada dari rakyatnya yang siap meluruskan (menasihati) nya jika  dirinya melanggar dari kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula Rasulullah saw yang senantiasa mendengarkan nasihat atau  masukan yang disampaikan oleh para sahabatnya, seperti : nasihat Abu  Bakar dan Umar dalam permasalahan tawanan perang badar, al Hubab bin al  Mundzir dalam pemilihan lokasi kaum muslimin dalam perang badar. Bahkan  Rasulullah saw memaafkan apa yang dilakukan Hatib bin Abi Balta’ah yang  telah membocorkan rahasia kepada orang-orang Quraisy karena Hatib  termasuk orang yang ikut didalam peperangan badar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemecatan yang dilakukan jama’ah minal muslimin terhadap anggotanya  tidaklah memiliki efek syar’i, seperti : kelak jika dia mati maka  matinya jahiliyah atau orang itu pensiun jadi da’i!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dipecatnya seseorang dari jama’ah atau harokah da’wah tidak berarti  orang itu juga dipecat dari da’wah atau pensiun jadi da’i karena  keberadaan jama’ah saat ini hanyalah mengambil fungsi idariyan  (administrasi) dan tanzhimiyan (penataan) saja. Dia tetap harus  berda’wah walaupun hanya sendirian karena da’wah ini milik Allah. Allah  yang telah memberikannya hidayah kepada islam dan hidayah untuk menjadi  seorang da’i yang menyeru manusia kepada jalan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2402952488095444609?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2402952488095444609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-pemecatan-dalam-harakah-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2402952488095444609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2402952488095444609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-pemecatan-dalam-harakah-dakwah.html' title='Hukum Pemecatan dalam Harakah Dakwah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4954601038664364535</id><published>2010-09-04T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T07:23:29.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Hukum Berhenti dari Jamaah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Jikalau kita sudah menganggap kebijakan suatu jamaah tidak sesuai  dengan Qurán dan sunnah Rasulullah SAW yang menjadi tauladan kita,  apakah berdosa hukumnya keluar dari jamaah tersebut? Bagaimana caranya  di hadapan Allah SWT , apakah mohon ampun? Sepertinya adalam siroh tidak  ada ya mekanismenya? Sbg info, jamaah tsb bersikukuh masih menjalankan  manhaj sesuai sunnah Rasul, namun selalu membuat pusing akhir-akhir ini.&lt;/p&gt;                                  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Singarimbun&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedudukan Jama’atul Muslimin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jama’ah secara bahasa barasal dari kata jam’u yang berarti  mengumpulkan yang terpecah belah dan menggabungkan sesuatu dengan  mendekatkan sebagiannya dari sebagian yang lain. Jama’ah adalah  sekelompok orang yang dikumpulkan dengan satu tujuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata jama’ah ini juga digunakan untuk selain manusia sehingga mereka  mengatakan,”jama’ah pohon, jama’ah tumbuh-tumbuhan.” Karena itulah kata  jama’ah digunakan untuk kumpulan segala sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun menurut istilah para fuqoha kata jama’ah digunakan untuk  sekumpulan manusia. Al Kasaani mengatakan bahwa jama’ah diambil dari  arti ijtima’ dan minimal terjadinya ijtima’ adalah dua orang.” Dan dia  mengatakan bahwa minimal disebut jama’ah adalah dua orang yaitu imam dan  makmum.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 5435)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Husein bin Muhammad bin Ali Jabir dalam menjelaskan tentang makna  jama’ah menurut syariat mengutip apa yang dikatakan Imam Syathibi bahwa  jama’ah adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Para penganut islam apabila bersepakat atas suatu perkara; dan pengikut agama lain diwajibkan mengikuti mereka.&lt;br /&gt;2. Masyarakat umum dari penganut islam.&lt;br /&gt;3. Kelompok ulama mujtahidin.&lt;br /&gt;4. Jama’atul muslimin apabila menyepakati seorang amir.&lt;br /&gt;5. Para sahabat Rasulullah saw secara khusus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu Imam Syathibi menguatkan bahwa yang dimaksud dengan  jama’ah adalah jama’atul muslimin apabila mereka menyepakati seorang  amir. Pendapat ini didukung oleh al Hafizh Ibnu Hajar didalam kitabnya  “Fathul Bari” Husein bin Muhammad mengatakan pula bahwa empat pendapat  pertama diatas dapat dirangkum dalam satu rumusan. Bahwa Jama’atul  Muslimin adalah jamaah ahlul halli wal aqdi apabila menyepakati seorang  khalifah umat dan umat pun mengikuti mereka. (Menuju  Jama’atul Muslimin  hal 32)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya berkelompok atau berjama’ah tidaklah bisa dilepaskan  dari kehidupan setiap orang dalam melasanakan segala aktivitas dan untuk  memenuhi berbagai kebutuhannya. Dan dengan berjama’ah atau berkelompok  maka segala permasalahan yang sulit akan terasa mudah, yang berat akan  menjadi ringan dan segala yang tampak seolah-olah tidak mungkin akan  menjadi mungkin direalisasikan. Karena itulah ada ungkapan bahwa  berjama’ah adalah rahmat sedangkan perpecahan adalah adzab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam sebagai agama rahmat senantiasa meminta setiap umatnya untuk  memperhatikan tentang kebersamaan atau berjama’ah dan Allah memberikan  kelebihan bagi yang melakukannya. Allah memberikan kelebihan dua puluh  tujuh derajat bagi orang yang melaksanakan shalat dengan berjama’ah  ketimbang orang yang shalat sendirian. Rasulullah saw pun menegaskan  sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan ia menjauh dari  orang yang berdua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam urusan bepergian (safar) saja islam memerintahkan agar  dipilih seorang amir  diantara mereka yang bepergian. Lalu bagaimanakah  dengan menegakkan syariat? Menanamkan nilai-nilai islam ditengah-tengah  umat? Tentunya didalam kedua urusan terakhir ini keberadaan imam sebagai  representasi dari jama’ah menjadi lebih utama bagi kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya seluruh kaum muslimin hanya diikat oleh satu jama’ah  yaitu jama’atul muslimin dengan satu kepemimpinan yaitu khalifah.  Jamaatul muslimin ini merupakan ikatan yang kuat didalam menjalankan  hukum Allah dan syari’at-Nya ditengah-tengah kehidupan umat manusia  sehingga menjadikan islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dan ketika  ikatan jama’atul muslimin ini hancur maka hancurlah seluruh  ikatan-ikatan islamnya, hilanglah syia’ar-syi’arnya dan umat menjadi  terpecah-pecah. Inilah makna ungkapan Umar bin Khottob,”Wahai masyarakat  Arab, tidak ada islam kecuali dengan jama’ah, tidak ada jama’ah kecuali  dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan  ketaatan.” (HR. Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga hadits yang diriwayatkan oleh Umamah al Bahiliy dari Rasulullah  saw bersabda,”Ikatan-ikatan islam akan lepas satu demi satu. Apabila  lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan  islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir  adalah shalat.” (HR. Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika jamaatul muslimin atau jama’ah yang mengikat seluruh kaum  muslimin di alam ini dengan satu kepemimpinan khilafah telah terwujud  maka umat islam diharuskan untuk membaiatnya serta dilarang untuk  melepaskan baiatnya dari keterikatannya dengan jama’atul muslimin,  sebagaimana didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin  al Yaman berkata bahwa orang-orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw  tentang kebaikan dan aku pernah menanyakan kepadanya tentang keburukan,  karena aku khawatir menemui keburukan itu. Aku bertanya,”Apa yang  engkau printahkan kepadaku jika aku menemui keadaan itu?’ Beliau saw  bersabda,”Hendaklah engkau berkomitmen (iltizam) dengan jama’atul  muslimin dan imam mereka.” (HR. Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr ra bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang  membaiat seorang imam kemudian imam itu memberikan untuknya buah hatinya  dan mengulurkan tangannya maka hendaklah ia menaatinya sedapat  mungkin.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Kamu akan diperintah  oleh para pemimpin yang kamu kenal (tidak baik) dan kamu  mengingkarinya.” Mereka bertanya,”Apakah kami boleh memerangi mereka?”  Beliau saw menjawab,”Jangan selama mereka masih shalat.” (HR. Muslim dan  Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah beberapa hadits diatas yang menunjukkan betapa tingginya  kedudukan seorang imam jama’atul muslimin didalam diri setiap rakyatnya.  Di situ juga disebutkan betapa setiap muslim harus senantiasa  mengedepankan kesabaran, tidak membangkang, tetap menaatinya dengan  segenap kemampuannya walaupun seorang imam melakukan kemaksiatan selama  ia masih menegakkan shalat. Hadits-hadits itu melarang setiap muslim  untuk meninggalkan ketaatan kepadanya atau keluar darinya dan membentuk  jama’ah sendiri atau tidak berjama’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adakah Jama’atul Muslimin Saat Ini&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jama’atul muslimin ada  pada saat ini? Bisakah jama’ah-jama’ah pergerakan, partai-partai islam,  ormas-ormas islam yang ada saat ini disebut dengan jama’atul muslimin?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Husein bin Muhammad bin Ali Jabir mengatakan bahwa sesuai dengan  pengertian syar’inya maka jamaatul muslimin boleh dikatakan tidak ada  lagi di dunia sekarang ini. Beberapa bukti yang menunjukkan hal itu  adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Diantara alasan-alasan yang digunakannya adalah hadits yang  diriwayatkan dari Huzaifah bin Yaman yang berkata bahwa orang-orang  banyak bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebaikan dan aku pernah  menanyakan kepadanya tentang keburukan, karena aku khawatir menemui  keburukan itu. Aku bertanya,”Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika  aku menemui keadaan itu?’ Beliau saw bersabda,”Hendaklah engkau  berkomitmen (iltizam) dengan jama’atul muslimin dan imam mereka.” (HR.  Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits ini memberitahu akan datangnya suatu zaman kepada umat islam  dimana jama’atul muslimin tidak muncul di tengah kehidupan umat islam.  Seandainya ketidakmunculannya itu mustahil, niscaya dijelaskan oleh  Rasulullah saw kepada Hudzaifah. Tetapi, Rasulullah saw justru mengakui  terjadinya hal tersebut dan mengarahkan Hudzaifah agar menggigit akar  pohon (islam) dalam menghadapi tidak adanya Jama’atul Muslimin dan imam  mereka itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Bukti lainnya yang menunjukkan tidak adanya Jama’atul Muslimin  ialah adanya beberapa pemerintahan yang memerintah umat islam. Sebab,  islam tidak mengakui selain satu pemerintahan yang memerintah umat  islam. Bahkan islam memerintakan umat islam agar membunuh penguasa kedua  secara langsung, sebagaimana dijelaskan oleh nash-nash syariat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Said al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila ada  baiat kepada dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari  keduanya.” (HR. Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Nawawi dalam mengomentari hadits ini berkata,”Arti hadits ini  ialah apabila seorang khalifah yang dibaiat setelah ada seorang khalifah  maka baiat pertama itulah yang sah dan wajib ditaati. Sedangkan bai’at  kedua dinyatakan batil dan diharamkan untuk taat kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Bukti lainnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Umamah al  Bahiliy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Ikatan-ikatan islam akan lepas  satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya  ikatan berikutnya. Ikatan islam yang pertama kali lepas adalah  pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits ini jelas menyatakan akan datangnya suatu masa dimana  pemerintahan dan khilafah tidak muncul. (Menuju Jama’atul Muslimin hal  42 – 46)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu jama’ah-jama’ah pergerakan yang ada saat ini, seperti  Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jama’ah Tabligh, Salafi, PKS, PPP, NU,  Muhammadiyah atau lainnya bukanlah jama’atul muslimin namun hanyalah  jama’ah minal muslimin yaitu jama’ah yang terdiri dari sekelompok kaum  muslimin yang berjuang untuk mewujudkan cita-cita islam berdasarkan  manhaj atau metode gerakan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepemimpinan pada masing-masing jama’ah minal muslimin tidaklah  bersifat universal mengikat seluruh kaum muslimin namun ia hanya  mengikat setiap anggota yang ada didalam jama’ahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberadaan jama’ah minal muslimin pada saat ini atau saat tidak  adanya jama’atul muslimin sangatlah dibutuhkan dan diperlukan sebagai  ruh dan anak tangga dari kemunculan jama’atul muslimin sebagaimana  disebutkan dalam suatu kaidah “Tidaklah suatu perkara wajib dapat  sempurna kecuali dengan sesuatu yang lain maka sesuatu itu menjadi wajib  pula.” Menegakkan khilafah atau jama’atul muslimin adalah kewajiban  setiap muslim dan ia tidak akan terwujud kecuali dengan da’wah yang  dilakukan secara berkelompok maka menegakkan da’wah dengan cara  berjamaah (jama’ah minal muslimin) ini adalah wajib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayyid Qutb mengatakan bahwa bagaimana proses kebangkitan islam  dimulai sesungguhnya ia memerlukan kepada golongan perintis yang  menegakkan kewajiban ini.” Ustadz Sayyid Hawwa mengatakan bahwa  satu-satunya penyelesaian ialah harus menegakkan jama’ah.” Ustadz Fathi  Yakan mengatakan bahwa Rasulullah tidak pernah sama sekali mengandalkan  kepada kerja individual (infirodiy) tetapi sejak awal beliau telah  menganjurkan penegakkan jama’ah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Melepaskan Ba’iat atau Keluar dari Jama’ah Minal Muslimin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentunya sebagai sebuah jamaah yang menggabungkan sekian banyak da’i  atau orang-orang yang ingin berjuang untuk islam didalamnya maka  diperlukan soliditas, komitmen dan ketaatan semua anggotanya kepada  pemimpin dan aturan-aturan jamaah tersebut. Untuk meneguhkan itu semua  maka jamaah perlu mengambil janji setia dari setiap anggotanya yang  kemudian dikenal dengan istilah baiat, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا  يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَن نَّكَثَ  فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ  اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu  Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas  tangan mereka, Maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat  ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa  menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang  besar.” (QS. Al Fath : 10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentulah kedudukan baiat kepada imam, amir, qiyadah jama’ah minal  muslimin berbeda dengan baiat kepada imam dari jama’atul muslimin  dikarenakan imam jama’atul muslimin dipilih oleh ahlul halli wal aqdi  dari seluruh umat islam sedangkan imam dari jama’ah minal muslimin  dipilih oleh majlis atau dewan syuro sebagai perwakilan seluruh anggota  di jama’ah itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits-hadits yang melarang bahkan mengancam seseorang melepaskan  baiatnya adalah terhadap imam atau khalifah dari jama’atul muslimin  bukan terhadap imam dari jama’ah minal muslimin, seperti hadits yang  diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah saw  bersabda,”Barangsiapa yang melepaskan tangannya (baiat) dari suatu  keaatan maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa adanya hujjah  (alasan) baginya. Dan barangsiapa mati sementara tanpa ada baiat di  lehernya maka ia mati seperti kematian jahiliyah.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan para pemimpin atau amir suatu jamaah minal muslimin tidaklah  termasuk didalam hadits ini. DR. Husamuddin Unafah, Ustadz bidang studi  fiqih dan ushul di Universitas al Quds, Palestina mengatakan bahwa yang  dimaksud dengan baiat didalam hadits diatas adalah baiat imam kaum  muslimin atau khalifah kaum muslimin yang dibaiat oleh ahlul halli wal  ‘aqdi dari umat islam. Hadits ini tidak bisa diterapkan kepada para  pemimpin di zaman ini atau pembesar partai (jamaah) karena setiap dari  mereka bukanlah imam (pemimpin) dari seluruh kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Mawardi mengatakan bahwa apabila ahlul halli wal ‘aqdi didalam  pemilihan melihat ahlul imamah memenuhi persyaratan maka hendaklah ahlul  halli wal ‘aqdi mengedepankan untuk dibaiat orang yang lebih utama dan  lebih sempurna persyaratannya diantara mereka dan hendaklah manusia  segera menaatinya dan tidak berhenti untuk membaiatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu ahlul halli wal ‘aqdi dari kaum muslimin adalah orang-orang  yang berwenang memilih imam kaum muslimin dan khalifah mereka dan  pendapat orang-orang awam tidaklah dianggap terhadap kesahan baiat. Ar  Romli dari ulama Syafi’i mengatakan bahwa baiat yang dilakukan oleh  selain ahlul halli wal ‘aqdi dari kalangan awam tidaklah dianggap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam kaum muslimin yang diharuskan berbaiat kepadanya memiliki  berbagai persyaratan yang telah disebutkan ahlul ilmi. Dan persyaratan  itu tidaklah bisa diterapkan kepada pemimpin partai, jama’ah-jama’ah  yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;Imam Nawawi meletakkan hadits Ibnu Umar diatas pada bab “Kewajiban  Bersama Jamaah Kaum Muslimin..”. Maksud dari hadits itu adalah bahwa  barangsiapa yang mati tanpa ada baiat dilehernya maka matinya seperti  kematian jahiliyah yaitu ketika terdapat imam syar’i saja. Inilah  pemahaman yang benar dari hadits itu bahwa jika terdapat imam syar’i  yang memenuhi berbagai persyaratan kelayakan untuk dibaiat dan tidak  terdapat padanya hal-hal yang menghalanginya maka wajib bagi setiap  muslim untuk bersegera memberikan baiatnya apabila ahlul halli wal ‘aqdi  memintanya atau meminta darinya dan tidak boleh bagi seorang pun yang  bermalam sementara dirinya tidak memiliki imam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun apabila tidak terdapat berbagai persyaratan baiat pada seorang  hakim maka tidaklah ada kewajiban baginya dibaiat akan tetapi hendaklah  dia berusaha untuk mengadakan seorang imam syar’i sesuai dengan  kemampuannya dan Allah tidaklah membebankan seseorang kecuali dengan  kemampuannya.&lt;br /&gt;Argumentasi lainnya adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Sesungguhnya baiat adalah kewajiban yang kifayah artinya jika  sebagian kaum muslimin menegakkannya maka terlepaslah kewajiban itu bagi  selain mereka, sebagaimana dikatakan jumhur ulama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Apa yang dilakukan Ibnu Umar sebagai perawi hadits diatas dan dia  adalah orang yang paling faham terhadap hadits itu daripada orang lain.  Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa beliau tidak mau membaiat Ali atau  Muawiyah lalu dia membaiat Muawiyah setelah terjadi perdamaian dengan  Hasan bin Ali dan manusia telah berkumpul dihadapannya. Lalu beliau  membaiat Yazid bin Muawiyah setelah kematian Muawiyah karena manusia  telah berkumpul dihadapannya kemudian tidak mau membaiat seseorang pada  saat terjadi perpecahan sehingga terbunuhnya Ibnu Zubeir dan kekuasaan  seluruhnya diserahkan kepada Abdul Malik bin Marwan dan ia pun  membaiatnya pada saat itu… dan juga terdapat riwayat dari  pekataannya,”…akan tetapi aku tidak suka membaiat dua orang amir (imam)  sebelum manusia berkumpul pada satu orang amir.” (www.islamweb.net)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian diperbolehkan bagi seseorang untuk melepaskan  baiatnya dari imam atau pemimpin jama’ah minal muslimin atau keluar  darinya setelah meyakini bahwa telah terjadi penyimpangan yang cukup  significan dalam tubuh jama’ah tersebut baik penyimpangan dalam diri  qiyadah, para pemimpin, garis perjuangannya atau prinsip-prinsip  pergerakannya yang dapat memberikan pengaruh negatif kepada umat,  sebagaiamana hadits Rasulullah saw,”Tidak ada ketaatan dalam suatu  kemaksiatan akan tetapi ketaatan kepada hal yang ma’ruf.” (HR. Bukhori  dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya baiat yang diberikan kepada pemimpin jamaah itu adalah  baiat untuk beramal islam. Artinya baiat atau janji setia diantara orang  yang berbaiat dengan orang yang dibaiat dalam hal ini adalah pemimpin  sebagai representasi dari jama’ah itu bisa diteruskan selama mereka  komitmen dengan amal-amal islam, seperti tidak melanggar rambu-rambu  akidah, berpegang teguh dengan syariah, tidak mengerjakan yang  diharamkan Allah dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun hendaklah pelepasan baiat atau keluar darinya dilakukan setelah  berbagai upaya megingatkan atau memberikan nasehat baik secara langsung  atau pun tidak langsung baik yang telah dilakukan olehnya maupun  orang-orang selainnya yang menginginkan perbaikan didalam tubuh jama’ah  tidaklah diterima atau digubris sehingga mengakibatkan  kesalahan-kesalahan itu terus berulang dan berulang karena agama ini  tegak diatas landasan nasehat sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari  Abu Ruqayyah bin Aus ad Dary ra menerangkan bahwa Nabi saw  bersabda,”Agama itu nasehat.” Kami bertanya,”Bagi siapa?” Beliau saw  menjawab,”Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin muslim dan  bagi kaum muslimin pada umumnya.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika dia memutuskan untuk melepaskan baiatnya maka hendaklah  setelah itu dia mencari jama’ah minal muslimin lainnya yang diyakininya  lebih baik darinya untuk bisa beramal islam secara berjama’ah meskipun  hal ini bukan menjadi suatu kewajiban baginya pada masa-masa  ketidakberadaan jama’atul muslimin akan tetapi hal itu merupakan bagian  dari keutamaan. Dan jika dirinya tidak melihat ada jama’ah minal  muslimin lainnya yang lebih baik darinya maka diperbolehkan baginya  untuk berdiam diri sejenak atau tidak bergabung dengan jama’ah manapun  sampai dia menemukan jama’ah lainnya yang lebih baik darinya atau  kembali kepada jama’ah yang ditinggalkannya itu ketika diyakini bahwa  jama’ah tersebut telah kembali ke jalannya seperti sediakala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4954601038664364535?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4954601038664364535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-berhenti-dari-jamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4954601038664364535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4954601038664364535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-berhenti-dari-jamaah.html' title='Hukum Berhenti dari Jamaah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1483913414030318686</id><published>2010-09-04T07:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T07:26:28.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Berdosa tidaknya Meninggalkan Jamaah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Saya dan istri saya adalah anggota salah sebuah jama'ah dakwah yang  juga adalah salah sebuah partai Islam. Akhir-akhir ini kenyamanan saya  sebagai anggota agak terganggu karena beberapa kali saya dijatuhi sanksi  oleh jama'ah. Bagi saya sebagai manusia wajar punya salah dan siap  diperbaiki, namun yang agak kurang bisa saya terima adalah sanksi itu  disampaikan oleh pembina grup tanpa melalui proses pengadilan. Saya  tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan atau konfirmasi, dan  saya juga tidak diberi nasihat atas kesalahan saya, bahkan saya tidak  diberitau apa kesalahan saya. Apakah berdosa jika saya tidak berjama'ah  dan meninggalkan jama'ah ini? Terima kasih ustad atas jawabannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wassalamu'alaikum&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Rahmat jatmiko&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Rahamat Jatmiko yang dirahmati Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketidakberadaan Khilafah Islamiyah saat ini menandakan hilangnya  Jamatul Muslimin dimana seluruh kaum muslimin berada dibawah satu  kepemimpinan seorang khalifah atau imam serta  menjadikan umat  tercerai-berai dan terpisah-pisah menjadi beberapa pemerintahan di  negeri-negeri mereka. Padahal islam tidaklah menghendaki kecuali hanya  satu pemerintahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak adanya  Jamaatul Muslimin seperti sekarang ini sesungguhnya  telah diprediksi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam didalam  hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Huzaifah bin Yaman yang  berkata bahwa orang-orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw tentang  kebaikan dan aku pernah menanyakan kepadanya tentang keburukan, karena  aku khawatir menemui keburukan itu. Aku bertanya,”Apa yang engkau  perintahkan kepadaku jika aku menemui keadaan itu?’ Beliau saw  bersabda,”Hendaklah engkau berkomitmen (iltizam) dengan jama’atul  muslimin dan imam mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keadaan seperti ini menjadikan mereka-mereka yang merindukan  kembalinya kejayaan islam di alam ini harus berjuang sendiri-sendiri  atau berkelompok-kelompok dibawah kendali dan arahan dari para pemimpin  kelompoknya masing-masing. Diantara mereka ada yang kemudian menamakan  kelompoknya itu dengan jamaah, jam’iyah, ormas, partai atau lainnya.  Namun demikian itu semua—apa pun namanya—tidaklah bisa disebut dengan  Jamaatul Muslimin yang mengikat seluruh kaum muslimin akan tetapi ia  hanyalah Jamaah Minal Muslimin (Jamaah dari sekelompok kaum muslimin).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberadaan Jamaah Minal Muslimin ini adalah sunatullah bagi mereka  yang menginginkan agar tujuan besar diatas dapat tercapai. Dengan  berkumpulnya sekelompok kaum muslimin didalam suatu Jamaah Minal  Muslimin menjadikan seluruh potensi yang ada pada masing-masing mereka  dapat dioptimalkan dengan satu kerja yang rapih dan baik untuk mencapai  satu tujuan yang telah digariskan oleh jamaahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian terdapat perbedaan dalam hal keterikatan (baca :  baiat) antara Jamaatul Muslimin dengan Jamaah Minal Muslimin. Baiat  dengan Jamaatul Muslimin adalah baiat imam yang dilarang bagi seorang  muslim pun melepaskannya  dan hanya diberikan kepada satu orang imam,  sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai hadits tentang permasalahan baiat  ini, diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu  'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa keluar dari  ketaatan dan tidak mau bergabung dengan Jama'ah kemudian ia mati, maka  matinya seperti mati jahiliyah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa melepas tangannya  dari ketaatan, maka ia akan menemui Allah di hari Kiamat dalam keadaan  tidak memiliki hujjah, dan barang siapa mati dalam keadaan tidak  berbaiat, maka ia mati seperti mati jahiliyyah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun baiat dengan Jamaah Minal Muslimin saat ini adalah baiat amal  atau baiat untuk beramal islami dalam ruang lingkup kerja sama untuk  melakukan suatu kebajikan dan ketakwaan kepada Allah swt, sebagaimana  firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan  takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”  (QS. Al Maidah : 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda halnya dengan baiat terhadap Jamaatul Muslimin yang mengikat  dan tidak boleh melepaskannya maka baiat terhadap Jamaah Minal Muslimin  adalah baiat yang tidak ada ikatan antara orang yang membaiat dan yang  dibaiat kecuali hanya ikatan kerja yang disepakatinya, dalam hal ini  adalah kerja da’wah atau kerja islami. Sehingga tidak ada keharusan  baginya untuk terus menerus mengikuti orang yang dibaiat itu walaupun  orang itu telah melanggar kesepakatan baiat yang ada. Dalam keadaan  dimana terjadi penyimpangan terhadap kesepakatan baiat maka dibolehkan  baginya untuk melepaskan baiatnya itu dan keluar atau memisahkan diri  dari jamaah tersebut bahkan bisa jadi keluar darinya menjadi sebuah  keharusan manakala dia melihat bahwa keberadaannya didalam jamaah  tersebut justru akan semakin menjauhkannya dari Allah swt dan dari  tujuannya sebagai seorang dai yang menyeru ke jalan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Bukhori dan Muslim dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi  wasallam bersabda: "Mendengar dan taat adalah haq (kewajiban) selama  tidak diperintah berbuat maksiat. Apabila diperintah berbuat maksiat  maka tidak ada (kewajiban) untuk mendengar dan taat".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said Hawwa mengatakan bahwa akan halnya baiat untuk melakukan amal  shalih, maka seseorang boleh mengambilnya dari siapapun. Keduanya tidak  lalu terikat secara individu.&lt;br /&gt;Demikianlah dinyatakan oleh para ahli fiqih dari kalangan madzhab Hanafi  : “seseorang memberikan perjanjian (baiat) baiat kepada syeikh. Di saat  yang bersamaan dia memberikan baiat kepada Syeikh yang lain. Dari dua  perjanjian itu manakah yang mengikat? Mereka menjawab bahwa tidak ada  satu pun yang mengikatnya. Hal itu tidak berdasar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan keterangan ini maka setiap baiat yang diterima oleh para  syeikh dari para muridnya atau yang diterima para pemimpin dari  pengikutnya tidaklah bersifat mengikat….&lt;br /&gt;Zaman sekarang tahta khilafah telah tiada. Para Fuqoha madzhab Syafi’i  telah menulis bahwa dalam keadaan seperti ini hukum khilafah diberikan  kepada orang yang paling alim di zamannya. Sementara madzhab Hanafi  berprinsip bahwa seseorang tidak dianggap khalifah kecuali setelah  seluruh perintahnya dipatuhi, yakni setelah kekuasaan eksekutif  dimiliki. Sebelum hal ini terwujud, maka baiat yang diakui hanyalah  baiat amal. (Membina Angkatan Mujahid, Said Hawwa, hal. 131– 132)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baca : “&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-berhenti-dari-jamaah.html"&gt;Hukum Berhenti dari Jamaah&lt;/a&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-pemecatan-dalam-harakah-dakwah.html"&gt;Hukum Pemecatan dalam Harakah Da’wah&lt;/a&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1483913414030318686?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1483913414030318686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/berdosa-tidaknya-meninggalkan-jamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1483913414030318686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1483913414030318686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/berdosa-tidaknya-meninggalkan-jamaah.html' title='Berdosa tidaknya Meninggalkan Jamaah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-78780964603487011</id><published>2010-09-01T20:23:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T20:26:35.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Hukum Mandi Junub setelah Shubuh pada Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menanyakan bagaimana hukumnya jika pasangan suami istri yang melakukan mandi junub setelah masuk waktu sholat subuh, padahal sebelumnya sudah sahur dan berniat melakukan ibadah puasa Ramadhan. karena jika mandi sebelum sahur, kami merasa malu karena akan ketahuan oleh anggota keluarga yang lain. mohon penjelasan dari ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Nasywa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Nasywa yang dimuliakan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan bagi seorang yang sedang berpuasa untuk mandi dan hal itu tidaklah berpengaruh kepada puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah didalam “al Mughni” (18/3) mengatakan,”Tidak mengapa seorang yang tengah berpuasa mandi. Dia berargumentasi dengan apa yang diriwayatkan oleh Bukhori (1926) dan Muslim (1109) dari Aisyah dan Ummu Salamah bahwa Rasulullah saw mendapatkan waktu fajar sedangkan beliau saw dalam keadaan junub di rumah keluarga beliau kemudian beliau mandi dan berpuasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Daud dari sebagian sahabat Nabi saw berkata sungguh aku telah melihat Rasulullah saw menuangkan air ke kepalanya karena haus atau panas, sementara beliau sedang berpuasa. (Dishahihkan ole al Albani didalam Shahih Abi Daud)&lt;br /&gt;Didalam kitab “Aunul Ma’bud” disebutkan bahwa hadits ini merupakan dalil dibolehkannya seorang yang tengah berpuasa menghilangkan rasa panas dengan menuangkan air ke sebagian atau seluruh tubuhnya. Ini juga menjadi pendapat jumhur dan mereka tidaklah membedakan antara mandi wajib, sunnah maupun mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhori mengatakan didalam “Bab Mandinya Orang yang Berpuasa” bahwa Ibnu Umar telah membasahi pakaiannya sementara ia tengah berpuasa. Asy Sya’bi memasuki kamar mandi dalam keadaan berpuasa.. al Hasan berkata,”Tidak mengapa bagi orang yang berpuasa untuk berkumur-kumur dan mendinginkan dari rasa panas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh mengatakan,”ungkapannya (Bukhori) “Bab Mandinya Orang yang Berpuasa” adalah penjelasan akan dibolehkannya hal itu. az Zain bin al Munayyir mengatakan,”Dimutlakkannya kata mandi itu mencakup mandi-mandi yang sunnah, wajib maupun mubah. Seakan-akan dia menunjukkan akan kelemahan apa yang diriwayatkan dari Ali yang berisi larangan bagi orang yamg berpuasa memasuki kamar mandi, dan riwayat itu dikeluarkan oleh ar Razaq dan didalam sanadnya terdapat kelemahan. (Fatawa al Islam Sual wa Jawab 38907)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan bagi seseorang yang tengah berpuasa untuk mandi junub setelah masuk waktu fajar berdasarkan dalil-dalil diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian dilarang bagi seseorang melakukan mandi junub setelah terbitnya matahari karena hal itu berarti mengakhirkan dan menyia-nyiakan pelaksanaan shalat shubuh dan hal ini dilarang Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai hanya karena malu kepada orang lain mengakibatkan dirinya menunda-nunda atau menyia-nyiakan shalat shubuh. Jadi yang terbaik adalah segera melaksanakan mandi junub dan menunaikan shalat shubuh di awal waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;source:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/mandi-junub-setelah-masuk-waktu-shubuh-pada-bulan-ramadhan.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-78780964603487011?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/78780964603487011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-mandi-junub-setelah-shubuh-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/78780964603487011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/78780964603487011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-mandi-junub-setelah-shubuh-pada.html' title='Hukum Mandi Junub setelah Shubuh pada Bulan Ramadhan'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4922547286192484648</id><published>2010-09-01T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T20:27:27.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Batas Waktu Bersetubuh Suami Istri dan Dalil Berbuka Mulai Maghrib</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ass.kum wr. wb. ustadz.&lt;br /&gt;saya mau tanya mengenai hubungan suami istri di malam hari bulan Ramadhan. Malam hari mulai jam berapa dan sampai jam berapa. Apakah setelah magrib udah bisa di lakukan? Dan batas akhirnya jam berapa, menurut dalil yang saya ketahui itu sampai waktu fajar. Apakah mandi junubnya bisa dilakukan setelah sahur sebelum subuh. apakah sahurnya sah jika belum mandi junub.terima kasih&lt;br /&gt;Wass.kum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Whem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas Waktu Berbuka Puasa&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak ustadz, saya pengen bertanya tentang batas waktu berbuka. Saya mendengar dari beberapa teman bahwa dalil yang ada mengenai berbuka itu ialah ketika malam, dan menurut pendapat ini tidak ada dalil yang mengindikasikan Rasulullah berbuka ketika azan magrib, tidak seperti imsak yg ada dalilnya saat azan subuh. Yang ada hanyalah dalil mengenai malam dan matahari terbenam yang tidak secara langsung merujuk kepada azan magrib. Lantas kenapa dimana2 orang berbuka puasa di waktu magrib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasannya ustadz, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Whem&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Whem dan Riko yang dirahmati Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang waktu menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti : makan, minum dan jima (bersetubuh) disebutkan didalam firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqoroh : 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam menafsirkan makna ayat diatas, Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah swt membolehkan makan, minum dengan sebelumnya Dia swt juga membolehkan jima’ di malam apapun yang disukai oleh seorang yang berpuasa hingga tampak dibedakan sinar pagi dari gelapnya malam, hal ini diibaratkan dengan benang putih dari benang hitam dan tidak ada kesamaran di sana dengan firman-Nya مِنَ الْفَجْرِ sebagaimana didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Abdillah al Bukhrori dari Sahal bin Sa'ad berkata: Ketika turun ayat ("Dan makan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam") dan belum diturunkan ayat lanjutannya yaitu ("dari fajar"), ada diantara orang-orang apabila hendak shaum maka mereka mengikatkan seutas benang putih dan benang hitam di kedua kakinya. Dia meneruskan makannya hingga jelas terlihat perbedaan dari kedua benang itu. Maka Allah Ta'ala kemudian menurunkan ayat lanjutannya ("dari fajar"). Dari situ mereka mengetahui bahwa yang dimaksud (dengan benang hitam dan putih) adalah malam dan siang"… (Tafsir al Qur’an al Azhim juz I hal 512 – 513)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhori meriwayatkan dari Anas dari Zaid bin Tsabit berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat. Aku bertanya: "Berapa antara adzan (Shubuh) dan sahur?". Dia menjawab: "Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian waktu dibolehkannya seseorang makan, minum dan berjima’ pada saat Ramadhan adalah sejak waktu malam hingga waktu fajar sebagaimana penjelasan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu malam yang dimaksud adalah maghrib, sebagaimana diriwayatkan Bukhori dan Muslim dari 'Ashim bin 'Umar bin Al Khaththob dari bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar mengatakan bahwa makna “Jika malam telah datang dari sana” yaitu dari arah timur seperti yang ditunjukkan oleh hadits setelahnya—Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Abu Aufa berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan yang ketika itu beliau berkata kepada seseorang: "Turunlah disini dan siapkan minuman buatku". Orang itu berkata: "Wahai Rasulullah, bukankah masih ada matahari?" Beliau berkata, lagi: "Turunlah (berhenti disini) dan siapkan minuman buatku". Orang itu berkata, lagi: "Wahai Rasulullah, bukankah masih ada matahari?" Beliau berkata, lagi: "Turunlah dan siapkan minuman buatku". Maka orang itu berhenti lalu memberikan minuman kepada Beliau, lalu Beliau minum kemudian melempar sesuatu dengan tangan Beliau ke suatu arah lalu bersabda: "Apabila kalian telah melihat malam sudah datang dari arah sana maka orang yang puasa sudah boleh berbuka ".—maksudnya adalah datangnya gelap secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits ini disebutkan tiga hal yang meski pada dasarnya bersesuaian namun terkadang secara lahiriyah tidaklah bersesuaian. Terkadang datangnya malam diperkirakan dari arah timur dan kedatangannya itu bukanlah hakikatnya akan tetapi adanya sesuatu yang menutupi sinar matahari, demikian pula terhadap berlalunya siang. oleh karena itu ia diikat dengan perkataan “terbenamnya matahari” yang menunjukkan persyaratan kepastian datangnya malam dan berlalunya siang. Yang demikian dikarenakan keduanya adalah dengan sarana terbenamnya matahari bukan karena sebab lain. (Fathul Bari juz VI hal 215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan makna tenggelamnya matahari adalah terbenam seluruhnya, sebagaimana disebutkan oleh pemilik kitab “Tuhfatul Ahwadzi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuknya waktu maghrib di setiap negeri disesuaikan dengan tenggelamnya matahari dari pengamatan dan penglihatan penduduk negeri itu yang kemudian ditandai dengan kumandang adzan maghrib. Dan seandainya seorang muadzin mengumandangkan adzan maghrib sebelum masuknya waktu maghrib maka hal itu tidak menjadi patokan dibolehkannya seorang yang berpuasa untuk berbuka karena persyaratan tenggelamnya matahari belumlah terpenuhi. Jadi yang menjadi sandaran berbuka bukanlah semata-mata adzan maghrib karena seorang muadzin bisa salah mengumandangkannya—sebelum masuk waktuny—akan tetapi yang menjadi sandaran adalah tenggelamnya matahari secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan waktu akhir seseorang diperbolehkan makan, minum dan berjima adalah ketika dia meyakini telah tampak jelas fajar kedua atau yang dikenal dengan fajar shadiq. Dinamakan shadiq (fajar sebenarnya) karena telah jelas dan tampak waktu shubuh yang ditandai dengan warna putih yang menyebar di ufuk, sebagaimana dijelaskan didalam kitab ‘al Mausu’ah al Fiqhiyah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari maka makan dan minumlah sehingga Ibnu Ummu Maktum mengumandangkan adzannya. Dia adalah seorang buta yang tidak mengumandangkan adzan sehingga dikatakan kepadanya,”sudah pagi, sudah pagi.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam riwayatnya yang lain Bukhori menyebutkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Bilal biasa melakukan adzan (pertama) di malam hari, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummu Maktum melakukan adzan, karena dia tidak melakukan adzan kecuali sudah terbit fajar". Al Qasim berkata: "Jarak antara adzan keduanya itu tidaklah lama melainkan bila yang satunya naik maka yang satunya lagi turun (maksudnya naik ke dan turun dari menara) ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga barangsiapa yang makan atau minum sebelum masuk waktu maghrib yang ditandai dengan terbenamnya matahari atau setelah terbit fajar shadiq maka diwajibkan baginya mengqadha puasanya. Sedangkan barangsiapa yang berjima’ sebelum masuk waktu maghrib atau setelah terbit fajar shadiq maka diwajibkan baginya kafarat, yaitu membebaskan seorang budak jika ia tidak menyanggupinya maka berpuasa dua bulan berturut-turut dan jika ia tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mandi junub seseorang yang berpuasa maka boleh dilakukan setelah masuk fajar shadiq dan hal itu tidaklah membatalkan puasa. (baca : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/hukum-mandi-junub-setelah-shubuh-pada.html"&gt;Hukum Mandi Junub setelah Shubuh pada Bulan Ramadhan&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/batas-waktu-bersetubuh-suami-istri-di-malam-bulan-ramadhan.htm&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4922547286192484648?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4922547286192484648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/batas-waktu-bersetubuh-suami-istri-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4922547286192484648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4922547286192484648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/batas-waktu-bersetubuh-suami-istri-dan.html' title='Batas Waktu Bersetubuh Suami Istri dan Dalil Berbuka Mulai Maghrib'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-3253627964648791316</id><published>2010-09-01T19:59:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T20:03:12.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Amalan-amalan Meraih Lailatul Qodr</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum Warohmatuloh Wabarokatuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ustadz sigit yang di Muliakan ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya ingin bertanya tentang amalan amalan Lailatul Qadr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah ada doa / zikir husus ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hilmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Hilmi yang dirahmati Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karunia Allah swt kepada kaum muslimin di malam-malam terakhir bulan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramadhan&lt;/span&gt; adalah diadakannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lailatul Qodr&lt;/span&gt;, suatu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, di malam ini pula ketetapan seorang hamba baik kehidupan, rezeki dan keberkahannya dituliskan oleh Allah swt hingga setahun berikutnya, malam yang seluruhnya adalah kebaikan dan diliputi oleh rahmat Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾&lt;br /&gt;وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾&lt;br /&gt;لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾&lt;br /&gt;تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾&lt;br /&gt;سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 1 – 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah, yang sanadnya dihasankan oleh al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kebiasan Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah menghidupkan sepuluh malam terakhir dari Ramadhan dengan beritikaf, memperbanyak ibadah kepada Allah swt dan menjauhkan diri mereka dari berbagai kebisingan dan tarikan-tarikan duniawi demi menggapai kebaikan dan keberkahan didalamnya dan untuk bisa meraih Lailatul Qodr yang disediakan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam muslim meriwayatkan dari Aisyah berkata; "Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya."&lt;br /&gt;Syeikh Hani Hilmi menyebutkan beberapa amalan yang dilakukan pada sepuluh malam terakhir dari Ramadhan, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak tidur di malam-malam yang sepuluh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghidupkan malam-malam yang sepuluh ini dengan melakukan shalat tahajjud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membantu keluarga untuk beramal shaleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits Abu Dzar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam bersama mereka (kaum muslimin) pada malam 23 dan 25. Disebutkan bahwa beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengajak keluarga dan istri-istrinya pada malam 27 secara khusus. Hal ini menunjukkan kesungguhan beliau membangunkan mereka di hari-hari ganjil yang diharapkan terjadi didalamnya Lailatul Qodr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan Tsauriy mengatakan,”Aku menginginkan jika telah masuk sepuluh hari terakhir melaksanakan shalat malam dan bertahajjud didalam serta membangunkan keluarga dan anakna untuk melaksanakan shalat jika mereka sanggup melaksanakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperbanyak doa di malam-malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata; "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah; ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ANNA” (ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pema'af mencintai kema'afan, maka ma'afkanlah daku)." (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan Tsauriy berkata,”Berdoa di malam itu lebih aku sukai daripada melaksanakan shalat. Dan jika dia membaca maka dia berdoa dan berharap kepada Allah didalam doanya yang barangkali Dia swt menyetujui permintaannya. Memperbanyak doa lebih utama daripada melaksanakan shalat yang tidak diperbanyak doa didalamnya namun jika dia membaca lalu berdoa maka itu baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mensucikan yang lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafusshaleh dahulu menganjurkan untuk mandi di setiap malam dari malam-malam yang sepuluh akhir Ramadhan. diantara mereka ada yang mandi dan menggunakan wangi-wangian di malam-malam yang diharapkan terjadinya Lailatul Qodr didalamnya. Tidak sepatutnya bagi seorang yang bermunajat kepada Sang Penguasa (Allah swt) didalam khalwatnya kecuali dia telah menghiasi keadaan lahir dan batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Malamnya seperti siangnya yang tidak melalaikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para salafusshaleh berpendapat bahwa kesungguhan di (malam) Lailatul Qodr adalah juga seperti kesungguhan di siang harinya dengan senantiasa bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i berkata,”Dianjurkan agar kesungguhnyanya di siang hari seperti kesungguhannya di malamnya.” Hal ini menunjukkan anjuran bersungguh-sungguh di setiap waktu dari sepuluh malam terakhir baik di siang maupun malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diantara ibadah yang paling mulia yang mendekatkan dirinya kepada Allah swt pada waktu ini adalah tabattul (Fokus dalam beribadah kepada Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا ﴿٨﴾&lt;br /&gt;رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا ﴿٩﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ‘Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh konsentrasi. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.” (QS. Al Muzammil 8 – 9), artinya mengosongkan hatinya hanya untuk-Nya, meninggalkan debat, obrolan, ikhtilath yang tercela, mematikan HP, berbagai kesibukan dan hendaklah anda menyendiri dan berhias dengan munajat kepada Tuhanmu, berzikir dan berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mensensitifkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermatilah senantiasa niatmu karena niat seseorang lebih baik daripada amalnya, maka introspeksilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Renungkanlah bahwa kedudukanmu adalah sesuai dengan kadar kesungguhanmu&lt;br /&gt;Janganlah kamu tinggalkan satu pintu dari kebaikan kecuali kamu mengetuknya, sesungguhnya variatif didalam amal-amal ketaatan adalah obat dari kejenuhan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hendaklah kamu bersungguh-sungguh dan berlelah-lelah dengan disertai kesabaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menyedikitkan Perkataan&lt;br /&gt;Saya menyarankan agar menyedikitkan perkataan-perkataan di saat siang dan malam, hendaklah memperhatikan perkara-perkara ini, hendaklah diam (tidak berbicara) karena sesungguhnya siapa yang diam maka selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ingatlah bahwa ini adalah zaman berkompetisi maka janganlah engkau ridho dengan kegagalan. Salah seorang dari mereka mengatakan,”…. Orang-orang telah sukses dengan ampunan, rahmat, pembebasan, pelipatgandaan amal-amal mereka dan mengharapkan surga sedangkan engkau tetap di tempatmu dengan terbelenggu oleh berbagai kesalahan.” Tidak dan tidak mungkin engkau rela, karena itu bersungguh-sungguhlah selalu dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Berbaik sangka kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu kehilangan sesuatu maka bangunlah dan berusahalah barangkali kamu akan mendapati penggantinya. Sesungguhnya Dia swt menahan pemberian bagi orang buruk sangka terhadap Allah swt. seandainya kamu berbaik sangka terhadap Allah maka amalmu akan semakin baik karena kamu akan mencintai-Nya dengan kecintaan yang dalam. Wahai Allah kami meminta cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta setiap amal perbuatan yang mendekatkan kami ke surgamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jadikan ibadahmu dalam keadaan sepi yang tidak dilihat kecuali oleh Allah sesungguhnya hal itu dapat mengantarkannya menuju ikhlas. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,”Shalat sunnah seseorang yang tidak dilihat orang lain sama dengan shalat yang disaksikan orang lain dua puluh lima (kali).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Gabungkan antara kuantitas dan kualitas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/amalan-amalan-lailatul-qadr.htm&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-3253627964648791316?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/3253627964648791316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/amalan-amalan-meraih-lailatul-qodr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3253627964648791316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3253627964648791316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/09/amalan-amalan-meraih-lailatul-qodr.html' title='Amalan-amalan Meraih Lailatul Qodr'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8093382668302908992</id><published>2010-07-21T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T20:03:44.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>JALAN KELUAR DARI SEGALA MASALAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JALAN KELUAR DARI SEGALA MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                        OLEH :  USTADZ SONI PARSONO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(TANFIDZ MAJLIS KHOTMIL QUR'AN AL-HIDAYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  Alloh yang Maha Perkasa yang Maha Kuasa, terus mau mengurus diri kita,  semoga sebesar apapun masalah kita Alloh SWT menyelesaikannya dengan  sebaik-baik penyelesaian. Pada suatu hari Rasulullah saw. masuk ke  masjid, dilihatnya seorang sahabat duduk berdzikir, terlihat khusyu’  dengan mata dibasahi air mata kebimbangan. Setelah didekati, ternyata  dia adalah Abi Umamah Al-Bahily salah seorang sahabat yang dikenal tegar  memperjuangkan dan membela Islam. Rasul pun bertanya:“Apa gerangan yang  menyebabkan kedukaan ini?”&lt;br /&gt;Diapun berkisah : “Wahai Rasulullah, aku  ini seorang yang terlilit hutang teramat banyak sehingga aku tidak mampu  melunasinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tertegun, kemudian bersabda; “Maukah kau  kuajarkan sebuah do’a yang bisa membuat hatimu tenteram dan  menghilangkan kegelisahanmu?” Abu Umamah mengangguk, maka Rasulullah  membacakan do’a ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alloohumma innii a’uudzu bika minal hammi wal  hazani, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi walkasali,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wa a’uudzubika minal  bukhli wal jubni, wa a’uudzu bika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="readmore"&gt;Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari rundungan  sedih dan duka, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku  berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan penakut, aku berlindung  kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Do’a pendek  tersebut telah membangkitkan gairah hidup Abu Umamah yang hampir  terperosok dalam jurang keputusasaan. Ia mengamalkan do’a tersebut dan  akhirnya dia menjadi seorang yang selalu optimis menghadapi kehidupan  dan tidak pesimis atau putus asa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Al-hammi dalam do’a tersebut adalah  rasa khawatir dan resah menghadapi kejadian yang akan menimpa sebelum  terjadi. Sebagai seorang mu’min, kita tidak perlu gelisah menghadapi  masa depan dan harus selalu berkeyakinan masa depan kita berada ditangan  Allah, sehingga tetap optimis menghadapi masa depan dengan ikhtiar dan  do’a. Ikhtiar kita, kita berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan masa  depan, masa depan dunia dan masa depan akherat, lalu terus berdo’a,  hasilnya kita serahkan kepada yang maha Mengatur segala urusan yaitu  Alloh SWT, Alloh Maha Tau apa yang belum terjadi, segala keputusan Alloh  itulah yang terbaik buat kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Hazan &lt;/span&gt;adalah kebingungan atas apa  yang telah terjadi, terus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan  akibatmya jalan hidup tertutup dan hidup hanya berandai-andai dalam  lamunan hampa. Optimislah ! masa lalu biarlah berlalu, jika masa lalu  kelabu, berlumuran dosa, mari bertaubat ! Kita lihat jauh kedepan,  lupakan masa lalu, mari hadapi masa depan dengan bekerja keras untuk  menggapai sukses dunia dan akherat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Al-‘Ajzi ialah perasaan lemah  tidak berdaya. Melihat orang lain maju tidak jadi pemicu gairah kerja,  tetapi menimbulkan rasa rendah diri dan ketidakmampuan. Padahal setiap  manusia diberi kelebihan dari yang lainnya. Mari bersemangat, setiap  orang mempunyai peluang yang sama untuk menggapai sukses, kuatkan hati  kita, tegakkan badan kita, pasti kita mempunyai sesuatu kelebihan yang  apabila kita mampu mengolahnya akan menjadi kekuatan yang membuat kita  sukses menghadapi hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Kasal &lt;/span&gt;artinya tidak punya kemauan  atau sifat malas tanpa alasan. Rasa malas ini lahir ketika melihat  pekerjaan yang dia pandang tidak sanggup melaksanakannya. Dalam hal ini  diperlukan keseimbangan kerja sesuai dengan porsi yang dibutuhkan,  sehingga semangat kerja stabil dan optimis. Kita sering malas tanpa  alasan yang jelas, kerja tidak sungguh-sungguh, tidak giat belajar,  tidak pernah membaca padahal banyak waktu longgar, tidak datang ke  majlis ilmu/pengajian padahal dirumah nonton TV, inilah sifat “Al-Kasal”  yang akan menghancurkan manusia secara pelan-pelan, kita berlindung  semoga kita dijauhkan dari sifat pemalas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Al-Bukhli berarti kikir,  dimana seseorang telah meraih apa yang dicita-citakan, dia lupa daratan  dan tidak ingat kejadian asalnya, serta melupakan jasa orang kecil yang  membantunya mencapai kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Jubni&lt;/span&gt; adalah sifat rakus dan  pengecut akibat rasa takut hilangnya harta atau jabatan yang ada dalam  genggamannya. Berat rasanya dia tinggalkan kekayaan yang dia raih.  Akibatnya menjadi seorang manusia yang diliputi rasa takut dan muncul  sifat sombong dengan hasil usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gholabatiddain&lt;/span&gt; ialah terlilit  hutang seperti yang terjadi pada Abu Umamah. Ini bisa menimpa kepada  siapa saja, tentu jalan keluar ada dua, pertama adalah ikhtiar sekuat  tenaga bagaimana kita bekerja semaksimal mungkin dengan cara-cara yang  diridhoi Alloh, lalu yang kedua adalah melibatkan Alloh SWT yang Maha  Kaya. Kita sebagai manusia sering tidak melibatkan Alloh dalam urusan  kita, seakan-akan kita bisa menghadapi semua hal tanpa dibantu oleh  Alloh SWT. Padahal, jika Alloh SWT sudah mau mengurus urusan kita, mau  menyelesaikan masalah kita, pasti semua akan beres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qohr ar  Rijal&lt;/span&gt;.yaitu mohon perlindungan dari penindasan manusia disebabkan  menurunnya martabat karena gelisah, bimbang, karena rendah diri, karena  kebodohan, karena hutang, dan lain-lain. Dengan permohonan ini, ia akan  menjadi manusia yang terhormat dihadapan Allah dan terhormat dihadapan  manusia. Marilah kita hindari dan berlindung kepada Alloh dari sifat  Al-Hamm/khawatir, Al-Huzn/resah, Al-‘Ajzi/lemah, Al-Kasal/malas,  Al-Bukhl/kikir dan Al-Jubn/rakus dan penakut, maka insya Alloh hidup ini  akan indah, akan penuh rasa optimis, dan kita akan terbebas dari  Gholabatiddain yaitu terlilit hutang dan terbebas dari Qohririjal.yaitu  penindasan manusia. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8093382668302908992?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8093382668302908992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/jalan-keluar-dari-segala-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8093382668302908992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8093382668302908992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/jalan-keluar-dari-segala-masalah.html' title='JALAN KELUAR DARI SEGALA MASALAH'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-5435151602450066247</id><published>2010-07-21T19:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T19:59:53.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>ANTARA PERBEDAAN DAN PENYIMPANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTARA PERBEDAAN &amp;amp; PENYIMPANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OLEH : USTADZ SONI PARSONO   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(TANFIDZ Majlis Khotmil Qur‘an AL-HIDAYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, umat islam  takkan pernah bersatu, kecuali bila Nabi bangkit dari kuburnya, atau  terdapat ancaman nyata dari orang kafir”, ucap seorang da’i dengan  berapi-api, “Jasad Nabi masih hangat, belum sempat dikuburkan,  perselisihan telah muncul dan nyaris menimbulkan perpecahan…………….” da’i  tersebut melanjutkan.Da’i diatas mungkin tidak tau, bahwa pendapatnya  sesuai dengan pendapat yang banyak dianut oleh kaum orientalis. Mereka  para orientalis dan musuh islam lainnya, berusaha untuk meyakinkan bahwa  persatuan islam takkan mungkin pernah terwujud lebih-lebih dikalangan  bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sadar ataupun tidak, umat islam termakan dengan  pendapat tersebut.Mereka para musuh islam, juga tak pernah henti ikut  andil dalam memecah belah umat. Berbagai cara mereka lakukan, baik dari  luar maupun dari dalam, atau lewat umat islam sendiri, bahkan  “ulamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walau pada  kenyataannya hingga abad ke-21 ini, perpecahan terus terjadi, pada  dasarnya pendapat tersebut tidak tepat, kalau tidak dapat dikatakan  salah, namun umat jarang yang memikirkan dan bertindak secara nyata  untuk mewujudkan sebuah persatuan. Ironisnya, untuk menghalakan  perpecahan, sebagian umat malah membesar-besarkan (sesuai penafsirannya  sendiri) sebuah hadits Nabi SAW yang mensinyalir akan terjadinya  perpecahan menjadi 73 golongan. Lepas dari masalah keotentikan hadits  tersebut, yang jelas ia tak dapat digunakan sebagai dalil untuk  megkafirkan, menyalahkan, memusyrikkan, membid’ahkan dan menyesatkan  kelompok lain.Persoalan besar akan muncul, manakala perbedaan atau  masalah khilafiyah yang muncul dianggap sebagai penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu  kelompok dengan dalil Al-Quran dan hadits, yang tentu saja menurut  pemahaman dan penafsiran mereka sendiri, berjihat dengan tenaga, harta  dan ilmu untuk meluruskan penyimpangan yang ada. Kelompok lain yang  merasa “diusik”, sibuk mencari dalil untuk mempertahankan diri dan  membenarkan apa yang mereka amalkan. Dalil demi dalil dipaparkan hingga  menjadi polemik berkepanjangan yang membingungkan umat. Ratusan judul  buku dicetak hanya untuk menyerang dan mempertahankan pendapat. Bahkan  buku-buku yang termasuk pokok-pokok agama, seperti himbunan  hadits-hadits diseleksi, dikomentari dan disisipi pendapat menurut  kepentingan kelompok masing-masing, upaya penerjemahan, bahkan  penerbitan buku tak lagi berorientasi dakwah, ekonomi, melainkan untuk  mengibarkan bendera golongan atau kelompoknya.Para khotib dan ulama  bagai kekurangan bahan untuk berkhutbah, hingga mereka banyak  mengemukakan tema itu-itu juga sebagai santapan rohani. Mimbar yang  seharusnya menjadi sarana paling ampuh untuk mengingatkan umat, banyak  yang terseret menjadi ajang “pertempuran” pendapat.Yang sangat-sangat  memprihatinkan, seluruh upaya pemecahbelahan umat, penumbuhan rasa  fanatik dan kebencian terhadap kelompok lain dianggap sebagai sebuah  dakwah. Bila mereka berdalilkan Al-Quran dan Hadits Nabi SAW, dapat  dipastikan mereka salah dalam memahaminya.Pengertian dan aktifitas  dakwah menjadi rancu dan salah alamat. Dakwah dalam pengertian mengajak  dan mengingatkan umat, tak lebih dari mengajak ke kelompok, mazhab atau  alirannya. Fungsi dakwah sebagai pengingat, juga tak lebih dari  mengingatkan mengenai hal-hal yang dianggap “menyimpang” oleh penafsiran  kelompok masing-masing.Umat terperosok kejurang kemaksiatan, kebodohan  dan tak jarang yang murtad, namun kesemuanya belum juga menyadarkan.  Permasalahan ini bermuara dari kesalahan dalam memandang dan menyikapi  perbedaan pendapat atau masalah khilafiah.Memang hal tersebut bukan  satu-satunya sebab, namun termasuk penyebab utama rentannya persatuan  umat. Setelah lahir beberapa generasi besar Islam, seperti NU,  Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain. Lahir pula puluhan anak dan cucu  dari kelompok tersebut. Juga muncul aliran-aliran dari beberapa negara  lain, belum lagi dengan thariqah dengan tarekat masing-masing yang  mencapai puluhan.Apakah hal ini sebagai perpecahan? BUKAN !!!, bila kita  memandang dan mensikapinya sebagai suatu perbedaan yang wajar, baik  secara akal sehat maupun dalil yang dimiliki masing-masing kelompok.  Namun bila dianggap sebagai suatu perpecahan, maka benar apa yang  diceramahkan oleh da’i di atas, bahwa “Umat Islam takkan pernah bersatu,  kecuali bila Nabi bangkit dari kuburnya, atau terdapat ancaman nyata  dari orang kafir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang naif bila kita memandang seluruh perbedaan yang  ada sebagai keragaman yang sah-sah saja menurut agama. Lalu apa “Alat  Deteksi” untuk mengklasifikasikan suatu kelompok, atau madzab, aliran,  tarekat, atau bahkan kekafiran? Dan yang tak kalah penting, siapa yang  berwenang untuk memvonisnmya?Selama perbedaan yang ada menyangkut  masalah furu’iyyah atau cabang-cabang agama, maka menurut mayoritas  ulama’ berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist Nabi Saw bukan termasuk  penyimpangan, sesat, apalagi kafir. Dan tak sembarang orang bahkan  Ulama’ mempunyai wewenang dalam masalah ini, namun mereka yang  benar-benar memiliki ilmu, dan yang mengamalkan ilmunya secara ikhlaslah  yang berkompeten dalam masalah tersebut.Namun bila masalah agama  menyangkut masalah Ushul atau pokok-pokok agama, maka memang pantas  dikelompokkan oleh para ulama’ berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi Saw  sebagai suatu Bid ‘ah, sesat, atau bahkan mungkin juga  kafir.Pengklasifikasian antara mana masalah ushul dan furu’, bukan  kewenangan sembarang orang, namun kembali kepada para Ulama’. Walau  terkadang masih terjadi perbedaan pendapat disana sini, yang menyangkut  pengembangan dari satu masalah, namun jumhur (kesepakatan) ulama’ telah  mensepakati tema-tema pokok yang masuk kedalam lingkup masalah  Ushul.Hal-hal pokok yang masuk dalam masalah Ushul, diantaranya :  mengenai Zat Alloh, kenabian, alqur’an, kebangkitan, surga dan neraka  Dll, berikut cabang dan uraian dari setiap masalah. Misalnya mengenai  kenabian, mempercayai bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rosul  terakhir. Mengenai Al-qur’an, mengimani sebagai kalamullah yang tidak  bertambah dan berkurang sejak diturunkan hingga akhir zaman dll.Lalu  siapa ulama’ yang berkompeten dalam “memvonis” sebuah aliran ? di negeri  yang kita cintai ini, Majlis Ulama Indonesia (MUI) dengan segala  kelebihan dan kekurangannya, paling tidak pantas untuk dianggap sebagai  sebuah lembaga yang kompeten untuk memfatwakan mengenai sebuah aliran  atau kelompok atau madzab tertentu. Pada dasarnya, beberapa aliran telah  divonis MUI sebagai aliran yang sesat, namun entah mengapa sepertinya  kurang disosialisasikan kepada umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau paparan ini mungkin bagi  sebagian pihak dianggap sama saja dengan menyesatkan kelompok lain,  namun pada dasarnya hanya sebuah upaya pengingat agar kita semua  introspeksi. Kami sendiri tak merasa kompeten dalam mendakwa apalagi  memvonis kelompok atau aliran tertentu. Bahkan untuk menghindari ketidak  objektifan kami mempersilahkan anda untuk merujuk langsung kepada fatwa  MUI.Persatuan takkan terwujud tanpa persaudaraan yang tumbuh dari hati  nurani. Sementara gejala yang muncul di tengah ummat, bukan saja  perpecahan, namun telah berkembang menjadi sebuah permusuhan yang bukan  tidak mungkin akan berakhir dengan pertikaian bahkan pertumpahan darah.  Gejala seperti ini, bagai kelompok Khawarij yang pernah ada di masa  permulaan Hijriyyah. Faham Khawarij telah punah, namun semangat Khawarij  bagai tumbuh subur di tengah umat.Kami tak menuduh siapapun, tetapi  kami mengajak semua pihak untuk introspeksi dan tidak secara mudah  mendakwa apalagi memvonis kelompok lain. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Nb. Khawarij  adalah sebuah kelompok yang kuat dan tekun dalam ibadah, tetapi sangat  ekstrem dalam pendapat dia berani mengkafirkan sesama kaum muslim bahkan  Ustman bin Affan (kholifah ke 3 yang dijamin masuk surga oleh Nabi)  dianggap telah menyimpang, juga Ali bin Abu Tholib (kholifah ke 4 yang  dijamin masuk surga oleh Nabi) dianggap pendosa besar bahkan  kafir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan Hadist tentang persatuan.Wa’tasimuu  bihablillaahi jamiiaw walaa tafarroquu (Q.S. Al-Imron:103)Dan  berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu  bercerai berai.Innamal mu’minuuna ikhwatun fa aslikhuu baina akhowaikum  wattaqulloha la’allakum turkhamuun(Q.S. Al-Hujurat:10)Sesungguhnya  orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua  saudaramu dan bertaqwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat  rohmat.“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu  berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang  kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang  bersabar.”(Q.S. Al Anfaal:46)“Muhammad adalah utusan Alloh dan mereka  yang bersamanya bersikap teguh dan kuat terhadap orang kafir, dan  bersikap belas kasih terhadap sesama (muslim)” (Q.S. Al Fath:29)]“Dan  orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa  kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul  kebohongan dan dosa yang nyata.” (Q.S. Al Ahzaab; 58)“Yaa  ayyuhalladziina aamanu laayaskhor qoumum mingqoumin ‘asaa ayyakunu  khoirom minhum”“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum  mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang  diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok).” (Q.S. Al  Hujuraat; 11)* Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kamu, hingga  ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. (HR.  Bukhari &amp;amp; Muslim).* Barangsiapa memanggil kafir seseorang (muslim)  atau mengatakan ‘hai musuh Alloh’, padahal ia tidak seperti itu maka  sebutan itu kembali kepadanya.(HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)* Setiap muslim  satu terhadap muslim lainnya, haram darah, harta, dan kehormatannya.(HR.  Muslim &amp;amp; Turmudzi)* Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya,  tidak mendzaliminya, tidak merendahkannya, dan tidak menghinanya.(HR.  Muslim)* Menghina seorang muslim adalah kefasikan (dosa) dan membunuhnya  adalah kekafiran.(HR.Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-5435151602450066247?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/5435151602450066247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/antara-perbedaan-dan-penyimpangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/5435151602450066247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/5435151602450066247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/antara-perbedaan-dan-penyimpangan.html' title='ANTARA PERBEDAAN DAN PENYIMPANGAN'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1222933777010019156</id><published>2010-07-21T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T19:54:27.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>MELURUSKAN PEMAHAMAN BID'AH OLEH : USTADZ SONI PARSONO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MELURUSKAN PEMAHAMAN BID'AH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                 OLEH : USTADZ SONI  PARSONO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (TANFIDZ MAJLIS KHOTMIL QUR'AN AL-HIDAYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bid’ah&lt;/span&gt;  merupakan sebuah kata yang tidak asing bagi kita semua. Ia berhubungan  dengan banyak hal di dalam islam. Sayangnya, banyak orang yang belum  memahami makna bid’ah dengan benar. Sehingga, tidak jarang mereka  terjebak dalam perselisihan. Sebenarnya, para ulama telah menjelaskan  permasalahan ini dengan jelas, hanya saja kita kurang mempelajarinya.  Dalam bab ini akan kami sampaikan uraian singkat tentang bid’ah, dengan  harapan tidak terjadi lagi salah pemahaman terhadapnya. Semoga Alloh  membukakan pintu hati kita untuk mengetahui kebenaran. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arti  bid’ah Secara Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai kamus bahasa Arab, kita dapat  menemukan arti bid’ah secara bahasa dengan mudah. Dalam kamus Al-Munjid  disebutkan : “Bid’ah adalah sesuatu yang diadakan tanpa adanya contoh  terlebih dahulu“.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, semua kamus bahasa Arab mengartikan  bid’ah secara bahasa sebagai sebuah perkara baru yang diadakan atau  diciptakan tanpa adanya contoh terlebih dahulu. Penciptanya disebut  Mubtadi’ atau Mubdi’. Langit dan bumi dapat juga disebut sebagai bid’ah,  sebab keduanya diciptakan oleh Alloh SWT tanpa adanya contoh terlebih  dahulu. Didalam Al-Quran Alloh mewahyukan :&lt;br /&gt;Badii’ussamaawaati wal  ardhi&lt;br /&gt;Alloh Pencipta langit dan bumi (tanpa contoh). (Al-Baqoroh,  2:117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arti Bid’ah Secara Istilah Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Sebuah  Hadist tidak cukup sebagai dasar untuk menetapkan arti bid’ah. Kita  harus mempelajari semua Hadist yang berkaitan dengannya. Tentunya tidak  semua orang memiliki waktu dan pengetahuan yang cukup untuk  melakukannya. Alhamdulillah, para ulama telah bekerja keras untuk  merumuskan dan menjelaskan segala hal yang berhubungan dengan bid’ah.  Dalam bab ini, kami akan sampaikan pendapat Imam Syafi’i rhm, seorang  ulama ternama yang keilmuan dan kesalehannya diakui oleh dunia sejak  dahulu hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Pendapat Imam Syafi’i rhm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Imam Syafi’i  rhm berpendapat bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, yaitu bid’ah hasanah  (baik) dan bid’ah sayyi’ah (buruk) atau bid’ah mahmudah (yang terpuji)  dan bid’ah madzmumah (yang tercela). Pendapat beliau ini berlaku bagi  semua hal baru yang terjadi setelah zaman Rosululloh saw. dan zaman  Khulafaur Rasyidin. Harmalah bin Yahya menyatakan bahwa beliau mendengar  Imam Syafi’i rhm berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Bid’ah itu ada dua, bid’ah mahmudah  (yang terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela). Bid’ah yang sesuai dengan  sunah adalah bi’dah yang terpuji. Sedangkan yang bertentangan dengan  sunah adalah bid’ah yang tercela.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Rabi’ ra menceritakan bahwa imam  syafi’i rhm berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Hal-hal baru (muhdatsat) itu ada dua. Pertama,  hal baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah, Atsar maupun Ijma.  Inilah bid’ah yang sesat. Kedua, segala hal baru yang baik dan tidak  bertentangan dengan Al-Quran, Sunah, Atsar maupun Ijma. Hal baru ini  merupakan bid’ah yang tidak tercela.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Pembaca yang budiman, anda  mungkin bertanya, mengapa Imam Syafi’i rhm berpendapat demikian,  sedangkan Rasulullah saw telah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang siapa diberi hidayah  oleh Allah, maka tiada siapapun yang dapat menyesatkannya. Dan barang  siapa disesatkan oleh Allah, maka tiada siapapun dapat memberinya  hidayah (Petunjuk). Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah  dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk  perkara adalah muhdatsat (hal-hal baru), dan semua muhdats (yang baru)  adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat  tempatnya adalah di neraka.”(HR Nasa’i)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Hadist diatas memang benar,  tetapi kita tidak boleh tergesa-gesa memutuskan bahwa semua bid’ah itu  sesat. Untuk dapat memahaminya dengan benar, kita harus mengkaji semua  Hadist yang berhubungan dengannya. Sehingga, kita tidak terjerumus pada  penafsiran yang salah. Di bawah ini akan coba kami jelaskan makna dari  Hadist diatas, semoga Alloh melapangkan hati kita untuk memahaminya  dengan benar. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Penjelasan Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Saudaraku, untuk dapat  memahami sebuah ayat dengan benar kita harus mempelajari sebab turunnya  ayat tersebut dan juga bagaimana penafsiran para ulama tentangnya.  Begitupula ketika hendak memahami sebuah hadist, kita harus bertanya  kepada para ulama. Sesungguhnya tidak semua ayat atau hadist dapat  diartikan secara langsung sesuai dengan makna lahiriahnya atau teks yang  tertulis. Orang yang bersikukuh hanya mau memahami sebuah ayat atau  hadist sesuai dengan teks yang tertulis (makna lahiriahnya), dan tidak  mau menerima penafsiran para ulama, suatu saat ia akan mengalami  kebingungan. Hadist tentang bid’ah diatas merupakan salah satu Hadist  yang memerlukan penafsiran. Jika kata semua bid’ah tidak ditafsirkan,  maka apa yang akan terjadi ? kita semua akan masuk neraka, sebab  kehidupan kita dipenuhi dengan bid’ah. Cara berpakaian, berbagai jenis  perabotan rumah tangga, sarana transportasi, pengeras suara, permadani  yang terhampar di masjid-masjid, lantai masjid yang terbuat dari marmer,  penggunaan sendok dan garpu, hingga berbagai kemajuan tehnologi  lainnya, semua itu merupakan hal baru yang tidak pernah ada dizaman  Rosul saw dan para sahabat beliau. Semuanya adalah bid’ah dan Rosululloh  saw. menyatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat  tempatnya adalah neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Ketika dihadapkan pada pertanyaan seperti  ini, jawaban apa yang akan diberikan oleh mereka yang hanya berpegang  pada makna lahiriah Hadist bid’ah. Dalam Hadist tersebut Rosululloh saw  tidak menjelaskan hal baru apa yang sesat, beliau menyatakan semuanya  sesat. Sehingga, jika Hadist tersebut dipahami secara langsung dan tidak  ditafsirkan, semua hal baru dalam permasalahan dunia maupun agama  adalah sesat dan pelakunya masuk neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Ternyata, setelah dihadapkan  pada pertanyaan seperti ini, mereka akan mengatakan bahwa semua yang  tersebut diatas, seperti permadani yang terhampar di masjid, pengeras  suara, berbagai sarana transportasi dan lain sebagainya adalah bid’ah  dunyawiyyah (duniawi). Bid’ah seperti ini tidak sesat, yang sesat  hanyalah bid’ah dalam bidang agama atau yang biasa disebut dengan bid’ah  diniyyah (keagamaan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Sungguh aneh bukan, jika sebelumnya mereka  bersikukuh pada makna lahiriah Hadist yang menyatakan bahwa semua bid’ah  adalah sesat, serta menganggap pembagian bid’ah menjadi bid’ah hasanah  dan bid’ah sayyi’ah sebagai sesuatu yang dipaksakan dan bertentangan  dengan Hadist Rosululloh saw, kini mereka sendiri membagi bid’ah itu  menjadi dua, bid’ah keduniaan dan bid’ah keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Saudaraku, jika  mereka boleh membagi bid’ah menjadi dua : bid’ah keduniaan dan bid’ah  keagamaan, padahal Rosululloh saw tidak pernah melakukannya, maka para  ulama besar seperti Imam Syafi’i rhm pun boleh membagi bid’ah menjadi  bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Mari kita berpikir jujur,  ternyata semua ulama didunia ini telah menjelaskan arti bid’ah dan  membaginya sesuai dengan hasil ijtihad mereka. Inilah salah satu alasan  kami menerima pembagian bid’ah menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah  sayyi’ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Penjelasan Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Saudaraku, diatas telah dijelaskan  bahwa tidak semua Hadist dapat dicerna langsung. Ada beberapa Hadist  yang perlu dijelaskan dan ditafsirkan, dan salah satunya adalah Hadist  tentang bid’ah tersebut. Hadist kullu bid’atin dhalaalatun merupakan  Hadist yang bersifat umum. Dalam Hadist seperti ini biasanya terdapat  kata atau kalimat yang tidak disertakan, tidak diucapkan, tetapi telah  dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Hadist kullu bid’atin  dhalaalatun mirip dengan beberapa Hadist dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Laa yu’minu  akhadukum khatta yukhibba liakhiihi maa yukhibbu linafsihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;”Tidak  beriman salah seorang diantara kalian sebelum ia mencintai untuk  saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri.“ (HR Bukhari,  Tirmizdi, Nasa i, Ibnu Majah dan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Laisa minnaa manlam  yataghonna bil quraaani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Bukan dari golongan kami seseorang yang  tidak membaca Al-Quran dengan suara yang baik (merdu).“ (HR Bukhari, Abu  Dawud, Ahmad dan Darimi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Alwitru khaqqun faman lamyuutir falaisa  minnaa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;”Sholat witir itu benar, maka barang siapa tidak menunaikan  sholat witir, ia bukan dari golongan kami.“ (HR Abu Dawud dan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Laa  wudhuua liman lam yadzkurismalloohi ‘alaihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Tidaklah berwudhu  seseorang yang tidak menyebut nama Alloh dalam wudhunya.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;(HR  Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Jika kata tidak  dan bukan dari golongan kami dalam beberapa Hadist diatas tidak  dijelaskan, tidak ditafsirkan, lalu bagaimana nilai wudhu kita,  bagaimana nilai bacaan Al-Quran kita, bagaimana kedudukan kita dalam  Islam ? Nabi menyatakan, “Bukan dari golongan kami.“ Jika tidak berada  dalam golongan Nabi dan para sahabatnya, kita berada dalam golongan  (kelompok) siapa ? Oleh karena itu, Hadist di atas dan sejenisnya, perlu  dan harus ditafsirkan dengan Hadist lain, sehingga kita tidak salah  memahami ucapan Nabi Muhammad saw. Para ulama menyatakan bahwa kata  “tidak” dalam Hadist di atas artinya adalah “tidak sempurna“. Dalam  Hadist itu ada kata “Sempurna“ yang tidak diucapkan oleh Nabi saw karena  telah dipahami oleh para sahabat. Sedangkan kata, “Bukan dari golongan  kami“ artinya “Bukan dari golongan terbaik kami“. Dalam Hadist ini  terdapat kata “Terbaik“ yang juga tidak diucapkan oleh Nabi saw karena  telah dipahami oleh para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Para ulama menjelaskan bahwa dalam  Hadist kullu bid’atin dhalalatun juga terdapat kalimat yang tidak  diucapkan oleh Nabi saw, namun telah dipahami oleh para sahabat. Kalimat  itu terletak setelah kata “Bid’atin“ dan bunyinya adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;”yang  bertentangan dengan syariat.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Coba anda perhatikan kalimat yang  terletak di dalam tanda kurung berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Semua bid’ah (yang  bertentangan dengan syariat) adalah sesat dan semua yang sesat tempatnya  adalah di neraka. “ini juga alasan kami mengapa pendapat Imam Syafi’i  di atas kami terima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Penjelasan Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dalam Hadist di atas,  Rosululloh saw menyatakan bahwa kullu bid’atin dhalalatun, yang jika  diterjemahkan secara tekstual (sesuai dengan makna lahiriahnya) akan  berarti semua bid’ah adalah sesat. Yang menjadi pertanyaan, benarkah  kata kullu selalu berarti semua ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Di dalam Al-Quran terdapat beberapa  kata kullu yang pada kenyataannya tidak berarti semua, coba perhatikan  wahyu Alloh berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Yudammiru kulla syaiin biamri robbihaa fa  asbakhuu laayuroo illaa masaa kinuhum kadzaalika najziil qoumal  mujrimiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“(Angin) yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah  Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali  tempat tinggal mereka. Demikianlah kami memberi balasan kepada kaum yang  berdosa.” (Al-ahqof, 46:25).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dalam ayat di atas Alloh menggambarkan  bagaimana angin menghancurkan segala-galanya sehingga orang-orang kafir  tersebut terkubur didalam bumi. Kendati disebutkan bahwa angin tersebut  menghancurkan kulla syai’in (segala sesuatu), ternyata rumah orang-orang  kafir tersebut tidak ikut hancur. Ini membuktikan bahwa kata kullu  tidak selalu berarti semua. Dalam ayat diatas, rumah orang-orang kafir  yang tidak hancur tersebut merupakan salah satu pengecualian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Begitu  pula dalam hadist “Kullu bid’atin dhalalatun,” disana ada sesuatu yang  dikecualikan. Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Man akhdatsa fii amrinaa  haadzaa maalaisa minhu fahuwa roddun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang siapa membuat sesuatu  yang baru dalam masalah (agama) kami ini, yang tidak bersumber darinya  (agama), maka dia tertolak.“ (HR Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Pehatikan  kalimat “Yang tidak bersumber darinya (agama)“. Inilah kalimat yang  menjelaskan bahwa tidak semua bid’ah sesat. Berdasarkan sabda Rosululloh  saw di atas, maka Hadist “Kullu bid’atin dhalalatun,“ dapat diartikan  sebagai berikut : Semua bid’ah itu sesat kecuali yang bersumber dari  Al-Qur’an dan As-Sunah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Penjelasan ini mungkin belum meyakinkan kita  semua, oleh karena itu, mari kita coba untuk menyimak penjelasan  berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Penjelasan Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Setelah memahami keterangan di  atas, mari kita pelajari arti muhdatsat (hal-hal baru) dalam Hadist  sebelumnya. Para ulama menyatakan bahwa kata muhdatsat (hal-hal baru)  dalam Hadist tersebut artinya adalah segala hal baru yang tidak sesuai  dengan Al-Quran dan Hadist Nabawi. Pernyataan ini didukung oleh beberapa  Hadist. Coba anda simak sabda Rosululloh saw berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Wamanibtada’a  bid’ata dholaalatin laaturdhillahu warosuulahu kaana ‘alaihi mislu  aaatsaami man ‘amila bihaa laayanqusu dzaalika min auzaarinnaasi syaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Dan  barang siapa mengadakan sebuah bid’ah dhalalah (sesat), yang tidak  diridhoi Alloh dan RosulNya, maka dia memperoleh dosa sebanyak dosa  orang yang mengamalkannya tanpa sedikit pun mengurangi dosa-dosa mereka.  “ (HR Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dalam Hadist di atas disebutkan, “Barang siapa  mengadakan sebuah bid’ah dholalah (yang sesat)”. Hal ini menunjukan  bahwa tidak semua bid’ah sesat, kalau semua bid’ah itu sesat, tentu  beliau saw akan langsung berkata : “Barang siapa mengadakan sebuah  bid’ah.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dan tidak akan menambahkan kata dhalalah dalam sabdanya  tersebut. Dengan menyebut kalimat “bid’ah dhalalah (yang sesat), “maka  logikanya ada bid’ah yang tidak dholalah (yang tidak sesat).Disamping  itu, dalam sabdanya yang lain, Rosululloh saw bersabda : Man ahdatsa fii  amrinaa haadzaa maa laisa fiihi fahuwa roddun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang siapa membuat  sesuatu yang baru dalam masalah (agama) kami ini, yang tidak terdapat  di dalam agama, maka ia tertolak.“ (HR Bukhari dan Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Man  ahdatsa fii amrinaa haadzaa maa laisa minhu fahuwa roddun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang  siapa membuat sesuatu yang baru dalam masalah (agama) kami ini, yang  tidak bersumber darinya (agama), maka dia tertolak.“ (HR Muslim, Ibnu  Majah dan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Coba perhatikan, dalam Hadist di atas Rosululloh  saw menambahkan kalimat “Yang tidak bersumber dari agama” dan kalimat  “Yang tidak terdapat dalam agama“. Akankah sama jika kalimat tersebut di  hilangkan. Coba perhatikan perbedaan keduanya (yang masih utuh dengan  yang sudah dipotong)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang siapa membuat sesuatu yang baru dalam  masalah (agama) kami ini, yang tidak bersumber dari (agama), maka dia  tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bandingkan dengan kalimat beriku&lt;/span&gt;&lt;span class="readmore"&gt;t :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang siapa membuat sesuatu yang baru  dalam masalah (agama) kami ini, maka dia tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Jika kita  perhatikan dengan baik, kedua kalimat di atas sangat berbeda. Kalimat  pertama memberitahukan bahwa hal yang baru yang tidak bersumber dari  agama saja yang ditolak sedangkan kalimat kedua menyatakan bahwa semua  yang baru di tolak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Kini jelaslah bahwa penambahan kalimat “Yang  tidak bersumber darinya (agama).“ merupakan bukti bahwa tidak semua yang  baru sesat. Hanya hal baru yang tidak bersumber dari agama sajalah yang  sesat. Andaikata semua hal yang baru adalah sesat, tentu Nabi saw tidak  akan menambahkan kalimat tersebut. Beliau saw akan langsung berkata.  “Barang siapa membuat sesuatu yang baru dalam masalah (agama) kami ini  maka ia akan tertolak,“ tetapi hal ini tidak Beliau lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Kesimpulannya,  selama hal baru tersebut bersumber dari Al-Quran atau Hadist, maka dia  dapat di terima oleh agama, diterima oleh Alloh dan diterima oleh  Rosul-Nya saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Penjelasan Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Rupanya pemahaman bahwa tidak  semua bid’ah itu sesat telah dipahami oleh para sahabat. Bahkan seorang  sahabat terkemuka, Khalifah kedua dalam islam, Amirul Mukminin Umar bin  Khaththab ra pernah mencetuskan istilah bid’ah baik untuk sebuah amalan  yang beliau susun, yaitu shalat tarawih berjamaah di Masjid selama  bulan ramadhan dengan seorang imam yang hapal Al-Quran. Imam Bukhari ra.  dalam kitab Sahihnya menyebutkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dari Abdurrohman bin Abdul Qari,  ia berkata, “Pada suatu malam di bulan ramadhan, saya keluar menuju  masjid bersama Umar bin Khaththab ra. Di sana (tampak) masyarakat sedang  menunaikan sholat (tarawih) secara berkelompok terpisah-pisah . Ada  yang sholat sendiri ada pula yang sholat berjamaah bersama sekelompok  orang. Pada saat itulah Umar ra. berkata, ‘Menurutku, andaikata semua  orang ini kupersatukan dibawah pimpinan seorang imam yang hapal Al-Quran  tentu akan lebih baik.’ Beliau bertekat untuk mewujudkan niatnya .  Akhirnya beliau persatukan mereka dibawah pimpinan ‘Ubay bin Ka’ab. Di  malam lain, aku keluar menuju Masjid bersama Umar ra. Saat masyarakat  sedang menunaikan sholat (tarawih) berjamaah dengan imam mereka yang  hapal Al-Quran. (Ketika menyaksikan pemandangan tersebut) berkatalah  ‘Umar : Inilah sebaik-baik bid’ah.“ (HR Bukhari dan Malik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Dengan  jelas, di hadapan para sahabat, Sayidina ‘Umar ra mengucapkan, “Inilah  sebaik-baik bid’ah.“ Ucapan beliau ini merupakan salah satu bukti bahwa  tidak semua bid’ah sesat, hanya bid’ah yang bertentangan dengan Al-Quran  dan Hadistlah yang sesat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Jika ada orang yang berkata, “Perbuatan  Sayidina ‘Umar itu bukan bid’ah, bukankah Rosululloh saw juga  melaksanakan sholat tarawih bersama para sahabat ?“ Perlu diketahui  memang benar bahwa Rosululloh saw melakukan sholat tarawih bersama para  sahabat, tetapi Beliau tidak melakukannya berjamaah selama satu bulan  penuh, beliau hanya melakukannya selama dua atau tiga hari (ada  perbedaan riwayat). Karena khawatir tarawih tersebut diwajibkan kepada  umatnya, disamping itu Rosululloh saw juga tidak membacakan Al-Quran  secara urut dari surat Al-Fatihah hingga khatam (sampai surat An-Nas).  Lain halnya dengan Sayidina ‘Umar , beliau mengumpulkan para sahabat  untuk melalukan sholat tarawih serta memilih seorang imam yang hapal  Al-Quran untuk membacanya dari awal hingga khatam. Apa yang beliau  lakukan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rosululloh saw sehubungan  dengan sholat tarawih. Oleh karena itulah Sayidina ‘Umar mengakui bahwa  perbuatannya itu bid’ah, tetapi beliau paham bahwa tidak semua bid’ah  itu sesat. Beliaupun menjelaskan bahwa bid’ah yang beliau lakukan, yang  memiliki dasar dalam Al-Quran maupun Hadist, adalah bid’ah yang baik.  Buktinya, beliau merasa senang dengan idenya tersebut dan mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“  Inilah sebaik-baik bid’ah. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Penjelasan Keenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Rosululloh  saw. selalu mendorong umatnya untuk melaksanakan semua perintah Alloh,  menjauhi semua larangan-Nya serta menghidupkan selalu sunah-sunah  Beliau. Tentunya setiap zaman memiliki cara dakwah tersendiri dan setiap  masyarakat memiliki adap yang berbeda. Rosululloh saw memerintahkan  kita untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan tingkat pemikiran dan  pemahamannya . Untuk menghidupkan sunah Rosul saw yang sering kali  diabaikan oleh umat islam inilah, para ulama kemudian memunculkan  berbagai gagasan dan ide cemerlang yang dapat diterima oleh sebagian  besar masyarakat. Gagasan tersebut mereka peroleh setelah mendalami  Al-Quran dan Al-Hadist. Meskipun dikemas dalam model atau bentuk baru,  tetapi isinya tiada lain adalah Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satu  contohnya adalah apa yang telah dilakukan oleh sayidina ‘Umar ra diatas .  Beliau berupaya menghidupkan sunah Rosululloh saw dengan mempersatukan  umat dalam kebaikan. Apa yang dilakukan oleh Sayidina ‘Umar ra serta  para ulama lain yang mengikuti jejak beliau ra, tiada lain adalah salah  satu upaya untuk mengamalkan sabda Rosululloh saw yang berbunyi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Barang  siapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, kemudian  perbuatan tersebut diamalkan (orang lain), maka ia akan memperoleh  pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa sedikitpun mengurangi  pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan sebuah perbuatan buruk di  dalam islam, kemudian perbuatan tersebut diamalkan (oleh orang lain),  maka dia memperoleh dosa semua orang yang mengamalkannya tanpa  sedikitpun mengurangi dosa-dosa mereka. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;(HR Muslim, Tirmidzi,  Nasai, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Oleh karena itu, jangan gegabah  dan tergesa-gesa menuduh bahwa suatu hal yang tidak ada pada zaman  Rosululloh saw dan para sahabat sebagai bid’ah sesat yang harus  diperangi. Tetapi, dengan kedewasaan berpikir, marilah kita kaji  landasan dan dalil yang mereka gunakan dalam kegiatan keagamaan  tersebut. Jika memang tidak bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist, mari  bersama-sama kita dakwah dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang  baik. Dan jika memang ada sumbernya dari Al-Quran dan Al-Hadist, mari  kita dukung bersama sebagai sarana untuk menghidupkan ajaran Al-Quran  dan sunah Rosululloh saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Pembagian Bid’ah Menjadi Lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Secara  umum bid’ah memang ada dua, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah sayy’iah.  Akan tetapi, kita semua tahu bahwa tidak semua yang baik itu wajib dan  tidak semua yang buruk itu haram, ada yang bersifat sunah ada pula yang  mubah dan makruh. Begitu pula dalam permasalahan bid’ah hasanah dan  bid’ah sayyi’ah, ada beberapa ulama yang membaginya menjadi lima bagian,  di antaranya adalah Imam Nawawi ra. Beliau berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Qoolal  ‘ulamaa’u albid’atu khomsatu aqsaamin waajibatun wamanduubatun  wamukharromatun wamakruuhatun wamubaahatun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;“Para ulama menyatakan  bahwa bid’ah itu terbagi menjadi lima, yaitu bid’ah wajib, bid’ah mandub  (sunah), bid’ah haram, bid’ah makruh dan bid’ah mubah.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah  Wajib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;=Bid’ah wajib, adalah bid’ah yang harus dilakukan demi menjaga  terwujudnya kewajiban yang telah ditetapkan Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Diantaranya  adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;1. Mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran menjadi satu Mushaf demi  menjaga keaslian Al-Quran, karena telah banyak penghapal Al-Quran yang  meninggal dunia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Khalifah Abu  Bakar dan ‘Umar ra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;2. Memberi titik dan harakat (garis tanda fathah,  kasrah dan dzamma pada huruf-huruf Al-Quran). Pada zaman Rosul saw  maupun Khulafaur Rasyidin ra, Al-Quran ditulis tanpa titik dan harakat.  Pemberian harakat dan titik baru dilakukan pada masa Tabi’in. Tujuannya  adalah untuk menghindari kesalahan baca yang dapat menimbulkan salah  pengertian dan penafsiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;3. Membukukan Hadist-Hadist Nabi Muhammad  saw sebagaimana yang telah dilakukan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan ahli  Hadist lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;4. Menulis buku-buku tafsir Al-Quran demi  menghindari salah penafsiran dan untuk memudahkan masyarakat memahami  Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;5. Membuat buku-buku fiqih sehingga hukum agama dapat  diterapkan dengan baik dan mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Bid’ah Haram (Dhalalah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah  haram adalah semua bid’ah yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadis  Nabawi, diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;1. Menganggap seorang muslim yang  berbeda aliran dengannya sebagai najis. Padahal, dalam Al-Quran orang  kafir pun jasadnya tidak najis, sehingga Nabi saw pernah mengikat  seorang tawanan didalam masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;2. Menambah atau menguragi isi  Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;3. Sholat tidak dengan bahasa Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;4. Membuat haji  tandingan, yaitu menunaikan haji bukan ke tanah suci, tetapi ke lokasi  tertentu yang dekat dengan daerahnya karena menganggap tanah suci  terlalu jauh dan biayanya terlalu besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;5. Membangun masjid dengan  uang haram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;6. Menghadiri peringatan Natal dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;7.  Memiliki istri lebih dari empat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;8. Menikah dengan penganut agama  lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah Sunah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah sunah adalah semua bid’ah yang sesuai  dengan Al-Quran dan bersifat menghidupkan sunah Nabi saw, diantaranya  adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;1. Menyelenggarakan sholat Tarawih selama satu bulan penuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;2.  Menambahkan adzan pertama dalam sholat jum’at. (dimulai oleh Khalifah  Ustman bin Affan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;3.Menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw dan  hari-hari besar lainnya dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan  syariat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;4. Menyelenggarakan pengajian rutin di hari dan jam  tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;5. Berjabat tangan sesudah shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;6. Membentuk  organisasi-organisasi keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;7. Khutbah Jum’at dengan bahasa Arab  pada rukunnya saja dan setelah itu menggunakan bahasa Indonesia atau  bahasa lainnya sehingga makna khutbah dapat dipahami oleh pendengar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;8.  Membuat program Al-Quran dalam CD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;9. Mendirikan pesantren dan  sarana pendidikan islami lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah Makruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah makruh  adalah semua bid’ah yang berhubungan dengan hukum makruh, di antaranya  adalah : Membaca basmalah ketika akan merokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="readmore"&gt;Bid’ah Mubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Bid’ah  mubah adalah bid’ah yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadist  tidak pula dianjurkan oleh keduanya. Di antaranya adalah membuat makanan  yang lezat-lezat, membuat rumah yang luas dan besar, menunaikan ibadah  haji menggunakan pesawat udara, melancong ke luar negeri dan lain  sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="readmore"&gt;Demikian semoga bermanfaat, Amin Ya Robbal ‘alamin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1222933777010019156?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1222933777010019156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/meluruskan-pemahaman-bidah-oleh-ustadz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1222933777010019156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1222933777010019156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/07/meluruskan-pemahaman-bidah-oleh-ustadz.html' title='MELURUSKAN PEMAHAMAN BID&apos;AH OLEH : USTADZ SONI PARSONO'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4644299598373817898</id><published>2010-06-30T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:02:19.188-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siyasah'/><title type='text'>Ulil Abshar Abdalla Adu Domba FPI-PDIP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA- Punggawa FPI merasa geram kadernya dituding berada dibelakangan  pengusiran tiga anggota DPR dari PDIP di Banyuwangi. Mereka pun lantas  menuding ada pihak ketiga yang sengaja mengadu domba FPI dengan PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tudingan  ini adalah upaya adu domba FPI dengan PDIP oleh pihak-pihak tertentu,”  ungkap Sekjen FPI Sobri Lubis saat berbincang dengan okezone di Jakarta,  Selasa (29/6/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lugas Sobri pun lantas menuding Ulil  Abshar Abdalla sebagai aktor intelektual dibalik meruncingnya hubungan  FPI dengan PDIP akibat aksi pengusiran Ribka Tjiptaning, Rieke Dyah  Pitaloka, serta Nur Suhud di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis lalu.  Tujuannya tidak lain untuk mendelegitimasi ormas FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aksi ini  dipimpin oleh Ulil Abshar Abdalla. Tujuannya untuk membubarkan FPI  dengan cara membenturkan FPI dengan PDIP. (Bentrok FPI-AKKB) di Monas  juga kerjaan Ulil, orang-orang liberal,” tudingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sobri,  para pegnanut faham Komunisme, Leninisme, Marxisme, serta Liberalisme  tidak nyaman dengan keberadaan FPI. Selama masih ada FPI, mereka tidak  akan leluasa bergerak di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari dulu mereka ingin  membubarkan FPI dengan cara apa saja. Dulu pakai Ahmadiyah. Ini pesanan  dari AS, yang menjalankan orang-orang liberal itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kesempatan ini, Sobri juga menegaskan agar kader PDIP tidak terpancing  dengan upaya provokasi ini. Sementara pihaknya juga tidak terlalu  menanggapi insiden ini lantaran tidak merasa melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PDIP itu  partai besar. Mbak Mega itu tokoh terhormat, jangan sampai terpancing  di adu domba,” harapnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 10px; font: bold 8pt arial; color: rgb(153, 153, 153); text-align: justify;"&gt;fpi.or.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;br /&gt;   &lt;b style="font: bold 11px arial; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber :  fpi.or.id&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.fpi.or.id/?p=detail&amp;amp;nid=146&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4644299598373817898?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4644299598373817898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/ulil-abshar-abdalla-adu-domba-fpi-pdip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4644299598373817898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4644299598373817898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/ulil-abshar-abdalla-adu-domba-fpi-pdip.html' title='Ulil Abshar Abdalla Adu Domba FPI-PDIP'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2994342184433084636</id><published>2010-06-30T19:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:59:24.673-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>Kasus Banyuwangi : Dana DPR-RI Buat PKI ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersebar SMS atas nama Tjiptaning  bunyinya sebagai berikut: "Aku sosialisasi program kesehatan di  banyuwangi di uber-uber FPI, karena yang datang keluarga 65. Padahal  sebelumnya aku masuk pesantren jember di sambut terhormat oleh 3 ribu  masa dengan drumband. Senin 28 juni jam 10 aku ke komnas ham, jam 12 ke  mabes polri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang membuat SMS tersebut telah menyebar  FITNAH terhadap FPI, karena Kasus BANYUWANGI adalah kasus pertikaian  antara kelompok ANTI PKI vs PEMBELA PKI. Kalau pun ada aktivis BERBAGAI  ORMAS ISLAM yang terlibat, itu semata-mata sebagai WARGA MASYARAKAT ANTI  PKI, karena PKI memang dilarang di Indonesia sesuai TAP MPRS 25/1966  dan UU 27/1999. Jadi, jangan dikait-kaitkan pada ISLAM / ORMAS ISLAM  dengan KEKERASAN, tapi MURNI Gerakan Gabungan Masyarakat Pecinta Tanah  Air yang ANTI PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan ada MEDIA yang memojokkan Ormas  Islam dalam peristiwa tersebut, apalagi FPI. Karena FPI memang tidak  terlibat dan tidak tahu menahu tentang kasus tersebut. Jangan ada pula  MEDIA yang BELA PKI dengan dalih menentang KEKERASAN MASSA. Kalau MEDIA  mau tahu KEKERASAN, lihat itu Pemberontakan G30S/PKI tahun 1965 dengan  segala kebiadabannya, atau kini lihat itu berbagai KERUSUHAN yang  disebabkan oleh DEMOKRASI dan SISTEM SEKULER di INDONESIA seperti  KERUSUHAN PEMILUKADA di BINTUHAN BENGKULU, SOPENG/TORAJA SULSEL,  MOJOKERTO JATIM, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di Dunia Internasional,  justru DEMOKRASI dan KOMUNIS adalah BIANG KELADI berbagai KEKERASAN  seperti serangan AS ke IRAQ dan AFGHANISTAN, serangan ISRAEL ke  PALESTINA, serangan RUSIA ke CHECHNYA, serangan CHINA ke XINJIANG,  serangan PHILIPINA ke MINDANAU, serangan THAILAND ke PATANI, serangan  INDIA ke KASHMIR, serangan MYANMAR ke ROHINGYA, dan lainnya. Jadi, bukan  ISLAM dan bukan juga GERAKAN ISLAM yang menjadi SUMBER KEKERASAN, tapi  DEMOKRASI dan KOMUNIS adalah SUMBER KEKERASAN yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal  PKI memang harus menjadi sorotan, berdasarkan hasil investigasi Badan  Intelijen FPI : Anggota DPR RI Dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, yaitu  penulis dua buku "AKU BANGGA JADI ANAK PKI" dan "ANAK PKI MASUK  PARLEMEN", di berbagai kota gelar TEMU KANGEN EKS-PKI dengan dalih TEMU  KORBAN ORBA untuk Program Kesehatan dalam KUNJUNGAN KERJA DPR-RI.  Terakhir di BANYUWANGI yang dibubarkan oleh MASYARAKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan  Kehormatan DPR-RI harus meneliti dan memeriksa adanya dugaan bahwa Dana  DPR-RI digunakan untuk berbagai pertemuan yang berupaya menghidupkan  kembali PKI. Aparat TNI dan POLRI mesti sigap tegakkan TAP MPRS  NO.25/1966 dan UU NO.27/1999 tentang PELARANGAN PKI !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan  Birokrasi Pemerintahan Indonesia dan semua Lembaga Tinggi Negara dari  unsur PKI atau siapa pun yang berupaya menghidupkan kembali PKI.  Waspadai kelompok LIBERAL, karena selama ini Kaum Liberal-lah yang  menjadi PEMBELA PKI, bahkan mereka adalah ANTEK ZIONIS INTERNASIONAL  yang suka mengadu domba anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAHAM LIBERAL harus  dilarang sesuai amanat FATWA MUI, karena Liberal menganut paham  RELATIVISME yang menyatakan tidak ada kebenaran agama yang mutlak,  sehingga Liberal bersikap SKEPTISISME yang meragukan semua kebenaran  agama, bahkan berperilaku AGNOTISISME yaitu tidak tahu dan tidak mau  tahu kebenaran agama, yang pada akhirnya menjadi ATHEISME yaitu menolak  semua kebenaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, LIBERAL adalah PKI GAYA BARU,  bahkan jauh lebih berbahaya dari PKI, karena PKI masih berterus terang  dengan kekomunisannya, sedang Kaum Liberal berpura-pura beragama,  padahal mereka tidak percaya agama, bahkan kerap menyerang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo...,  Ganyang NEO PKI !!!&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;div style="margin-top: 10px; font: bold 8pt arial; color: rgb(153, 153, 153); text-align: justify;"&gt;redaksi fpi.or.id&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;b style="font: bold 11px arial; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber :  redaksi fpi.or.id&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.fpi.or.id/?p=detail&amp;amp;nid=130&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2994342184433084636?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2994342184433084636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/kasus-banyuwangi-dana-dpr-ri-buat-pki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2994342184433084636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2994342184433084636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/kasus-banyuwangi-dana-dpr-ri-buat-pki.html' title='Kasus Banyuwangi : Dana DPR-RI Buat PKI ???'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4206704794920848843</id><published>2010-06-30T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:37:46.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Posisi Tangan Setelah Ruku'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz, saya ada pertanyaan tentang hal-hal khilafiah dalam sholat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengikuti orang yang lebih berpengetahuan tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sholat&lt;/span&gt; dari  pada saya sendiri.&lt;br /&gt;ketika bangun dari rukuk/iktidal kemudian tangan bersedekap kembali.&lt;br /&gt;Ternyata ini menimbulkan pertanyaan jamaah lain bahkan ada yang  bersikeras menyuruh untuk meninggalkannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mohon penjelasannnya, apakah ada dasar hadits yang kuat.&lt;br /&gt;Syukron.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalam.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Adhie&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Adhie yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang meletakkan tangan setelah I’tidal&lt;/span&gt; dari ruku didalam shalat  maka terjadi perbedaan dikalangan para ulama kontemporer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syeikh Abdul Aziz bin Baaz&lt;/span&gt;—semoga Allah merahmatinya—serta ulama  lainnya dari Najd dan Hijaz berpendapat bahwa disunnahkan meletakkan  tangan kanannya diatas tangan kirinya di dadanya dan bahwa meluruskan  kedua tangan (ke bawah) adalah makruh yang tidak sepatutnya dilakukan  karena bertentangan dengan sunnah. Mereka berargumentasi dengan  hadits-hadits tentang “menggenggam kedua tangan (sedekap) di saat  berdiri” dan mereka  mengatakan bahwa tidaklah ada bedanya antara  berdiri sebelum ruku maupun setelahnya dikarenakan hadits-hadits  tersebut secara umum mencakup kedua keadaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendapat mereka juga dikuatkan oleh apa yang diriwayatkan oleh an  Nasa’i dengan sanad shahih dari Wail bin Hujr berkata,”Aku melihat Nabi  saw apabila berdiri shalat meletakkan tangan kanannya diatas pergelangan  tangan kiri.” Ini secara umum mencakup berdiri sebelum ruku dan juga  setelahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syeikh Ibn Baaz&lt;/span&gt; mengatakan bahwa orang-orang yang mengatakan  meluruskan kedua tangan (tidak sedekap) tidaklah memiliki dalil yang  bisa digunakan sebagai sandaran tehadapnya sepanjang sepengetahuan kami  bahkan hal itu bertentangan dengan kejelasan sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riwayat dari Imam Ahmad. Al Mardawiy berkata didalam “al  Inshaf”,”Imam Ahmad berkata,’Apabila beliau mengangkat kepalanya dari  ruku, jika dia berkehendak maka dia meluruskan kedua tangannya dan jika  dia berkehendak maka dia meletakkan kedua tangannya di sebelah kirinya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan para fuqaha klasik dan kontemporer berpendapat dengan  meluruskan kedua tangannya setelah ruku’. Bahkan al Albaniy berpendapat  bahwa bersedekap setelah ruku’ adalah bid’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara umum, sesungguhnya permasahan ini termasuk didalam  permasalahan-permasalahan furu (cabang) dan dari sunnah-sunnah dan  adab-adab shalat bukan dari kewajiban-kewajibannya menurut pendapat  seluruh ulama. Karena itu tidak sepatutnya menjadikan permasalahan ini  sebagai sarana pertengkaran diantara kaum muslimin. Maka barangsiapa  yang ingin bersedekap maka tidaklah masalah dan barangsiapa yang tidak  bersedekap juga tidaklah masalah. (Markaz al Fatwa No. 14840)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hal-khilafiah-dalam-sholat.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4206704794920848843?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4206704794920848843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/posisi-tangan-setelah-ruku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4206704794920848843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4206704794920848843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/posisi-tangan-setelah-ruku.html' title='Posisi Tangan Setelah Ruku&apos;'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4680829135901727360</id><published>2010-06-30T19:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:40:09.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Bacaan Makmum, Posisi Tangan, Kerapatan Tumit dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustad Sigit yang insya Allah dimuliakan Oleh Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sya mau bertanya tentang berbagai&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tata cara dalam sholat&lt;/span&gt;,yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.setelah imam selesai membaca Al-fatiha,terus membaca surah yg  lainnya,apakah kita sebagai makmum membaca surah yang lain juga,atau  diam saja dan mendegarkan surah yang di baca imam tersebut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.bagaiman posisi tangan yang sebenarnya,ketika kita bangun dari  ruku,apakah tangan diletakan lagi di dada,atau ditegakkan lurus kebawah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.dan yang terakhir,bagaimana posisi tumit pada kaki ketika lagi  bersujud,apakah tumit itu dirapatkan atau direnggang kan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;mohon penjelasan dari pa ustad,soalnya sya melihat org2 di sekitar  sya yg sedang melaksanakan sholat,banyak tata cara yg berbeda-beda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sebelumnya sya ucapkan terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalam.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;ichai&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Ichai yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sikap Makmum Saat Imam Membaca Surat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mendengarkan setiap  ayat atau surat yang dibacakan sebagai bentuk penghormatan dan  penghargaan terhadapnya agar mendapatkan petunjuk dan rahmat dari-Nya,  sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ  وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah  baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”  (QS. Al A’raf : 204)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian halnya didalam shalat, seorang makmum diperintahkan untuk  mendengarkan dengan penuh kekhusyu’an terhadap bacaan al Fatihah yang  dibaca imam shalatnya dan tidak seharusnya menyibukkan dirinya dengan  membaca pula al Fatihah tatkala imam membacanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan ketika imam membaca surat atau ayat-ayat lain setelah al  fatihah maka yang dilakukan seorang makmum adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Membaca surat al Fatihah baik imam berhenti sejenak setelah dia  membaca al Fatihah sebelum memulai membaca surat atau imam langsung  membaca surat setelahnya tanpa berhenti, berdasarkan apa yang  diriwayatkan Abu Daud dari Mahmud bin Ar Rabi' dari 'Ubadah bin As  Shamit dia berkata; "Kami shalat shubuh di belakang Rasulullah saw,  sepertinya bacaan beliau terasa berat. Seusai shalat, beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sepengetahuanku, kalian membaca di belakang imam kalian." Mereka  menjawab; "Ya, wahai Rasulullah! (hingga) Kami menyusul bacaanmu dengan  cepat." Beliau bersabda: "Jangan kalian lakukan kecuali Fatihatul Kitab  (Al Fatihah) karena tidak sah shalat seseorang yang tidak membacanya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit  menyatakan hadits tersebut marfu' kepada Nabi saw, "Tidak sah shalat  seseorang yang tidak membaca al-Fatihah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Setelah dirinya membaca al Fatihah maka diwajibkan baginya untuk  mendengarkan dengan khusyu’ bacaan surat atau ayat-ayat yang dibaca  imam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Posisi Tangan Setelah Ruku’&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun tentang keadaan kedua tangan seseorang setelah bangun dari  ruku’ maka terjadi perselisihan dikalangan ulama : sebagian ulama  kontemporer mengatakan berpendapat bahwa bersedekap setelah ruku’ adalah  disunnahkan sedangkan para ulama klasik berpendapat untuk meluruskan  kedua tangan ke bawah (tidak bersedekap) setelah bangun dari ruku’.  (baca : &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/posisi-tangan-setelah-ruku.html"&gt;Posisi  Tangan Setelah Ruku’&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Posisi Tumit Ketika Sujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diantara kesempurnaan sujud seseorang didalam shalatnya adalah  melakukannya dengan tujuh anggota tubuhnya, yaitu : kening, kedua  telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari kaki kaki, sebagaimana  diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu 'Abbas, ia berkata, "Nabi saw  bersabda: "Aku diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh  tulang (anggota sujud); kening -beliau lantas memberi isyarat dengan  tangannya menunjuk hidung- kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung  jari dari kedua kaki dan tidak boleh menahan rambut atau pakaian  (sehingga menghalangi anggota sujud)."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun posisi keduan tumit maka para ulama madzhab Hambali dan Hanafi  berpendapat bahwa dianjurkan bagi seorang yang sujud untuk merapatkan  kedua tumitnya berdasarkan riwayat Ibnu Khuzaimah dari Urwah bin Zubeir  berkata : Aisyah berkata,”Aku kehilangan Rasulullah saw, tadinya beliau  saw bersamaku di tempat tidur kamudian aku dapati beliau saw sedang  sujud dengan merapatkan kedua mata kakiknya dengan jari jemarinya  menghadap ke arah kiblat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan para ulama madzhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa hal  demikian tidaklah dianjurkan berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh  Baihaqi dan Abu Daud dari Abu Humaid didalam sifat shalat Nabi saw  berkata,”Apabila beliau saw sujud maka beliau merenggangkan antara kedua  pahanya.” Mereka berkata merenggangkan kedua paha menuntut seseorang  untuk merenggangkan pula kedua kakinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian dipersilahkan bagi seorang yang ketika sujud tidak  kesulitan merapatkan kedua tumitnya untuk merapatkannya dan bagi yang  kesulitan dipersilahkan untuk merenggangkan keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;h3 class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/tata-cara-dalam-sholat.htm                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4680829135901727360?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4680829135901727360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/bacaan-makmum-posisi-tangan-kerapatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4680829135901727360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4680829135901727360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/bacaan-makmum-posisi-tangan-kerapatan.html' title='Bacaan Makmum, Posisi Tangan, Kerapatan Tumit dalam Shalat'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-445860943274863007</id><published>2010-06-30T19:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:26:05.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siyasah'/><title type='text'>Membaca Aliran Politik PKS Pasca Ritz Carlton</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;          &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fathuddin Ja’far, MA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Direktur Spiritual Learning Centre&lt;br /&gt;Jl. Prof. Lafran Pane No. 198 Cimanggis Depok&lt;br /&gt;jafarfathuddin@yahoo.com&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/analisa/penutupan-munas-2-pks/penutupan-munas-2-pks-1.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini, sesuai judulnya, mencoba membaca apa yang sebenarnya  terjadi dalam diri PKS, khususnya pasca MUNAS 2, 17–20 Juni 2010 di Ritz  Carlton. Banyak analisa dan prediksi terhadap nasib dan masa depan PKS  setelah para petingginya mendeklarasikan PKS sebagai partai terbuka dari  sebelumnya sebagai Partai Dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan tersebut tak pelak membuat ramai dunia perpolitikan  Indonesia sehingga sepekan setelah MUNAS ke-2 yang diadakan di hotel  asing super  mewah tersebut,  PKS masih menjadi &lt;em&gt;headlines&lt;/em&gt; media  massa dan menjadi perbincangan banyak kalangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua yang dilakukan PKS dalam MUNAS ke-2 kali ini sebenarnya —sesuai  penjelasan para petinggi PKS, termasuk melakukan perubahan paradigma  dan AD-ART— hanyalah sebuah deklarasi dari hajat besar mereka yang sudah  terpendam sejak lama; menjadikan PKS sebuah partai terbuka yang  fenomenanya sudah dapat dilihat sejak MUKERNAS Bali 2008 yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan motivasi utamanya tak lain ialah bahwa elite PKS sangat  berharap partai mereka menjadi besar, paling tidak meraih tiga besar  dalam Pemilu 2014 yang akan datang, seperti yang dijelaskan para  elitenya dalam berbagai kesempatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika harapan di atas tercapai, PKS kemungkinan besar akan meraih  tampuk tertinggi kepemimpinan negeri yang berpenduduk 240 juta jiwa ini,  yakni Presiden RI, atau paling &lt;em&gt;apes&lt;/em&gt; Wapres RI di tahun 2014  yang akan datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab itu, satu-satunya jalan di mata para elite PKS (&lt;em&gt;grassroot&lt;/em&gt;s-nya  belum tentu demikian), ialah dengan memutuskan &lt;em&gt;sebagian ikatan tali  Islam&lt;/em&gt; dan menggantinya dengan &lt;em&gt;ikatan tali Nasionalisme&lt;/em&gt;.  Artinya, PKS memiliki dua ikatan dalam waktu yang bersamaan.  Konsekuensinya ialah mereka harus mendeklarasikan PKS menjadi partai  terbuka dari sebelumnya sebagai Partai Dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya kemudian adalah, apakah dengan menjadi partai terbuka  itu PKS dijamin akan menjadi partai 3 besar yang akan menyaingi Partai  Demokrat, Partai Golkar dan PDIP? Bukankah sebelumnya PKB dan PAN sudah  menempuh jalan yang sama, akan tetapi tetap saja menjadi partai yang  sulit berkembang apalagi membesar?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan nyatanya semakin hari semakin menciut. Bukankah kedua partai  tersebut memiliki basis masyarakat –NU dan Muhammadiyah– terbesar  dibanding dengan partai-partai lain dan pemimpin mereka –Gus Dur dan  Amien Rais– adalah dikenal sebagai tokoh nasional. Di sinilah letak  persoalannya sehingga banyak kalangan yang tidak atau belum mampu  memahami jalan fikiran para elite PKS itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/analisa/penutupan-munas-2-pks/penutupan-munas-2-pks-2.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Membangun Citra Partai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membangun citra partai. Itulah kata-kata yang sering didengungkan  oleh para elite PKS, khususnya saudara saya Anis Matta. Sebab itu, Anis  Matta dan kawan-kawannya perlu meluruskan beberapa pemahaman kader PKS  yang selama ini dianggapnya sebagai belenggu yang menghalangi PKS  menjadi partai besar alias berkuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara paham yang harus dibuang ialah cara pandang terhadap harta  yang selama belasan tahun atau puluhan tahun diajarkan kepada kader PKS.   Kesederhanaan atau zuhud pada dunia yang diajarkan belasan tahun harus  dibuang jauh-jauh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab itu, &lt;em&gt;life style&lt;/em&gt; para qiyadah (lebih tepat para elite  dan tokoh) PKS harus dirubah dari sederhana menjadi perlente, berlimpah  dan bergelimang harta fasilitas hidup, serta sangat borjuis. Tuidak  sedikitpun menampakkan sebagai pemimpin partai dakwah. Dalam mengadakan   acara-acara resmi PKS, seperti yang kita lihat pada Mukernas Bali 2008  dan MUNAS ke-2 di Ritz Carlton itu, harus dengan menampilkan kemewahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara ungkapan yang selalu mereka gunakan  untuk meyakinkan para  kader partai dalam masalah ini ialah: &lt;em&gt;Menyesuaikan diri&lt;/em&gt;. Sebab  itu, dalam taujihat (pengarahan-pengarahan) DPP atau DPW dan sebagainya  terhadap para kader intinya, sering menyetir cerita onta Nabi Saw adalah  yang paling bagus atau mahal, kesuksesan bisnis Abdurrahman Bin Auf dan  semua yang terkait dengan kekayaaan dunia lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini sangat kontra dengan saat dakwah dimulai tahun 80an dan  sampai akhir 90an. Cerita yang diangkat saat itu adalah terkait  keikhlasan, kesederhanaan dan keteguhan iman dan akhlak para Sahabat  Rasul Saw. dan kehebatan tokoh-tokoh dakwah Ikhwanul Muslimin lainnya.  Ada istilah yang dipopulerkan Ust. Hilmi di tahun 80an yakni, &lt;em&gt;tidak  perlu memiliki, cukup menikmati saja&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan penampilan perlente dan serba mewah dalam mengadakan  acara-acara resmi partai serta uang yang melimpah itu, para elite PKS  meyakini akan membuat masyarakat kagum dan &lt;em&gt;kesengsem&lt;/em&gt; pada PKS  dan para elitenya. Pada akhirnya masyarakat berbondong-bondong akan  memilih PKS dalam pemilu tahun 2014 yang akan datang dan Pemilukada  lainnya, melebihi dukungan masyarakat terhadap MASYUMI tahun 1955 yang  hanya dengan mengusung Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/foto/munas-2-pks/munas-pks-3.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang perlu dicermati ialah, dari mana harta dan semua fasilitas itu  diraih, para elite PKS sama sekali tidak mempersoalkannya, tsiqoh  (percaya) sajalah, yang penting kontribusi (infaknya) pada partai.  Penulis tahu persis pemahaman seperti ini sesungguhnya berakar dari  pemahaman ketua Majelis Syuro PKS, Ust. Hilmi Aminuddin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Anis Matta tidak punya pemahaman seperti itu kecuali  setelah kenal dan berinteraksi intensif dengan beliau sekitar akhir  tahun 90an. Sampai akhir tahun 1998, saat bertemu dan berbincang-bincang  dengan Anis Matta, dia selalu katakan kepada penulis bahwa bisnis dan  harta itu hanya akan menimbulkan perpecahan dan menjaukan seseorang dari  dakwah. Bahkan pernah beberapa kali mengakatakan pada penulis; &lt;em&gt;"sudahlah  akhi… tinggalkanlah bisnis itu, konsentrasi saja pada dakwah…"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya pemahaman yang diyakini para elite PKS terkait dengan  keduniaan itu disebabkan mereka merasa kurang pede (percaya diri) dengan  nilai-nilai orisinil Islam yang mereka yakini saat memulai dakwah ini  di awal tahun 80an. Atau mereka sudah jatuh cinta pada berbagai atribut  keduniaan, khususnya harta, kedudukan dan ketenaran, atau disebut juga  terjangkit virus &lt;em&gt;al-wahn&lt;/em&gt; (cinta dunia dan takut mati).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara fakta dan tidak terbantahkan, kesejahteraan hidup  dan  manisnya bunga dunia  dan sebagainya baru mereka rasakan setelah terjun  di dunia politik praktis selama 12 tahun belakangan, khususnya sejak  tahun 2004. Penulis kenal betul setiap pribadi para petinggi PKS,  khususnya mereka yang terlibat sebelum 1998, yang dahulunya  miskin-miskin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Membangun Citra dari Positif ke Negatif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya membangun citra partai atau diri adalah sesuatu yang  tidak terlarang. Namun cara PKS yang lahir dari sebuah gerakan dakwah  —yang di hadapan kadernya memakai nama gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin—  membangun citra partai mengundang penulis untuk membaca aliran politik  dan mengomentarinya. Khususnya setelah banyak kalangan yang sulit  memahami logika dan jalan fikir para elite PKS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lazimnya dalam dunia politik, bahwa seorang politisi akan membangun  citra diri dan partainya sesuai dengan ideologi yang dianutnya.  Manuver-manuver yang dilakukan dalam membangunan citra itu biasanya  dibangun dari negatif menjadi positif berdasarkan paradigma dan  pemikiran komunitas atau konstituen yang dibidik, tanpa harus merubah  dasar ideologinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, pencitraan itu dilakukan sejak awal merancang partai yang  mereka dirikan atau sejak mereka berniat memasuki dunia poltik, bukan  dilakukan di tengah jalan seperti para olahragawan mengganti baju mereka  di ruang ganti pakaian saat istirahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/foto/munas-2-pks/munas-pks-5.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau pertimbangannya hanya sebuah kemenangan Pemilu, sebenarnya  citra yang sangat laku dijual di hampir seluruh dunia Islam, termasuk  Indonesia, adalah yang berbau nasionlis-religius, karena mayoritas  Muslim belum meyakini Islam sebagai ideologi negara (The Way of Life)  yang mampu menjawab semua persoalan kehidupan modern. Pada waktu yang  sama, mereka juga tidak mau kehilangan formalitasnya sebagai Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi psikologis masyarakat Muslim seperti itu biasanya disebut  dengan sekular atau masih mendua. Kegagalan partai-partai Islam  —termasuk PKS sebelum berganti baju— dalam melakukan terobosan-terobosan  besar dan kreatif dalam berbagai hal kehidupan telah pula menambah  keyakinan kaum Muslimin nasionalis untuk istiqomah dengan nasionalisme  atau sekularisme mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di seluruh dunia Islam diperhitungkan terdapat sekitar  20% dari  seluruh masyarakat Muslim memahami atau paling tidak meyakini Islam  sebagai solusi. Namun mereka terpolarisasi dalam berbagai gerakan  dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecuali di Palestina mencapai 60%  dan di Aljazair jumlahnya sekitar  80%. Sebab itu, HAMAS menang dalam pemilu tahun 2006 dengan mengantongi  sekitar 60% suara, demikian juga FIS menang di pemilu Aljazair tahun  1994  dengan meraih sekitar 80% suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun di Turki Partai Keadilan dan Pembangunan yang sebelumnya  bernama Partai Refah (Kesejahteraan) meraih suara sekitar 20% dalam  pemilu 15 tahun belakangan, dan jauh sebelumnya MASYUMI di Indonesia  menang dalam pemiliu tahun 1955 dengan meraih 20% suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya contoh terbaik bagi PKS dalam membangun citra adalah  mendiang Benazir Buthoo saat memasuki kancah politik Pakistan tahun  1989, yakni setelah Presiden Ziaulhaq terbunuh dalam peristiwa peledakan  pesawat yang ditumpanginya Agustus 1988. Benazir Butho membangun citra  pribadi dan partainya Pakistan People Party (PPP) yang sosialis dengan  tampilan nasionalis-religius, padahal semua orang Pakistan tahu dia  adalah seorang nasionalis-sosialis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum memasuki dunia politik Pakistan, Benazir Butho mengangkat  Mark Siegel,  mantan staf Gedung Putih yang menduduki jabatan &lt;strong&gt;Jewish  Liaison&lt;/strong&gt;, dan pensiun tahun 1978 sebagai konsultan politiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mark Siegel adalah seorang Yahudi yang memiliki hubungan kuat dengan  Gedung Putih dan para pemilik modal serta media massa. Mark Siegel  berhasil membangun citra Benazir dari negatif menjadi positif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antaranya, Benazir yang sebelumnya suka berpakaian mini (baca:  terbuka) harus rela tampil sepanjang hari dengan pakaian wanita ala  Pakistan yang serba panjang dan dengan kerudung (selendang) yang selalu  menempel di atas kepalanya sehingga terkesan Benazir adalah seorang  wanita Muslimah nasionalis yang religious dan jauh dari kesan  fundamentalis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/analisa/pks-ipang.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan menggunakan semua media yang ada, Mark Siegel berhasil  meniupkan “terompet pencitraan” bagi seorang Benazir di tengah  masyarakat Pakista dan bahkan suara terompet itu nyaring kedengaran  sampai keseluruh penjuru dunia. Suara nyaring itu meniupkan pesan bahwa  Benazir adalah calon pemimpin wanita Muslimah pertama dari Timur (dunia  Islam) yang akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di  Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan performance (penampilan), bahasa dan gaya yang di-&lt;em&gt;setting&lt;/em&gt;  Mark Siegel, Benazir dikesankan sebagai seorang nasionalis-religius  atau dalam terminologi Yahudi dan Amerikanya: Muslimah baik-baik dan  tidak akan menjadi ancaman bagi kepentingan mereka jika ia berkuasa dan  bahkan bisa dijadikan agen atau boneka di Pakistan dan kawasan  sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AKhirnya, dalam waktu yang relatif singkat, Benazir berhasil  memenangkan pemilu Pakistan 1989. Benazir pun dilantik menjadi Presiden,  kendati secara umum sebelumnya masyarakat Pakistan mengetahui Benazir  sebagai seorang penganut paham sosialis, perilakunya saat tinggal di  luar negeri dengan pakaian mininya, hobi ke diskotik dan sebagainya  seperti yang pernah dibeberkan oleh koran Jank, sebuah berita harian  Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua imej dan kesan negatif yang bersemayam dalam diri Benazir  berpuluh-puluh tahun itu sirna hanya dengan proses pencitraan ala Mark  Siegel dalam waktu sekitar setahun saja. Benazir pun diangkat jadi  Presiden Pakistan dan menjadi agen atau boneka Yahudi dan Amerika. Hal  itu terbukti bahwa program 100 hari dalam pemerintahannya (meminjam  istilah pemerintahan SBY) adalah mengumpulkan data-data nuklir Pakistan  yang dibangun Ziaulhaq puluhan tahun untuk diserahkan ke Yahudi dan  Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ajaibnya, ini pulalah dosa besar Benazir di mata militer dan  masyarakat Pakistan sehingga pemerintahannya dikudeta dan kemudian  dipenjara dan akhirnya mati terbunuh dalam sebuah ledakan bom beberapa  tahun lalu saat berkampanye di Rawal Pindi, kota kembar Islamabad.  Riwayat Benazir pun tamat untuk selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/analisa/mukernas-bali.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita lihat dengan teliti, sebenarnya ada tiga faktor yang  menentukan kemenangan Benazir saat itu. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, pencitraan  diri dari negatif menjadi positif. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, peran media massa  dunia, baik lokal maupun internasional —yang memang sampai saat ini  dikuasai Yahudi— dalam mengekspos Benazir sebagai pemimpin besar Dunia  Islam dengan format nasionalis-religius. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt; yang tak kalah  pentingnya ialah Benazir dimodali oleh kelompok kapitalis yang dilobi  oleh Mark Siegel sehingga serangan fajar (money politic) sangat efektif  untuk meraup suara, khususnya di wilayah-wilayah yang tingkat pendidikan  masyarakatnya masih rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua itu tak terlepas dari kehebatan gocekan cerdas seorang Yahudi  yang bernama Mark Siegel yang konon mendapatkan bayaran $ 40.000  perbulan di luar biaya-biaya lain yang harus digelontorkan Benazir Butho  kepada sang konsultan kawakan itu. Dari mana Benazir mendapatkan  dananya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping suaminya Ali Zardari yang jadi Presiden Pakistan Sekarang  adalah seorang pengusaha, dana pihak Bandar kapitalis dunia yang siap  memodali Benazir berapapun, asalkan ada kompensasinya setelah menang  Pemilu dan behasil jadi Presiden.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Indonesia dunia para bandar kapitalis seperti itu tidaklah asing,  bahkan sampai ke tingkat pemilihan kepala daerah seperti Gubernur dan  Bupati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita cermati dengan teliti, model pencitraan seperti ini  pulalah sebenarnya yang menyebabkan SBY menang dalam pemilu 2004 dan  2009. Bahkan kemenangan Anas Urbaningrum —mantan petinggi HMI yang  nasionalis-religius— sebagai Ketua Partai Demokrat beberapa waktu lalu  dapat pula dibaca sebagai kelanjutan pencitraan SBY dalam membangun  Partai Demokrat yang masih tetap menjaga citra  nasionalis-religiusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan lain halnya jika Marzuki Ali atau Andi Malarangeng yang  terpilih, maka citra religius partai Demokrat bisa hilang di mata  masyarakat. Untuk menang Pemiliu di Indonesia, khususnya di tengah  terpecahnya suara kaum Muslimin yang meyakini Islam sebagai &lt;em&gt;The Way  of Life&lt;/em&gt; ke dalam beberapa partai, maka nasionalis saja tidak cukup  seperti yang ditampilkan PDIP. Diperlukan kata religius agar bisa  memikat hati mayoritas Muslim yang masih sekuler dan fanatik pada  kelompok masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Aliran Politik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memahami manuver politik elite PKS dan juga partai-partai  politik lainnya haruslah dilihat aliran politik apa yang mereka anut.  Kalau tidak, kita akan kesulitan membacanya dengan pas dan baik. PKS  adalah partai politik Islam-Nasionalis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paling tidak, itulah coba dikesankan oleh para elitenya dalam  perhelatan akbar di hotel Ritz Carlton sepekan yang lalu. Sebab itu,  tidak perlu heboh jika para elitenya mengumumkan PKS adalah partai  terbuka bagi siapa saja dan apa saja agamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengakuan mereka terhadap pancasila adalah final dan sebagainya juga  tak perlu diperdebatkan. Memang demikianlah konsekuensi menjadi partai  nasionalis Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/analisa/para-qiyadah-pks.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula gaya hidup para elitenya yang berlimpah harta dan  mengadakan berbagai kegiatan yang menghabiskan dana puluhan milyar  rupiah di tengah mayoritas kader dan simpatisannya hidup miskin, kalau  tidak dikatakan di bawah garis kemiskinan tidak perlu diperdebatkan,  karena demikianlah gaya partai-partai politik nasionalis yang haus  kekuasaan dan harta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebingungan kebanyakan kader saat ber-&lt;em&gt;istinjak&lt;/em&gt; (istilah  fiqih dalam bersuci dari hadas dan najis) di hotel mewah Ritz Carlton  sehingga memerlukan ember tidak perlu dicermati, karena kalau kader mau  maju harus membiasakan diri dengan keduniaan dan kemewahan kendati  syarat-syarat fiqh Islamnya tidak terpenuhi. &lt;em&gt;Gak apalah kali ini  pake&lt;/em&gt; ember untuk bersuci. Toh di masa yang akan datang mereka sudah  mengerti bagaimana bersuci ala barat Ritz Carlton dan sejenisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu juga bagaimana disorot kamera tv yang melansirkan diri mereka  ke seluruh penjuru tanah air sperti saat Rahma Sarita dari TV One  mewawancara beberapa elite PKS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wajah-wajah lugu dan sumringah muncul dan berdesak-desakkan sampai  menempel dengan Rahmah Sarita. Persoalan &lt;em&gt;ikhtilath&lt;/em&gt; —cambur baur  dengan lawan jenis yang tidak mahram— tidak perlu dikritik. Kan sudah  partai terbuka dan nasionalis?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana cara menjalankan kaderisasi partai sehingga mesin partainya  efektif dengan dua dunia yang berbeda karakternya (Muslim dengan konsep  dakwah dan non Muslim konsep partai) kita juga tidak perlu khawatir.  Toh ada sapu jagatnya dengan prinsip semua agama sama seperti yang  diajarkan oleh para tokoh sekular dan nasionalis negeri ini. Pokoknya  semua yang haram dalam pandangan Partai Dakwah akan menjadi halal dalam  pandangan Partai Nasionalis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seharusnya para elite PKS men-&lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; partai mereka menjadi  partai nasionalis tulen dan sejati dan jangan setengah-setengah jika  benar-benar ingin memenangkan pemilu 2014 sebagaimana yang dilakukan  Benazir Butho dengan PPP-nya tahun 1989 dan SBY dengan PD-nya pada tahun  2004 dan 2009.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya meraih tampuk kepemimpinan tertinggi Negara dalam waktu yang  relatif singkat, yakni antara satu sampai tiga tahun saja. Bandingkan  dengan para elite PKS yang sudah berpolitik praktis sejak 12 tahun lalu,  mereka masih sibuk tukar pakaian (fashion), obral statement, menempel  dan menjilat penguasa sehinga ketua Majlis Syuranya berani mengatakan  dalam MUNAS ke-2: &lt;em&gt;“Bapak Presiden SBY, bagi kami kebersamaan dalam  koalisi ini bukan sekedar agenda program poltik kami. Tetapi itu  merupakan aqidah kami, iman kami.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya PKS sudah memilki pilar-pilar untuk memenangkan pemilu  2014,  seperti partai sudah menjadi nasionalis, Pancasila sudah diakui  final, UUD 45 sudah diakui sebagai landasan bernegara, cara-cara  mengembangkan partai, memperluas jaringan anggota dan gaya hidup para  elitenya  sudah meniru cara-cara partai nasionalis lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian ada yang kurang dari PKS sebagai sebuah partai  nasionalis dan terbuka, yakni pemimpin atau tokoh yang bisa dipoles  (baca: direkayasa) menjadi pemimpin nasional versi nasionalisme sejati  seperti yang dimiliki oleh PPP di Pakistan pada 1989 dan PD pada 2004  dan 2009. Jika PPP punya Benazir Butho dan PD punya SBY, maka PKS punya   siapa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut hemat penulis hanya Ketua Majelis Syuro PKS  yang pantas  menjadi tokoh itu. Penilaian ini berdasarkan pengenalan penulis terhadap  diri beliau sejak 1987. Beliaulah yang punya bakat dan talenta untuk  menjdi pemimpin versi PKS yang nasionalis dan terbuka itu. Selama beliau  masih hidup, tidak akan ada yang mampu menyainginya, apalagi  menggantikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau tidak akan berkembang lebih besar lagi dari yang ada sekarang  dengan paradigma PKS sebagai Partai Dakwah. Akan tetapi mungkin saja  berhasil membawa PKS menjadi partai besar dan menjadi Presiden RI dalam  wadah PKS sebagai partai nasionalis. Namun, kata kuncinya terletak pada  konsultan yang dipakai. Kalau konsultannya kelas lokal, mungkin akan  masih sulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi jika konsultan politiknya dari mancanegara, katakanlah sekelas  Mark Siegel seperti yang dilakukan Benazir Butho sangat mungkin sekali.  Soal &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; masa lalu tidak jadi masalah. Semuanya bisa  diatur oleh konsultan tersebut, termasuk soal kucuran dana pemilu dan  sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Fatamorgana&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat PKS sebagai Partai Dakwah amatlah musykil. Sebab itu, jika  ada yang berharap PKS akan memperjuangkan nilai-nilai Islam secara  totalitas sampai ke akarnya sehingga negeri ini menjadi &lt;em&gt;Baldatun  Thayyibatun Warobbun Ghafur&lt;/em&gt; (bersih, peduli dan profesional  —meminjam istilah PKS sebelumnya— dan Allah pun ridha) adalah merupakan  fatamorgana, seperti yang mereka cantumkan di dalam platform kebijakan  pembangunan dengan judul memperjuangkan masyarat madani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buku setebal 643 halaman itu dalam membahas Dialektika Islam dan  Negara pada halaman 72 tercantum sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dalam konteks ini maka pilihannya bukan negara Islam yang  menerapkan syariah, atau negara sekuler yang menolak syariah. Tapi yang  kita inginkan adalah negara Indonesia yang merealisasikan ajaran agama  yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan universal  melalui perjuangan konstitusional dan demokrasi agar dapat hadir  masyarakat madani yang dicitakan itu.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena Partai Dakwah itu memiliki prinsip-prinsip sendiri, seperti &lt;em&gt;wala’&lt;/em&gt;  kepada kepada Allah, Rasul-Nya, kaum Mukminin dan &lt;em&gt;baro’&lt;/em&gt; kepada  setiap sistem tuhan selain Allah, ideologi  dan sistem selain Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Strategi dan sarananya  tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai  Islam, program kerja harus jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat  dan negeri secara keseluruhan, penegakkan keadilan versi Allah dan  Rasul-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait mewujudkan kesejahteraan rakyat haruslah berdasarkan  cara-cara yang diridhai Allah dan Rasul-Nya. Partai Dakwah tugas  utamanya adalah menyeru dan mengajak masyarakat dan pemerintah agar  selamat di dunia dan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keselamatan dunia dan akhirat itu hanya  dengan sistem Allah. Semua  itu dilakukan hanya karena Allah, bukan harta benda dan kekuasaan. Kapan  akan meraih kekuasaan atau pemerintahan bukanlah kewajiban Partai  Dakwah yang menentukannya, karena yang demikian hanya Allah saja yang  tahu dan kapan waktu yang Dia takdirkan. Yang penting, Partai Dakwah  bekerja keras sesuai cara, jalan, strategi yang Allah dan Rasul-Nya  titahkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buah dan balasan perjuangan tersebut, kalaupun tidak dapat di dunia,  maka di akhirat pasti seperti yang Allah janjikan. Sebab itu, kalau kita  membaca PKS dengan kacamata Partai Dakwah, maka kita akan kebingungan  sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita bingung, jangan salahkan mereka, salahkanlah diri sendiri.  Oleh karena itu, bacalah PKS dengan menggunakan kacamata nasionalis  (sekuler), dijamin anda tidak akan bingung lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi prinsip 'al hizbu huwal jama'ah, dan al jama'ah hiyal hizbu  (Jama'ah adalah partai, dan partai adalah jama'ah), di mana PKS dahulu  itu merupakan wujud dari Jama'ah Ikhwan, dan prinsiip itu  sekarang  menjadi sejarah masa lalu.  &lt;em&gt;Allahu A’lam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-445860943274863007?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/445860943274863007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/membaca-aliran-politik-pks-pasca-ritz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/445860943274863007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/445860943274863007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/membaca-aliran-politik-pks-pasca-ritz.html' title='Membaca Aliran Politik PKS Pasca Ritz Carlton'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-730049638370635873</id><published>2010-06-19T20:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:39:48.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Penciptaan Langit dan Bumi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Assalamualaikum ww&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ustad di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa bumi di ciptakan oleh Allah  dalam enam hari bisa dijelaskan ga ustad, lalu kemana hari yang ke  tujuh,dan sudahkah ada pengetahuan modern yang menjelaskannya,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;syukron&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;naryo&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Naryo&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Naryo yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang penciptaan langit dan bumi dalam waktu enam hari ini telah  diinformasikan Allah swt didalam beberapa ayatnya, seperti :&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي  سِتَّةِ أَيَّامٍ&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Artinya : “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam  masa.” (QS. Huud : 7)&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا  بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “dan Sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa  yang ada antara keduanya dalam enam masa.” (QS. Qaff : 38)&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ  وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Artinya : “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang  ada di antara keduanya dalam enam masa.” (QS. Sajdah : 4)&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ  الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَندَادًا ذَلِكَ رَبُّ  الْعَالَمِينَ ﴿٩﴾&lt;br /&gt;وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ  فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ ﴿١٠﴾&lt;br /&gt;ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ  اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ ﴿١١﴾&lt;br /&gt;فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء  أَمْرَهَا&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Artinya : “Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang  menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?  (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".  dan Dia  menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia  memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan  (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi  orang-orang yang bertanya. kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit  dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan  kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka  hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".  Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada  tiap-tiap langit urusannya.” (QS. Fushilat : 9 – 12)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayyid Qutb mengatakan,”.. Hari-hari apa itu : dua hari untuk  menciptakan bumi dan dua hari untuk menciptakan gunung-gunung yang  kokoh, menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dan  memberkahinya sehingga seluruhnya sempurna dalam empat hari. (Fii  Zhilalil Qur’an juz V hal 3110)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Al Qurthubi mengatakan bahwa makna “dalam dua hari” adalah ahad  dan senin... Qatadah dan Mujahid mengatakan bahwa Dia swt menciptakan di  bumi, sungai-sungai, pepohonan dan binatang melata pada hari selasa dan  rabu.&lt;br /&gt;Sedangkan makna “dalam empat hari” adalah sempurna dalam empat hari,  seperti seorang yang mengatakan,”Aku pergi dari kota Basrah ke Bagdad  dalam sepuluh hari kemudian ke Kufah dalam lima hari. Jadi itu sempurna  dalam lima belas hari.” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an jilid VIII hal 290)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ath Thabari mengatakan bahwa makna firman-Nya "Sesungguhnya  patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua hari” adalah  hari ahad dan hari senin, sebagaimana berita dari Rasulullah saw dan  perkataan para ulama. (Tafsir Ath Thabari juz XXI hal 432)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sunnah disebutkan bahwa bumi diciptakan dalam tujuh hari,  sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah  saw memegang tanganku dan bersabda,’”Allah swt telah menciptakan tanah  pada hari sabtu, menciptakan di bumi gunung-gunung pada hari ahad,  menciptakan pepohonan pada hari senin, menciptakan yang tidak disukai  pada hari selasa, menciptakan cahaya pada hari rabu, menyebarkan  binatang melata di bumi pada hari kamis, menciptakan Adam pada hari  jum’at setelah ashar yang merupakan akhir penciptaan di akhir waktu dari  waktu-waktu hari jum’at yaitu antara ashar hingga malam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang hadits ini, Yahya bin Ma’in,  Abdurrahman bin Mahdiy, Bukhori dan yang lainnya mengatakan bahwa hadits  itu keliru dan ia bukanlah dari perkataan Nabi saw, bahkan Bukhori  menjelaskan didalam “at Tarikh al Kabir” bahwa itu adalah perkataan  Ka’ab seorang alim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara yang berpendapat seperti itu juga Syeikhul Islam Ibnu  Taimiyah dan muridnya Ibnul Qoyyim. Syeikhul Islam mengatakan bahwa  dalil terhadap mereka adalah telah jelas disebutkan didalam Al Qur’an,  Sunnah dan Ijma bahwa Allah swt telah menciptakan langit dan bumi dalam  enam hari dan yang terakhir diciptakan adalah Adam pada hari jum’at.  Terdapat perbedaan terhadap hadits ini yang menyebutkan bahwa Allah  menciptakan itu semua dalam tujuh hari, dan terdapat riwayat dengan  sanad yang lebih shahih dari itu bahwa awal penciptaan adalah pada hari  ahad. (Majmu’ al Fatawa juz I hal 256)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada kalangan ulama yang menshahihkan hadits ini dan mengatakan bahwa  tidak ada pertentangan antara hadits itu dengan al Qur’an. Al Qur’an  menyebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi dalam enam hari sementara  hadits ini menyebutkan penciptaan segala yang ada di bumi berupa tanah,  gunung-gunung dan yang lainnya, dan tujuh hari itu bukanlah enam hari  yang disebutkan didalam Al Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy Syeikh Al Albani dalam catatannya terhadap “Misykat al Mashobih”  (3/1598) mengatakan bahwa hadits itu tidaklah bertentangan dengan Al  Qur’an dari sisi manapun, berbeda dengan anggapan sebagian orang.  Sesungguhnya hadits itu menjelaskan tentang keadaan penciptaan bumi saja  dan itu berlangsung dalam tujuh hari sedangkan nash Al Qur’an  menyebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi dalam enam hari dan bumi  dalam dua hari yang tidak bertentangan dengan hadits diatas karena  adanya kemungkinan bahwa enam hari ini berbeda dengan tujuh hari yang  disebutkan didalam hadits.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa hadits tersebut menceritakan tentang satu tahapan dari  tahapan-tahapan perkembangan penciptaan bumi sehingga layak untuk dihuni  yang dikuatkan oleh Al Qur’an yang menyebutkan sebagian hari disisi  Allah sama dengan seribu tahun dan sebagiannya setara dengan lima puluh  ribu tahun. Maka apakah ada halangan bahwa enam hari itu seperti  demikian? Dan yang tujuh hari seperti hari-hari kita? sebagaimana  dijelaskan hadits, dengan demikian tidak ada pertentangan antara hadits  dengan al Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu juga dikuatkan oleh yang diriwayatkan oleh al Hakim dan al  Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Said bin Jabir berkata,”Telah  datang seorang laki-laki kepada Ibnu Abbas dan berkata,”Aku menyaksikan  berbagai pertentangan didalam Al Qur’an.’ Ibnu Abbas berkata,’Berikan  apa yang menurutmu bertentangan.’&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang itu berkata,’aku mendengar firman Allah swt, “Katakanlah: ”  Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua  hari.” Hingga firman-Nya “dengan suka hati". Dia swt memulai penciptaan  bumi didalam ayat ini sebelum penciptaan langit, kemudian firman-Nya swt  didalam ayat lain”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit?  Allah Telah membinanya” kemudian Dia berfirman “Dan bumi sesudah itu  dihamparkan-Nya.” Allah swt menyebutkan penciptaan langit sebelum  penciptaan bumi. Ibnu Abbas menjawab,’Adapun penciptaan bumi dalam dua  hari. Sesungguhnya bumi diciptakan sebelum langit, langit dahulunya  adalah asap kemudian Allah jadikan tujuh langit dalam dua hari setelah  penciptaan bumi. Adapun firman-Nya,” “Dan bumi sesudah itu  dihamparkan-Nya.” dia berkata,’Dia menjadikan di bumi gunung, sungai,  pohon dan lautan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini menunjukkan adanya dua penciptaan : penciptaan bumi pada awalnya  dan penciptaan apa-apa yang ada diatasnya, seperti gunung-gunung dan  sungai-sungai. (www.islamweb.net)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang hari-hari yang ada didalam ayat itu, Sayyid Qutb mengatakan  bahwa tidak disangsikan lagi hari-hari itu adalah hari-hari yang  batasannya hanya Allah saja yang mengetahuinya. Ia bukanlah hari-hari di  bumi. Hari-hari di bumi hanyalah qiyas waktu yang ada setelah kelahiran  bumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sebagaimana di bumi terdapat hari-hari yaitu waktu perputarannya  mengelilingi matahari, begitu juga dengan planet-planet yang memiliki  hari-harinya dan bintang memiliki hari-hari yang berbeda dengan  hari-hari bumi, sebagiannya lebih pendek dari hari-hari bumi dan  sebagian lainnya lebih panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari-hari yang diciptakan didalamnya bumi pertama kali kemudian  mencakup diatasnya gunung-gunung, menentukan kadar-kadar makanannya  adalah hari-hari yang diqiyaskan dengan ukuran yang lain yang tidak kita  ketahui akan tetapi kita mengetahui bahwa hal itu jauh lebih panjang  dari hari-hari bumi yang kita kenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan yang paling dekat bisa kita renungkan sesuai dengan pengetahuan  kita sebagai manusia adalah bahwa hari-hari itu adalah zaman yang telah  dilalui bumi masa demi masa sehingga bumi kokoh dan padat permukaannya  sehingga menjadi layak untuk dihuni. Dan hal itu seperti yang telah  disebutkan oleh berbagai teori yang ada dihadapan kita yaitu sekitar dua  ribu juta tahun dari tahun-tahun bumi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini hanya sebatas perkiraan ilmiyah yang bersandar pada riset  bebatuan dan perkiraan usia bumi dengan perantaraannya. Kita didalam  dirosah Al Qur’an tidaklah mengatakan bahwa perkiraan-perkiraan itu  adalah realita akhir padahal asalnya bukanlah demikian. Dan tidaklah  perkiraan itu kecuali sebatas teori-teori yang memungkinkan adanya  perbaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tidak menempatkan Al Qur’an untuk hal yang demikian akan tetapi  kita mendapati bahwa terkadang teori-teori itu benar dan kita melihat  adanya kedekatan antara teori-teori itu dengan nash Al Qur’an dan kita  mendapati bahwa teori itu bisa menjadi penjelasan bagi nash Al Qur’an  tanpa adanya upaya tipu daya. Dari sini kita dapati bahwa teori ini yang  paling dekat dengan kebenaran karena ia paling dekat dengan kandungan  nash Al Qur’an. (Fii Zhilalil Qur’an juz V hal 3110)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/penciptaan-bumi.htm&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-730049638370635873?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/730049638370635873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/penciptaan-langit-dan-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/730049638370635873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/730049638370635873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/penciptaan-langit-dan-bumi.html' title='Penciptaan Langit dan Bumi'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-9184876604062687142</id><published>2010-06-19T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:40:35.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh a.s.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum Wr.WB&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mohon penjelasannya ustad tentang ayaat tersebut,dan bagaimana  tinjauan dari sudut sains yang ada. Benarkah bahtera Nuh a.s terdampar  di bukit daerah armenia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamualaikum Wr.Wb&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Abah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam hari yang disebutkan  Allah swt didalam surat Huud ayat 7, anda bisa membuka kembali “&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/penciptaan-langit-dan-bumi.html"&gt;Penciptaan  Langit dan Bumi&lt;/a&gt;” di rubrik ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun tentang bahtera Nabi Nuh as ini sesungguhnya Allah swt telah  meninggalkannya sebagai salah satu dari tanda kebesaran-Nya dan agar  orang-orang yang datang setelahnya dapat mengambil pelajaran dari  kejadian yang dialami oleh Nuh dan orang-orang yang bersamanya yang  kemudian diselamatkan dengan bahtera itu sementara orang-orang yang  kafir terhadapnya ditenggelamkaan oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya  :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَقَد تَّرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ  ﴿١٥﴾&lt;br /&gt;فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿١٦﴾&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Dan Sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sebagai  pelajaran, Maka Adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka alangkah  dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.” (QS. Al Qomar : 15 – 16)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan keberadaan bahteranya setelah Allah swt menyelamatkannya  serta orang-orang yang bersamanya juga telah disebutkan didalam  firman-Nya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء  أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى  الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit  (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan  dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan:  "Binasalah orang-orang yang zalim ." (QS. Huud : 44)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu diimana sebenarnya bukit Judi, yang menjadi tempat berlabuhnya  bahtera Nuh inilah yang hingga kini masih banyak diperselisihkan orang.  Ada yang mengatakan bahwa ia berada di Armenia, ada yang mengatakan di  Iraq, ada yang mengatakan di Turki atau juga di daerah Yaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka yang mengatakan bahwa bahtera Nuh tersebut berada di Armenia  berdasarkan pada apa yang diberitakan didalam injil bahwa bahtera itu  terdampar di bukit Ararat.&lt;br /&gt;Namun ada juga yang mengatakan bahwa Ararat bukanlah sebuah bukit akan  tetapi ia adalah sebuah perbukitan yang memanjang antara Armenia, Turki  dan Iraq bagian utara sementara bukit Judi adalah salah satu bukit dari  perbukitan Ararat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/syariah/armenia.gif"&gt;&lt;img alt="Ararat; Tempat Kapal Nabi Nuh Berlabuh" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/syariah/armenia.gif" align="left" width="372" height="434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu orang yang mengatakan bahwa bahtera Nuh berada di Yaman  mengemukakan beberapa argumentasinya seperti :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bahwa tidak pernah terjadi air bah di daerah Asia Tengah yang  menjadikan bahtera Nuh berada di Armenia sebagaima disebutkan berbagai  sumber sejarah dan hasil dari penelitian orang-orang Amerika di Laut  Mati dan daerah-daerah sekitarnya pada tahun 2005.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahwa asal muasal  kaum Nuh adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang  Yaman yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Keberadaan gunung yang disebut dengan Tanur—yang disebutkan  didalam Al Qur’an—berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh berada di desa al Waqsyah yang  dibangun didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah  Nahm yang juga nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana  disebutkan didalam Taurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahwa bahtera  itu berada di air selama satu tahun, melewati baitullah dan melakukan  perputaran (thawaf) sebanyak tujuh kali lalu Allah mengangkatnya agar  tidak tenggelam kemudian menuju Yaman dan kembali lagi ke Judi dan  berlabuh di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi didalam tafsirnya  masing-masing menjelaskan bahwa bukit judi berada didaerah jazirah dekat  al Maushul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bukit  Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur Jazirah Ibnu Umar  hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul, (panjang bukit  itu) dari selatan hingga utaranya sepanjang tiga hari perjalanan dan  memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit  yang hijau karena ditumbuhi pepohonan dari eek (kayu) yang disampingnya  terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat  tinggal orang-orang yang diselamatkan bersama Nuh yang berada didalam  bahtera itu. Tentang lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa  tidak hanya satu orang ahli tafsir yang menyebutkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun dimana letak yang pastinya maka kita serahkan sepenuhnya kepada  Allah swt yang Maha Mengetahui segala sesuatunya, Dia lah Yang Awal dan  Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/makna-surat-huud-ayat-7.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-9184876604062687142?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/9184876604062687142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/lokasi-terdamparnya-kapal-nabi-nuh-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/9184876604062687142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/9184876604062687142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/lokasi-terdamparnya-kapal-nabi-nuh-as.html' title='Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh a.s.'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8925301244069669424</id><published>2010-06-19T20:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:23:56.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Al-Baqarah dan Kebenaran Semua Agama</title><content type='html'>&lt;p&gt;Assalamualaiku , Wr .Wb&lt;br /&gt;Pengasuh yang di rahmati Allah . ana punya pertanyaan tentang surat  albakoroh ayat 62 &amp;amp; 69 al maidah , di sana di katakan separtinya  sumua agama benar , bagai mana menurut pandangan Ustad mohon  penjalasannya.&lt;br /&gt;Terimakasih atas jawaban . wasalamualikum , Wr , Wb . &lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;aji&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Aji yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ  وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ  وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ  عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُون&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,  orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka  yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal saleh,  mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran  kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh :  62)&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ  وَالصَّابِؤُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ  وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin  dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar  saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)  mereka bersedih hati.” (QS. Al Maidah : 69)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan dari Mujahid berkata bahwa Salman berkata,”Saya bertanya  kepada Nabi saw tentang agama yang dahulu aku peluk bersama mereka. Aku  menyebutkan tentang shalat dan ibadah mereka. Lalun turunlah  ayat,“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang  Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang  benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh,  mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran  kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh :  62)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;As Suddiy berkata,”Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang  Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja  diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan  beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada  kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”  (QS. Al Baqoroh : 62) ayat ini diturunkan berkaitan dengan para sahabat  Salman al Farisy ketika dia menceritakan para sahabatnya kepada Nabi  saw, bahwa mereka melakukan puasa, shalat, beriman kepadamu, bersaksi  bahwa engkau akan diutus sebagai seorang Nabi. Ketika Salman selesai  dari memuji mereka lalu Nabi saw berkata kepadanya,”Wahai Salman  sesungguhnya mereka termasuk penduduk neraka.” Hal itu mengagetkan  Salman lalu Allah menurunkan ayat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keimanan orang-orang Yahudi adalah orang yang berpegang teguh dengan  taurat dan sunnah Nabi Musa as hingga datangnya Nabi Isa. Adapun ketika  Isa datang, orang yang berpegang teguh dengan taurat dan mengikuti  sunnah Musa tidak meninggalkannya dan tidak mau mengikuti Isa maka dia  celaka. Sedangkan keimanan orang-orang Nasrani adalah mereka yang  berpegang teguh dengan injil dan syariat-syariat Isa dan keimanan  seperti ini diterima hingga datang Muhammad saw. Maka barangsiapa yang  tidak mengikuti Muhammad dan meninggalkan sunnah Isa dan injil maka dia  akan celaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir mengatakan bahwa hal diatas tidaklah menafikan apa yang  diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas,”Sesungguhnya  orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan  orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman  kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima  pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan  tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh : 62) lalu Allah  menurunkan setelah itu,” Barangsiapa mencari agama selain agama islam,  Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia  di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al Imran : 85)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya apa yang dikatakan Ibnu Abbas adalah berita tentang  tidak diterimanya cara dan amal seseorang kecuali jika sesuai dengan  syari’at Muhammad saw setelah beliau saw diutus oleh Allah swt. (Tafis  al Qur’an al Azhim juz I hal 284 – 285)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun tentang Shobi’in maka terjadi perbedaan pendapat, diantara  mereka ada yang mengatakan bahwa :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Shobi’in adalah kelompok dari orang-orang ahli kitab yang membaca  zabur.&lt;br /&gt;2. Mereka adalah seperti orang-orang Majusi.&lt;br /&gt;3. Mereka adalah kaum yang menyembah malaikat.&lt;br /&gt;4. Mereka adalah para penyembah malaikat, membaca kitab zabur dan  melaksanakan shalat menghadap kiblat.&lt;br /&gt;5. Mereka adalah kaum yang tinggal di daerah setelah Iraq, mereka berada  di Kuutsi, beriman dengan seluruh nabi, melakukan puasa selama tiga  puluh hari setiap tahunnya, melaksanakan shalat menghadap ke Yaman  setiap hari lima kali.”&lt;br /&gt;6. Shobi’in adalah para pemeluk suatu agama yang tinggal di Jazirah al  Maushul dan mengatakan “Laa Ilaaha Illallah” mereka tidak memiliki amal,  kitab juga nabi kecuali perkataan “Laa Ilaaha Illallah”&lt;br /&gt;7. Shobi’in adalah para pemeluk agama Nuh as.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sekian banyak pendapat tersebut, Ibnu Katsir lebih memilih  pendapat yang diungkapkan Mujahid dan Wahab bin Munbih bahwa Shobi’un  adalah kaum yang bukan beragama Yahudi, Nasrani, Majusi atau Musyrik.  Mereka adalah kaum yang tetap berada diatas fitrah mereka, mereka tidak  memiliki agama tertentu yang dianut. Karena itulah kaum musyrikin  memberi gelar orang yang telah masuk islam dengan sebutan “Shobi’i”,  artinya orang itu telah keluar dari semua agama orang-orang di bumi saat  itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa Shobi’in  ada dua macam : Shobi’in yang masih lurus dan Shobi’in yang musyrik.  Orang-orang Shobi’in yang lurus inilah yang dipuji dan disanjung Allah  swt didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,  orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka  yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh,  mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran  kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh :  62)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah memuji orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir  serta beramal shaleh dari kalangan empat penganut tersebut, yaitu :  Orang-orang beriman, Yahudi, Nasrani dan Shobi’in.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang Shabi’in yang lurus adalah orang-orang yang mengikuti  syari’at taurat dan injil sebelum mengalami penghapusan, penyimpangan  dan perubahan. Sedangkan orang-orang shobi’in sebelum mereka adalah  seperti orang-orang yang mengikuti ajaran Ibrahim sebelum ditutunkannya  taurat dan injil. (ar Roddu alal Manthiqin hal 288)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/surat-albakoroh-ayat-62-69.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8925301244069669424?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8925301244069669424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/al-baqarah-dan-kebenaran-semua-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8925301244069669424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8925301244069669424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/al-baqarah-dan-kebenaran-semua-agama.html' title='Al-Baqarah dan Kebenaran Semua Agama'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4164992535136572241</id><published>2010-06-19T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:24:40.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Penamaan Allah dan Agama yang Benar</title><content type='html'>&lt;p&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Ustadz, saya mau tanya tentang penamaan Allah dan agama yang benar.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bukankah Islam adalah hanya agama yang benar dan diridhai  Allah?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Lalu bagaimana dengan agama-agama lain selain Islam, seperti  Yahudi, Nasrani, Hindu, Buddha, dan lain-lain?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari mana agama-agama yang disebutkan berasal?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tentu bukan dari Allah, Rabb semesta alam, kan, Pak Ustadz?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan bagaimana Allah memandang agama-agama selain Islam?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Apakah agama utusan-utusan Allah sebelum Muhammad?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah utusan-utusan Allah sebelum Muhammad menyatakan Islam  sebagai agama?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Ibrahim, Musa, Daud, Isa, dan utusan-utusan Allah  mengartikulasikan sebuah agama kepada pengikutnya (orang-orang yang  pada saat itu dikehendaki Allah diturunkan utusan-utusan Allah)?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah pada dasarnya mereka sudah mengartikulasikan Islam sebagai  agama Allah?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Atau Islam sebagai agama baru diartikulasikan sejak Muhammad  turun?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lalu, apakah penamaan Allah sebagai Rabb, semesta alam  sudah dilafalkan sejak Adam?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Bagaimana perkara tentang banyaknya penamaan, seperti YHWH, Alah,  dan lain-lain?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah Allah mengenalkan penamaan diriNya selain Allah?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kemudian yang Insya Allah terakhir, bagaimana kedudukan  orang-orang yang mengaku masih memegang teguh ajaran asli Ibrahim, Musa,  Daud, Isa, dan utusan-utusan Allah sebelum Muhammad namun tetap tidak  memeluk Islam sebagai agama?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah Allah membenarkan perkara mereka?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Mohon penjelasan tentang ayat ini, Pak Ustadz.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang  Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang  benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh,  mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran  terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Surat  Al-Baqarah Ayat 62)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah Allah membenarkan orang-orang yang beragama selain Islam  namun beriman kepada Allah sesuai penafsiran mereka?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sekian Pak, Ustadz pertanyaan-pertanyaan dari saya yang miskin ilmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Ustadz, do'akan ya... yang bertanya kepadamu ini agar selalu  diberi ilmu yang haq hanya dari Allah dan tidak mencampuradukkan perkara  haq dan bathil. Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Pak Ustadz, Mu'min, dan Muslim tetap diberi iman Islam,  keselamatan yang haq dunia akhirat dengan rahmat dan berkah Allah. Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Miskin Ilmu&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam Agama yang Diterima Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt telah menegaskan bahwa hanya Islam agama yang diakui dan  diterima dan Dia swt  menolak segala agama selainnya, berdasarkan  firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah  Islam.” (QS. Ali Imran : 19)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir didalam tafsirnya mengatakan bahwa firman Allah ini  adalah informasi dari Allah swt bahwa tidak satu pun agama yang diterima  di sisi-Nya selain dari Islam, yaitu mengikuti para rasul yang telah  diutus Allah swt hingga mereka ditutup dengan diutusnya Muhammad saw  yang menutup seluruh jalan kepadanya kecuali dari sisi Muhammad saw. Dan  barangsiapa yang bertemu Allah setelah diutusnya Muhammad saw dengan  suatu agama selain syariatnya maka tidaklah diterima, sebagaimana  firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن  يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka  sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di  akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85) –(Tafsir  al Qur’an Al Azhim juz II hal 25)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun dari agama-agama tersebut ada yang pada asalnya dari Allah swt  dengan mengikuti para rasul utusan-Nya namun kemudian mereka  mengingkarinya, maksiat terhadapnya dan berpaling dari ajarannya,  seperti yang terjadi pada orang-orang Yahudi yang menjadi umat Nabi Musa  dan Nasrani yang menjadi umat Nabi Isa as. Karena seandainya mereka  benar mengimani dan mengikuti ajaran Nabi Musa as pastilah mereka akan  mengikuti ajaran Nabi Isa as dan seandainya mereka benar mengimani dan  mengikuti ajaran Nabi Isa as pastilah mereka akan mengikuti ajaran Nabi  Muhammad saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir mengatakan didalam tafsirnya,"Keimanan orang-orang Yahudi  adalah orang yang berpegang teguh dengan taurat dan sunnah Nabi Musa as  hingga datangnya Nabi Isa as. Adapun ketika Isa as datang, orang yang  berpegang teguh dengan taurat lalu tidak meninggalkannya dan tidak  mengikuti Isa as maka orang itu celaka. Sesungguhnya Nashara (nashrani)  adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan injil dan syariat-syariat  Isa maka ia adalah seorang mukmin yang diterima (keimanannya) hingga  datang Muhammad saw. Dan barangsiapa dari mereka yang tidak mengikuti  Muhammad saw dan meninggalkan sunnah Isa dan injil maka orang itu  celaka. (Tafsir al Qur’an al Azhim juz I hal 284)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara agama selainnya adalah agama bumi yang bukan berasal dari  Allah swt, seperti : Hindu, Budha, Shinto dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan keberagamaan mereka dengan selain islam tidaklah bermanfaat sama  sekali dihadapan Allah swt dan di akherat nanti termasuk orang-orang  yang merugi, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن  يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka  sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di  akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Agama Para Rasul Sebelum Muhammad saw&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt menegaskan bahwa risalah para nabi adalah satu yaitu  mengajak orang untuk hanya menyembah Allah swt saja dan mengkafirkan  sembahan-sembahan selain-Nya (thaghut) sebagaimana ditegaskan Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً  أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat  (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”.  (QS. An Nahl : 36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena misi para Nabi ini adalah sama yaitu pengesaan Allah  (tauhidullah) dan berasal dari sumber yang sama maka agama mereka adalah  satu, yaitu islam, seperti apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari  Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw besabda: "Aku orang yang paling  dekat dengan 'Isa bin Maryam as di dunia dan akhirat, dan para Nabi  adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda,  sedangkan agama mereka satu".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibrahim bapak para Nabi juga beragama islam sebelum kedatangan Nabi  Muhammad saw, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلاَ  نَصْرَانِيًّا وَلَكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ  الْمُشْرِكِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang  Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri  (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang  musyrik.” (QS. Ali Imran : 67)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu Ibrahim as pun mewasiatkan kepada anak-anak dan  keturunannya untuk tetap memeluk agama islam hingga akhir hayat mereka,  sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ  يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ  إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya,  demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya  Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali  dalam memeluk agama Islam". (QS. Al Baqoroh : 132)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun agama para Nabi adalah satu namun syariat yang dibawa mereka  adalah berbeda-beda dan kedatangan syariat yang berikutnya menghapus  syariat Nabi sebelumnya. Dan kedatangan Nabi Muhammad saw sebagai nabi  terakhir menghapuskan seluruh syariat Nabi-nabi sebelumnya, sebagaimana  disebutkan didalam firman Allah :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ  مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ  فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ  عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً  وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن  لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَآ آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله  مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa  kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang  diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain  itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan  janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan  kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara  kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah  menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah  hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka  berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu  semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu  perselisihkan itu.” (QS. Al Maidah : 48)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nama-Nama Allah swt&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah sebagai Robb tentunya sudah dikenal dan dilafazhkan sejak  manusia pertama, Adam as. Hal itu bisa dilihat dari beberapa ayat ang  menyebutkan kata-kata Robb pada masa-masa manusia pertama itu dan  keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ  عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Robbnya, maka  Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi  Maha Penyayang.” (QS. Al Baqoroh : 37)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Kemudian Robbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan  memberinya petunjuk.” (QS. Thaha : 122)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kalimat “Roob semesta alam” ini dikatakan oleh Habil, anak dari  Adam as yang hendak dibunuh oleh saudaranya sendiri, Qabil setelah Allah  hanya menerima kurban dari Habil dan tidak dari Qabil, sebagaimana  dikisahkan didalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;لَئِن بَسَطتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا  أَنَاْ بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لَأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللّهَ  رَبَّ الْعَالَمِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk  membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu  untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru  sekalian alam." (QS. Al Maidah : 28)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt memiliki nama-nama yang banyak sebagaimana disebutkan  didalam firman-Nya:&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya  dengan menyebut asmaa-ul husna itu.” (QS. Al A’raf : 180)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwasanya Rasulullah saw  bersabda,”Sesungguhnya Allah swt memiliki 99 nama, seratus kurang satu.  Siapa yang menghitungnya maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah sendirilah yang menamai diri-Nya sendiri dan para ulama  berpendapat bahwa nama-nama-Nya tidaklah terbatas 99 dan hanya Dia lah  yang mengetahui jumlahnya, berdasarkan apa yang oleh Imam Ahmad dari  Abdullah ia berkata; Rasulullah saw bersabda: "… Aku memohon kepada-Mu  dengan segenap nama-Mu atau yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau  yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu atau engkau  turunkan di dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di  sisi-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur`an sebagai penyejuk hatiku dan  cahaya dadaku serta penawar kesedihanku dan pelenyap dukaku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian tidaklah dikatakan beriman seorang yang hanya mengimani  nabi-nabi sebelum Muhammad saw sementara dia tidak memeluk islam setelah  kedatangan Nabi Muhammad saw dikarenakan syariat yang dibawa Nabi  Muhammad saw adalah syariat terakhir yang menghapuskan syariat nabi-nabi  sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sesungguhnya keimanan yang benar  dari seorang Yahudi pengikut Musa akan menjadikannya juga beriman dengan  Isa setelah kedatangan Isa as. Begitu juga dengan keimanan yang benar  dari seorang Nasrani pengikut Isa akan menjadikannya beriman pula dengan  Muhammad saw dan memeluk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya tentang pengertian surat Al Baqoroh ayat 62 silahkan anda  baca artikel sebelumnya ang berjudul “&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/al-baqarah-dan-kebenaran-semua-agama.html"&gt;Al-Baqarah  dan Kebenaran Semua Agama&lt;/a&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/tentang-penamaan-allah-dan-agama-yang-benar.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4164992535136572241?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4164992535136572241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/penamaan-allah-dan-agama-yang-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4164992535136572241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4164992535136572241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/penamaan-allah-dan-agama-yang-benar.html' title='Penamaan Allah dan Agama yang Benar'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1519196292260403434</id><published>2010-06-05T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T06:05:17.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>Mursyid 'Aam Ikhwan Serukan Buka Perbatasan Untuk Para Mujahidin</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;" id="title" class="judul"&gt;Mursyid 'Aam Ikhwan Serukan Buka Perbatasan  Untuk Para Mujahidin&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/badi.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Mursyid 'Aam gerakan Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi'  menyerukan penguasa negara Arab dan muslim untuk membuka perbatasan bagi  para mujahidin untuk mematahkan blokade terhadap jalur Gaza, dan  menekankan bahwa Jihad adalah sebuah kewajiban sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam artikel mingguan di situs Ikhwan, Badi mengatakan: "Ketahuilah  wahai umat Islam bahwa saat ini jihad adalah sebuah kewajiban dan para  penguasa muslim harus menaikkan bendera jihad serta membuka pintu  perbatasan bagi para mujahidin agar bisa masuk ke jalur Gaza.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pimpinan Ikhwanul Muslimin ini juga menyampaikan pesan nasihat kepada  pimpinan negara Arab dan negara-negara Islam, dengan mengatakan:  "Marilah bersama-sama kita membuka pengepungan terhadap saudara Anda di  Gaza dan melakukan konvoi ke Palestina, jangan takut kepada Amerika yang  mendukung Zionis, yang menutupi kejahatan Israel."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Badi' juga memuji armada kebebasan yang diserang oleh Israel beberapa  hari lalu ketika menuju ke Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa darah para  syuhada dan aktivis yang terluka pada konvoi kebebasan untuk mematahkan  blokade terhadap jalur Gaza tidak akan hilang sia-sia.(fq/ajz)&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1519196292260403434?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1519196292260403434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/mursyid-aam-ikhwan-serukan-buka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1519196292260403434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1519196292260403434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/mursyid-aam-ikhwan-serukan-buka.html' title='Mursyid &apos;Aam Ikhwan Serukan Buka Perbatasan Untuk Para Mujahidin'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6384062330814449140</id><published>2010-06-05T05:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T06:05:48.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><title type='text'>"Israel Sedang Melakukan Genosida Pelan-Pelan di Gaza"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu pendiri organisasi Free Gaza Movement yang mencetuskan ide  pelayaran "Freedom Flotilla" ke Jalur Gaza, Greta Berlin mengatakan  bahwa rezim Zionis Israel sedang melakukan genosida secara  perlahan-lahan terhadap rakyat Palestina. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Genosida itu dilakukan dengan cara memberlakukan blokade total  terhadap wilayah Jalur Gaza yang menyebabkan krisis kemanusiaan dan  memiskinkan 1,5 juta warga Gaza. Berlin mengatakan, jika pemerintahan  negara-negara di dunia "melakukan perlawanan" dan "melakukan tindakan  yang benar" yaitu menghentikan genosida yang dilakukan rezim Zionis,  maka komunitas sipil yang akan mengambil inisiatif untuk menghentikan  genosida itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Armada Freedom Flotilla gagal mencapai Gaza karena diserang  pasukan komando Israel, para aktivis kemanusiaan asal Irlandia menerukan  pelayaran dengan menggunakan kapal yang diberi nama "Rachel Corrie",  nama seorang aktivis berkebangsaan AS, yang tewas pada tahun 2003  dilindas oleh buldoser tentara Israel saat menghalangi penggusuran rumah  warga Palestina oleh pasukan  Israel. Kapal yang mengangkut bantuan  untuk warga Gaza berupa obat-obatan, bahan bangunan, perlengkapan  sekolah dan mainan anak-anak dijadwalkan akan tiba di Gaza hari Sabtu  (5/6) pagi, jika tidak dihadang oleh pasukan Zionis Israel.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Perdana Menteri Israel  Benjamin Netanyahu sudah  mengancam akan menghentikan kapal apapun yang menuju Gaza. "Kami tidak  akan mengizinkan kapal-kapal menuju Gaza. Tidak sekarang dan tidak juga  nanti," tukas Netanyahu. Ia mengatakan, tentara Israel juga akan  mengarahkan kapal Rachel Corrie ke pelabuhan Ashdod.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan Netanyahu juga ditegaskan oleh Juru Bicara Kementerian  Luar Negeri Israel Andy David, yang mengatakan bahwa "Rachel Corrie  tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Gaza."  (ln/prtv)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6384062330814449140?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6384062330814449140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/israel-sedang-melakukan-genosida-pelan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6384062330814449140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6384062330814449140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/israel-sedang-melakukan-genosida-pelan.html' title='&quot;Israel Sedang Melakukan Genosida Pelan-Pelan di Gaza&quot;'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-3967994772753968509</id><published>2010-06-05T05:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T05:52:23.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Menikah Pada Saat Hamil</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;" id="title" class="judul"&gt;Menikah Pada Saat Hamil&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;p&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Ustadz yang saya hormati dan semoga selalu dalam lindungan Allah  SWT, sekarang ini tidak sedikit kasus orang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menikah pada saat sang  wanita sudah terlanjur hamil&lt;/span&gt;.  Apakah pernikahan tersebut sah?  Apakah  mereka harus dinikahkan kembali setelah anak mereka lahir?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih atas jawabannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamualaikum&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;ujang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waaalakumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Ujang yang dimuliakan Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang muncul banyak pertanyaan di masyarakat—juga di rubrik  ini—tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pernikahan&lt;/span&gt; yang dilakukan seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wanita yang terlanjur  hamil&lt;/span&gt; sebelum &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menikah&lt;/span&gt; yang pada umumnya dikarenakan perzinahan yang  dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pergaulan yang serba bebas tanpa membedakan antara laki-laki dan  perempuan yang bukan mahramnya yang jauh dari rambu-rambu syariah  terlebih lagi didukung oleh berbagai sarana yang mudah diakses dan  digunakan dalam kemaksiatan maka menjadikan perzinahan sering terjadi  dan tidak jarang menghiasi berita-berita di kota-kota besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perzinahan merupakan perbuatan yang sangat buruk dan pelakunya  diancam dosa besar oleh Allah swt, firman-Nya,”Dan janganlah kamu  mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.  dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32) Hal itu dikarenakan  terlalu banyaknya efek yang ditimbulkan dari perzinahan, baik efek  psikologi, sosial maupun moral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilain sisi islam memuliakan pernikahan dan menjadikannya halal  dilakukan oleh manusia. Pernikahan adalah sarana bagi seseorang untuk  mendapat ketenangan dan ketentraman hidup yang dibutuhkan oleh setiap  orang, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ  أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم  مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan  untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan  merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan  sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat  tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah sah tidaknya  prnikahan seorang wanita yang sedang hamil dikarenakan zina :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Para ulama Maliki, Hambali dan Abu Yusuf dari madzhab Hanafi  mengatakan tidak diperbolehkan pernikahannya sebelum dia melahirkan,  tidak dengan lelaki yang menzinahinya atau dengan lelaki yang lainnya.  Hal ini dikarenakan keumuman sabda Rasulullah saw,”Seorang wanita yang  sedang hamil tidak boleh digauli sehingga dia melahirkan..” (HR. Abu  Daud) dan sebagaimana riwayat dari Said al Musayyib bahwa seorang  laki-laki telah menikahi seorang wanita dan ketika diketahui bahwa  wanita itu sedang hamil dan diberitahukanlah hal ini kepada Nabi saw  maka beliau saw pun memisahkan mereka berdua.” (HR. Baihaqi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Para ulama Syafi’i, Abu Hanifah dan Muhammad berpendapat bahwa  dibolehkan pernikahan seorang wanita yang sedang hamil karena perzinahan  dikarenakan belum terkukuhkannya nasab, sebagaimana sabda Nabi saw,”  Anak itu bagi yang memiliki tempat tidur sedang bagi yang berzina tidak  memiliki apa-apa.” (HR. Jama’ah kecuali Abu Daud). Tidak disyaratkan  taubat untuk kesahan pernikahan seorang wanita pezina menurut jumhur  ulama, sebagaimana yang diriwayatkan dari Umar yang pernah memukul  seorang laki-laki dan perempuan pezina dan dia menganjurkan untuk  mengumpulkan keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama Hambali mensyaratkan kesahan akad seorang wanita zina  dengan adanya pertaubatan dari wanita itu atas zina yang dilakukannya,  sebagimana firman Allah swt :&lt;/p&gt;  &lt;p class="ArabCenter"&gt;الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ  مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ  وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak  dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik,  dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An  Nuur : 3)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang wanita yang belum bertaubat dari perbuatan itu maka ia masih  terdeskreditkan oleh perzinahan dan apabila ia telah bertaubat maka  hilanglah pendeskreditan itu, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang  yang bertaubat bagai orang yang tidak ada baginya dosa.” (HR. Ibnu  majah, Baihaqi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam fiqih Syafi’i hanya ada satu pendapat bahwa tidak ada mahram  pada mani hasil dari zina, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya hukum  nasab didalam warisan maupun yang lainnya. Maka dari itu akad nikah dari  seorang wanita hamil dari berzina adalah sah baik dengan orang yang  menzinahinya atau yang lainnya namun dimakruhkan untuk menggaulinya demi  menghindari perselisihan dalam hal keharamannya. Ini juga pendapat yang  masyhur dari Imam Malik dan salah satu dari dua riwayat Imam Abu  Hanifah dan pendapat dari Imam Muhammad bin al Hasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian maka akad seorang wanita hamil karena zina adalah sah  namun dimakruhkan untuk menggaulinya hingga dia melahirkan apa yang  dikandungnya dari hasil perzinahan tersebut, menurut para ulama Syafi’i.  Diharamkan menggaulinya, menurut Abu Hanifah dan Muhammad. Sedangkan  didalam madzhab Maliki terdapat beberapa pendapat , ada yang mengatakan :  diharamkan, ada yang mengatakan : makruh, ada yang mengatakan : boleh  dan ada juga yang mengatakan : dianjurkan. Kemudian bayi yang dilahirkan  dari hasil zina ini hanya dinasabkan kepada ibunya saja dikarenakan  dialah yang mengandungnya dari zina itu dan tidak kepada suaminya.  (Buhuts wa Fatawa Islamiyah juz II hal 220 – 221)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian pernikahan seorang wanita yang sedang hamil karena  zina ketika seluruh persyaratannya terpenuhi maka ia dianggap sah dan  tidak perlu lagi diulangi setelah anak yang dikandung dari hasil  perzinahan tersebut terlahir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/menikah-pada-saat-hami.htm&lt;/span&gt;l&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-3967994772753968509?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/3967994772753968509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/menikah-pada-saat-hamil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3967994772753968509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3967994772753968509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/menikah-pada-saat-hamil.html' title='Menikah Pada Saat Hamil'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8991398280116861105</id><published>2010-06-05T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T05:52:54.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Wali Nikah untuk Anak di Luar Nikah</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;Wali Nikah untuk Anak di Luar Nikah&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;assalamu'alaikum ustadz, bagaimana hukum nikah anak hasil zina, jika  yang menjadi wali adalah ayah biologisnya? sah atau tidak?? saya  pernahmembacakarya tulis seorangdosen institusi perguruan tinggi islam,  bahwa jika si ayah biologis dan ibunya yang tlh tlanjur hamil ini  kemudian menikah.jika setelah menikah, si ibu masih menjalani kehamilan  selama 6 bln atw lbh sampai kelahirannya, mka si Anak bisa mengikuti  garis keturunan sang ayah dan bisa mjd wali nikahnya. tapi jika si ibu  menjalani kehamilan hanya &lt;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudara nihita ang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terjadi perselisihan dikalangan para ulama tentang sah tidaknya  pernikahan seorang wanita yang sedang hamil dikarenakan zina : Para  ulama Maliki, Hambali dan Abu Yusuf dari madzhab Hanafi tidak  memperbolehkan pernikahannya itu sebelum dia melahirkan, tidak dengan  lelaki ang menzinahinya atau tidak juga dengan lelaki yang lainnya,  berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Seorang wanita yang sedang hamil tidak  boleh digauli sehingga dia melahirkan..” (HR. Abu Daud) dan sebagaimana  riwayat dari Said al Musayyib bahwa seorang laki-laki telah menikahi  seorang wanita dan ketika diketahui bahwa wanita itu sedang hamil dan  diberitahukanlah hal ini kepada Nabi saw maka beliau saw pun memisahkan  mereka berdua.” (HR. Baihaqi). Sedangkan para ulama Syafi’i dan Hanafi  membolehkan pernikahannya dikarenakan belum terkukuhkannya nasab,  berdasarkan sabda Nabi saw,” Anak itu bagi yang memiliki tempat tidur  sedang bagi yang berzina tidak memiliki apa-apa.” (HR. Jama’ah kecuali  Abu Daud).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(baca : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/menikah-pada-saat-hamil.html"&gt;Menikah  Pada Saat Hamil&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Markaz al Fatwa didalam fatwanya—setelah menyebutkan perbedaan ulama  diatas—menyebutkan bahwa adapun anak—dari pernikahan itu—maka dinasabkan  kepada ibunya dan keluarga ibunya dengan penasaban sar’iy yang benar  yang meneguhkan kemahraman yang berlanjut kepada perwalian secara  syar’i, ashobah dan warisan dan selainnya dari hukum-hukum seorang anak  karena pada hakikatnya ia adalah anak darinya (ibunya yang mengandungnya  itu) dan tidaklah ada perselisihan dalam hal ini.&lt;br /&gt;Adapun penasaban seorang anak kepada ayahnya yang berzina dan  menisbatkannya kepadanya maka dibolehkan oleh Ishaq bin Rohuyah, ‘Urwah,  Sulaiman bin Yasar dan Abu Hanifah. Abu Hanifah mengatakan,”Aku tidak  melihat suatu permasalahan jika seorang lelaki yang berzina dengan  seorang wanita lalu wanita itu hamil kemudian lelaki itu menikahinya dan  menutupi aibnya itu dan anak ang terlahir adalah anak darinya (lelaki  itu).”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Markaz al Fatwa lebih memilih pendapat jumhur ahli ilmu yang  menyatakan bahwa apabila seorang lelaki menikah dengan wanita hamil  karena perzinahannya maka anak yang terlahir dinasabkan kepada ibu dan  keluarga ibunya itu. Adapun suaminya adalah pemelihara bagi anak  tersebut. (Markaz al Fatwa no 6045)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun pendapat bahwa jika si ayah biologis dan ibunya yang telah  terlanjur hamil ini kemudian menikah. Jika setelah menikah, si ibu masih  menjalani kehamilan selama 6 bulan atau  lebih sampai kelahirannya,  maka si anak bisa mengikuti garis keturunan sang ayah dan bisa menjadi  wali nikahnya. tapi jika si ibu menjalani kehamilan kurang dari 6 bulan  sampai saat kelahirannya, maka sang anak hanya bisa mengikuti garis  keturunan sang ibu.. pernyataan ini bisa ditemukan didalam “al Fatawa al  Hindiah” didalam Fiqih Hanafiyah yang menyebutkan : jika seorang lelaki  berzina dengan seorang wanita dan wanita itu menjadi hamil kemudian  lelaki itu menikahinya dan melahirkan maka jika wanita itu mengandung  selama 6 bulan atau lebih maka nasab anak itu terkokohkan dan jika  wanita itu mengandung selama kurang dari 6 bulan maka nasab anak itu  tidak terkokohkan kecuali hanya sebatas pengakuannya—bahwa anak itu  adalah anaknya—selama dia tidak mengatakan,”Sesungguhnya anak itu dari  perzinahan.” Adapun jika dia mengatakan,”Sesungguhnya dia adalah dariku  dari perzinahan.” Maka nasabnya tidak terkokohkan dan dia tidaklah  mewariskan hartanya.” …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendapat yang paling kuat adalah bahwa anak zina tidaklah terkokohkan  nasabnya dari seorang lelaki pezina baik dirinya menikahi wanita yang  dizinahinya lalu wanita itu mengandung anak itu kurang dari enam bulan  sejak waktu akad nikah atau tidak menikahi wanita itu lalu wanita itu  melahirkannya. Akan tetapi jika anak itu dinisbatkan kepadanya dengan  pengakuannya dan dia tidak mengatakan bahwa anak itu dari hasil  perzinahan maka nasabnya terkokohkan didalam hukum-hukum dunia. Demikian  pula jika lelaki itu menikahi wanita yang dizinahinya dan dia  mengandung anak dari hasil perzinahannya lalu melahirkan seorang anak  dalam masa kurang dari waktu minimal suatu kehamilan sementara orang itu  terdiam atau mengakuinya dan tidak mengatakan bahwa anak itu adalah  dari hasil perzinahan maka nasabnya terkokohkan didalam hukum-hukum  dunia.” (Fatawa al Islam Sual wa Jawab juz I hal 591)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengambil pendapat jumhur ahli ilmu bahwa seorang anak zina  tidaklah dinasabkan kecuali kepada ibunya dan ketika anak zina tersebut  kelak ingin menikah  maka tidaklah bisa diwalikan oleh ayah yang berzina  dengan ibunya akan tetapi perwaliannya dilakukan oleh penguasa atau  hakim. Karena hakim adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali,  sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Penguasa adalah wali bagi orang yang  tidak memiliki wali.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan seandainya seorang anak zina dinikahkan oleh ayah yang menzinahi  ibunya maka pernikahan yang dilakukannya itu batal sehingga kedua  pasangan tersebut haruslah dipisahkan. Adapun cara pemisahan antara  keduanya adalah dengan cara si suami menjatuhkan talak (cerai)  terhadapnya jika memang dirina rela untuk melakukannya sendiri namun  jika dirinya tidak ingin melakukannya sendiri maka pemisahan itu  dilakukan oleh hakim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibnu Qudamah bahwa apabila seorang  wanita dinikahkan dengan pernikahan yang rusak (batal) maka tidaklah  boleh dirinya denikahkan dengan selain orang yang telah menikahinya  sehingga orang yang menikahinya itu menceraikannya atau dipisahkan  pernikahannya. Apabila suaminya itu tidak mau menceraikannya maka  hakimlah yang harus memisahkan pernikahannya, dan nash ini dari Ahmad.  (al Mughni juz IX hal 125)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah suaminya menceraikan istrinya atau keduanya dipisahkan oleh  hakim lalu si lelaki ingin kembali menikahinya maka hendaklah dengan  akad yang baru dengan diwalikan oleh penguasa atau hakim, yang dalam hal  ini adalah KUA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;USTADZ MENJAWAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/wali-nikah-untuk-anak-diluar-nikah.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8991398280116861105?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8991398280116861105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/wali-nikah-untuk-anak-di-luar-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8991398280116861105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8991398280116861105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/06/wali-nikah-untuk-anak-di-luar-nikah.html' title='Wali Nikah untuk Anak di Luar Nikah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2574290001899010454</id><published>2010-05-23T23:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:59:30.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Misteri Harut dan Marut</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;Misteri Harut dan Marut&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingin bertanya tentang sebuah ayat dlm Al-Qur'an yg menyebutkan  kisah tentang dua orang malaikat di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Negri Babil&lt;/span&gt; yg bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harut dan  Marut&lt;/span&gt;. Sebenarnya siapakah dua malaikat yg bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harut dan Marut&lt;/span&gt;  tersebut ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas perhatian Ust. saya ucapkan terimakasih. Wassalam&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Zae&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Zae yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى  مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ  كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى  الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ  أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ  فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ  وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ  وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ  لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا  شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan  pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu  mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan  sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka  mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua  orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya  tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:  "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu  kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan  sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan  isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan  sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka  mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak  memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa  Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah  baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka  menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqoroh :  102)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syeikh Athiyah Saqar menyebutkan bahwa di beberapa buku tafsir  disebutkan kedua malaikat itu telah diturunkan ke bumi sebagai fitnah  sehingga Allah swt mengadzab mereka berdua dengan menggantung kedua kaki  mereka, perkataan para mufassir ini bukanlah hujjah (dalil) dalam hal  ini, hal itu berasal dari warisan masyarakat Babilonia dan penjelasan  orang-orang Yahudi serta kitab-kitab Nasrani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan perkataan mereka yang paling dekat tentang kedua malaikat  tersebut adalah bahwa masyarakat saat itu mendapatkan fitnah dengan para  tukang sihir sehingga mereka mengangkat para tukang sihir itu sampai ke  derajat para nabi. Kemudian Allah swt menurunkan dua malaikat untuk  mengajarkan kepada manusia sihir agar mereka bisa membedakan antara  sihir dengan kenabian serta memperingatkan mereka tentang fitnah  terhadapnya. Atau—ada juga yang mengatakan—bahwa  mereka berdua adalah  dua orang yang memiliki ilmu dan akhlak mulia sehingga menjadi fitnah di  masyarakat dan mereka memberikan kepada kedua orang itu nama dua  malaikat. Hal ini dari aspek penyerupaan dan gaya bahasa yang sudah  difahami sejak dahulu sebagaimana saat ini nama Malaak digunakan untuk  seorang  yang istimewa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam cerita-cerita kuno masayarakat Babilonia terdapat dua orang  yang memiliki nama mirip yaitu Harut dan Marut. Masyarakat saat itu  begitu kagum dengan mereka berdua sehingga memberikan kepada keduanya  nama dua malaikat. Bahkan kekaguman mereka terhadap keduanya pun  bertambah sehingga meyakini bahwa mereka berdua adalah Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian orang-orang Yahudi mempelajari peninggalan dari kedua orang  itu berupa hikmah dan sihir yang menjadikan mereka lebih disibukkan  olehnya daripada Kitab Allah dan mereka pun membuang Kitab Allah itu  dibelakang punggung mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diperbolehkan bagi kita untuk merujuk kepada cerita-cerita yang  dikatakan mereka itu tentang malaikat yang bertentangan dengan  kemaksuman mereka. Para malaikat tidaklah maksiat kepada Allah terhadap  apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka pun melakukan apa-apa  yang diperintahkan-Nya, firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang  dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka  mengerjakan perintah-perintahNya.” (QS. Al Anbiya : 26 – 27)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada  mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa  letih.” (QS. Al Anbiya : 19 – 20) – (Fatawa Al Azhar juz VII hal 436)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ”dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri  Babil Yaitu Harut dan Marut”&lt;br /&gt;Sayyid Qutb mengatakan bahwa terdapat kisah tentang keduanya  yang sudah  diketahui dimana orang-orang Yahudi atau para setan telah menganggap  bahwa mereka berdua (Harut dan Marut) mengetahui tentang sihir dan  mengajarkannya kepada manusia dan kedua malaikat itu menganggap bahwa  sihir itu diturunkan kepada mereka berdua! Kemudian Al Qur’an membantah  kebohongan ini, kebohongan yang menyatakan bahwa sihir diturunkan kepada  kedua malaikat itu.. Selanjutnya Allah swt menjelaskan hal yang  sebenarnya, bahwa kedua malaikat itu hanyalah fitnah dan menjadi cobaan  bagi manusia untuk sebuah hikmah yang ghaib. Kedua malaikat itu  mengatakan kepada setiap orang yang mendatangi dan meminta mereka berdua  untuk mengajarinya sihir,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun  sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu  janganlah kamu kafir".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi kita dapati Al Qur’an yang menyatakan bahwa mempelajari  dan menggunakan sihir adalah suatu kekufuran. Hal ini disebutkan melalui  lisan dua malaikat, yaitu Harut dan Marut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ada sebagian manusia yang memaksa untuk belajar sihir dari kedua  malaikat itu walaupun telah diingatkan dan diberitahu. Maka pada saat  itu terjadilah fitnah pada sebagian orang-orang yang yang terkena fitnah  :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang  dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan  isterinya”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah suatu keburukan yang telah diingatkan oleh kedua malaikat  itu.... Di sini Al Qur’an menyatakan sebuah kalimat wawasan islam yang  mendasar yaitu tidaklah segala sesuatu terjadi di alam ini kecuali  dengan izin Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan  sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan izin Allah maka terjadilah sebab-sebab suatu perbuatan,  memunculkan bekas-bekasnya dan terealisasi hasil-hasilnya.. Inilah  kaidah suatu kalimat yang harus tampak jelas didalam hati seorang  mukmin. Permisalahn yang paling dekat adalah apabila anda mengulurkan  tangan anda ke api maka ia akan terbakar namun tidaklah terjadi  kebakaran itu kecuali dengan izin Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah lah yang menjadikan api itu membakar dan menjadikan tangan anda  terbakar olehnya. Dia juga Maha Kuasa menghentikan kekhususan itu untuk  tidak mengizinkan kekhususan itu terjadi, seperti apa yang terjadi  terhadap Ibrahim as. Demikian pula sihir yang memisahkan antara  seseorang dengan isterinya, dan terjadinya akibat itu dengan izin Allah  swt dan Dia swt juga Maha Kuasa untuk menghentikan kekhususan ini untuk  tidak terjadi.....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Al Qur’an menyatakan hal sebenarnya yang mereka pelajari dan  apa yang memisahkan antara mereka dari isterinya... sesungguhnya itu  adalah kejahatan yang menimpa diri mereka sendiri dan bukanlah kebaikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat  kepadanya dan tidak memberi manfaat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan cukuplah kejahatan ini adalah kekufuran yang menjadi mudharat  sesungguhnya yang tidak ada manfaat didalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa  yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu,  tiadalah baginya  keuntungan di akhirat”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa apa yang mereka beli (sihir  itu) tidaklah ada bagian baginya di akherat, yaitu ketika mereka memilih  untuk membelinya maka hilanglah seluruh persediaan miliknya di akherat  dan juga setiap bagiannya...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka sungguh buruklah apa yang diri mereka beli seandainya mereka  mengetahui kenyataan dari transaksi tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :”dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan  sihir, kalau mereka mengetahui.” --(Fi Zhilalil Qur’an juz I hal 95 –  96)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang pengajaran sihir yang diberikan Harut dan Marut ini, telah  diriwayatkan dari Ali ra yang mengatakan bahwa kedua malaikat itu  mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan  mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. Az Zajjaj mengatakan  bahwa perkataan itu adalah juga pendapat kebanyakan ahli bahasa. Artinya  bahwa pengajaran kedua malaikat itu kepada manusia adalah berupa  larangan, keduanya mengatakan kepada mereka,”Janganlah kalian melakukan  ini (sihir) dan janganlah kalian diperdaya dengannya sehingga kalian  memisahkan seorang suami dari isterinya dan apa yang diturunkan kepada  mereka berdua adalah berupa larangan.” (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II  hal 472)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu Alam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/harut-dan-marut.htm&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2574290001899010454?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2574290001899010454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/misteri-harut-dan-marut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2574290001899010454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2574290001899010454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/misteri-harut-dan-marut.html' title='Misteri Harut dan Marut'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6132559664586225900</id><published>2010-05-23T23:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:16:43.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Islam : Hukum Nonton Film Porno</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;Hukum Nonton Film Porno&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;assalamualaikum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ustad saya ingin bertanya tentang hukum dari menonton film porno.  Apakah itu termasuk dari dosa besar?Dan apakah itu bagian dari perbuatan  zina yang sebenarnya?Apa hukumanya bagi orang yang menonton film porno?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terima kasih&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Nonton Film Porno Termasuk Dosa Besar?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman untuk  menjaga pandangan dari melihat aurat atau kehormatan orang lain,  sebagaimana firman Allah swt&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ  وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ  بِمَا يَصْنَعُونَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ  أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ  إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى  جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah  mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian  itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui  apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman:  "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah  mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari  padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senada dengan ayat diatas, Nabi saw juga telah melarang seseorang  melihat aurat orang lain walaupun seorang laki-laki terhadap laki-laki  yang lain atau seorang wanita terhadap wanita yang lain baik dengan  syahwat maupun tanpa syahwat, sebagaimana sabdanya saw,”Janganlah  seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang  wanita melihat aurat wanita (lain). Janganlah seorang laki-laki berada  dalam satu selimut dengan laki-laki lain dan janganlah seorang wanita  berada dalam satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Al Baihaqi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam film-film porno, batas-batas aurat atau bahkan inti dari  aurat seseorang diperlihatkan dan dipertontonkan kepada orang-orang yang  tidak halal melihatnya, ini merupakan perbuatan yang diharamkan baik  orang yang mempertontokan maupun yang menontonnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu tidak diperbolehkan bagi seseorang menyaksikan film porno  walaupun dengan alasan belajar tentang cara-cara berhubungan atau  menghilangkan kelemahan syahwatnya  karena untuk alasan ini tidak mesti  dengan menyaksikan film tersebut akan tetapi bisa dengan cara-cara  lainnya yang didalamnya tidak ditampakkan aurat orang lain, seperti  buku-buku agama yang menjelaskan tentang seks, buku-buku fiqih tentang  pernikahan atau mungkin buku-buku umum tentang seks yang bebas dari  penampakan aurat seseorang didalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun tidak ada nash yang jelas yang secara tegas memberikan  hukuman (hadd)  kepada orang yang menyaksikan atau melihat aurat orang  asing, atau melaknat maupun mengancamnya dengan siksa neraka yang bisa  memasukkan perbuatan itu kedalam dosa besar seperti yang disebutkan Imam  Nawawi bahwa diantara tanda-tanda dosa besar adalah wajib atasnya hadd,  diancam dengan siksa neraka dan sejensnya sebagaimana disebutkan  didalam Al Qur’an maupun Sunnah. Para pelakunya pun disifatkan dengan  fasiq berdasarkan nash, dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat orang  yang merubah batas-batas tanah. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II  hal 113)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau yang disebutkan oleh Izzuddin bin Abdul Aziz bin Abdus Salam  bahwa sebagian ulama mengatakan dosa-dosa besar adalah segala dosa yang  disertai dengan ancaman atau hadd (hukuman) atau laknat. (Qawaidul Ahkam  Fii Mashalihil Anam juz I hal 32)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi apabila perbuatan itu dilakukan tanpa ada perasaan takut  kepada Allah swt, penyesalan atau bahkan menyepelekannya sehingga  menjadi sesuatu yang sering dilakukannya maka perbuatan itu bisa  digolongkan kedalam dosa besar, sebagaimana pendapat dari Abu Hamid al  Ghazali didalam “Al Basiith” bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa  besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada  perasaan takut dan penyesalan, seperti orang yang menyepelekan suatu  dosa sehingga menjadi kebiasaan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu  dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar.. (Shahih Muslim bi Syarhin  Nawawi juz II hal 113)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau disebutkan didalam suatu ungkapan bahwa suatu dosa tidaklah  dikatakan kecil apabila dilakukan secara terus menerus dan suatu dosa  tidaklah dikatakan besar apabila dibarengi dengan istighfar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menonton Film Porno Termasuk Perzinahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata  dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak  Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu  tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan,  zina lisan adalah  perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan  membenarkan itu semua atau  mendustainya.” (HR. Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh  Selain Kemaluan, artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang  dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan  mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak  dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan  hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya  berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu,”Pandangan dan  pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut  menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. Karena  itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau   mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adakah Hukuman Bagi Orang Yang Menontonnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana disebutkan diatas bahwa tidak ada nash yang secara tegas  menyebutkan bahwa orang yang melihat atau menyaksikan aurat orang lain,  seperti menonton film porno ini dikenakan hukuman (hadd) akan tetapi si  pelakunya harus diberikan teguran keras dan tidak ada kewajiban baginya  kafarat.&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim mengatakan,”Adapun teguran adalah pada setiap kemaksiatan  yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya.  Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Kemaksiatan yang didalamnya ada hadd dan kafarat.&lt;br /&gt;2. Kemaksiatan yang didalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd.&lt;br /&gt;3. Kemaksiatan yang didalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri, minum khomr,  zina dan menuduh orang berzina. Sedangkan contoh dari macam kedua adalah  berjima’ pada siang hari di bulan Ramadhan, bersetubuh saat ihram.Dan  contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang  dimiliki bersama antara dia dan orang lain, mencium orang asing dan  berdua-duaan dengannya, masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung,  memakan daging bangkai, darah, babi dan yang sejenisnya. (I’lamul  Muwaqqi’in juz II hal 183)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-nonton-film-porno.htm&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6132559664586225900?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6132559664586225900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/syariah-islam-hukum-nonton-film-porno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6132559664586225900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6132559664586225900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/syariah-islam-hukum-nonton-film-porno.html' title='Syariah Islam : Hukum Nonton Film Porno'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8227659865045700583</id><published>2010-05-23T23:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:17:43.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Islam : Hukum Merekam Adegan Bercinta</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;Merekam Adegan Bercinta&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalaamualaikum wr.wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Ustadz yg di rahmati Allah,ana ingin bertanya,apakah boleh  mengambil gambar bagian aurat pasangan atau merekam adegan bercinta  dengan pasangan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pada melihat gambar atau&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; film porno&lt;/span&gt; yg tidak bolehkan melihat aurat  orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mohon penjelasan dari ustadz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jazaakalloh&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;gober&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara kewajiban suami terhadap istrinya atau sebaliknya adalah  saling menjaga, memelihara rahasia yang mereka berdua lakukan di tempat  tidur dan tidak menceritakannya kepada siapa pun, berdasarkan sabda  Rasulullah saw,”Sesungguhnya diantara orang yang buruk posisinya di sisi  Allah swt pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli  istrinya dan istrinya menggauli suaminya lalu dia menyebarluaskan  rahasianya.” (Muttafaq Alaih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Nawawi mengatakan bahwa didalam hadits ini terdapat pengharaman  menyebarluaskan yang dilakukan seorang lelaki tentang apa yang terjadi  antara dirinya dengan istrinya yaitu tentang perkara-perkara kenikmatan  antara mereka berdua, mengisahkan tentang rincian yang dilakukan  istrinya, seperti : ucapannya, apa yang dilakukannya atau lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun jika hanya sebatas menyebutkan jima’ (bahwa dirinya telah  berjima, pen) maka jika tidak ada perlu atau kebutuhan untuk  mengatakannya maka hal itu makruh karena bertentangan dengan kesopanan.  Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari  akhir maka hendaklah berkata yang baik atau diam.”. Namun jika terdapat  kebutuhan atau penyebutannya itu mengandung manfaat seperti menepis  anggapan bahwa dirinya tidak mau menggauli istrinya atau anggapan bahwa  dirinya tidak lagi memiliki  kesanggupan untuk berjima’ atau sejenisnya  maka penyebutan hal ini tidaklah makruh, sebagaimana sabda Rasulullah  saw,”Sesungguhnya aku melakukannya aku dan dia.” Sabda Rasulullah saw  bersabda kepada Abi Thalhah,”Apakah engkau menggaulinya semalam?” Dan  ungkapannya kepada Jabir.”Cerdas, cerdas.” (Shahih Muslim bi Syarhin  Nawawi  Juz X hal 13)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian tidak dibolehkan bagi seorang suami mengambil gambar  baik dengan foto maupun video terhadap adegan bercinta yang dilakukannya  dengan istrinya di tempat tidur meskipun hanya sebatas untuk konsumsi  mereka berdua saja karena tidak menutup kemungkinan bahwa gambar atau  film tersebut suatu saat akan dilihat oleh selain mereka berdua atau  jatuh ketangan orang lain. Dan jika hal ini terjadi maka apa yang  dikhawatirkan oleh Rasulullah saw didalam hadits diatas akan terjadi  bahkan lebih berat lagi karena hal itu bukan hanya sebatas perkataan  akan tetapi sudah berupa gambar atau film yang mengisahkan sesuatu yang  jelas-jelas dilarang oleh Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ  وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ  بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾&lt;br /&gt;وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ  فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah  mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian  itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui  apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman:  "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah  mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari  padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula dengan mengambil gambar atau foto bagian tubuh istrinya  yang termasuk auratnya meskipun hanya untuk konsumsi dirinya saja maka  tidak dibolehkan dikarenakan alasan diatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua perbuatan tersebut—mengambil gambar atau film adegan bercinta  atau hanya sebatas foto salah aurat istrinya—bisa menjadi pintu-pintu  perzinahan atau memberikan sarana untuk terjadinya maksiat orang yang  melihatnya jika foto atau film itu jatuh atau dilihat oleh mereka,  berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairoh  berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap  anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal  itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah  perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan  membenarkan itu semua atau mendustainya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu  adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al  Israa : 32)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan  pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat  berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi perbuatan tersebut tidaklah dibolehkan dikarenakan tindakan  preventif dari akan terjadinya sebuah kemaksiatan lebih diutamakan,  sebagaiman disebutkan didalam sebuah kaidah ushul “Menutup Jalan  Terjadinya Kemaksiatan”. (Baca : &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/syariah-islam-hukum-nonton-film-porno.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="tt"&gt;Hukum Nonton Film Porno&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Source: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/merekam-adegan-bercinta.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8227659865045700583?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8227659865045700583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/syariah-islam-hukum-merekam-adegan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8227659865045700583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8227659865045700583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/05/syariah-islam-hukum-merekam-adegan.html' title='Syariah Islam : Hukum Merekam Adegan Bercinta'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1765770740684814141</id><published>2010-04-30T04:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T04:04:25.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Hukum Kehalalan Pewarna Makanan dari Serangga</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum Ustadz,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti kita ketahui dalam produk makanan atau minuman sering  ditambahkan &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;zat pewarna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Salah satunya bernama cochineal. &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zat pewarna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  ini diperoleh dari ekstrak sejenis serangga yang biasa hidup dan  berkembang di tanaman kaktus. Jika diasumsikan dalam proses  ekstraksi/pembuatannya TIDAK ditambahkan bahan-bahan haram lainnya,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hukum kehalalan dari zat pewarna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang berasal/diperoleh  dari serangga tersebut?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jazakallah khoir atas penjelasan Ustadz&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wassalamu'alaikum&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dede&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudara Dede yang dilumiakan Allah swt&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Markaz al Fatwa pernah ditanya tentang hukum menggunakan macam-macam  pemanis dan selainnya yang mengandung bahan-bahan &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengawet dan pewarna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  dengan rumus (E) yang katanya berasal dari binatang atau manusia seperti  dari rambut, tulang, kuku atau sejenisnya …&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Markaz menjawab bahwa bahan-bahan yang ditambahkan ke makanan atau  minuman dengan tujuan pengawetan atau pewarnaan ada yang alami seperti :  garam, minyak atau sejenisnya dan ada yang sitetis yang didalamnya  dimasukkan berbagai campuran baik yang berasal dari organ tubuh atau  bukan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manfaat darinya adalah untuk mencegah, memperlambat atau menghentikan  berkembangnya bakteri yang bisa merusak makanan atau mempertahankan  warnanya sehingga memiliki daya tarik bagi konsumen. Terkadang ada  makanan yang kelihatannya enak namun tidak demikian (ketika dirasakan)  dikarenakan warna yang digunakannya memberikan efek seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perumusan setiap bahan pengawet maupun pewarna dengan rumus (E)  disertai nomor tertentu menunjukkan jenis bahan yang ditambahkan.  Terkadang yang dimasukkan didalam bahan-bahan tambahan ini adalah  organ-organ tubuh binatang, seperti : tulang dan sejenisnya.  Tidak  mengapa dengan penambahan itu apabila berasal dari binatang yang telah  dilakukan penyembelihan secara syar’i. Adapun jika diambil dari binatang  yang tidak disembelih  atau disembelih dengan cara yang tidak syar’i   atau diambil dari manusia maka haram mengkonsumsi makanan yang  mengandung bahan-bahan seperti itu karena setiap binatang yang tidak  disembelih dengan cara yang syar’i atau binatang yang mati tidak dengan  disembelih maka tidak boleh memakannya sedikit pun darinya dan  diharamkan memakan sesuatu yang berasal dari manusia atau hewan yang  tidak halal walau dengan cara disembelih seperti babi, demikian menurut  ijma ahli ilmu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kandungan bahaya yang terdapat didalam bahan-bahan pengawet dan  pewarna—secara umum—ada diantaranya berupa bahan-bahan yang membahayakan  kesehatan manusia karena bisa mengakibatkan kanker yang berkepanjangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terdapat penjelasan dari Lembaga Pengawasan Makanan tentang urgensi  tidak menggunakan bahan-bahan tertentu (pengawet atau pewarna) yang  jelas-jelas terdapat bahaya didalamnya. Lembaga ini juga membatasi  prosentase tertentu terhadap bahan-bahan yang boleh digunakan karena  apabila melebihi batas ukuran yang standar akan menjadikan bahan itu  berubah menjadi racun-racun yang dikonsumsi manusia.&lt;br /&gt;Kesimpulan dari itu adalah tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan atau  minuman yang mengandung bahan-bahan pengawet atau makanan yang  komposisinya terdapat sesuatu dari manusia atau hewan yang tidak  disembelih. Jika sulit mengetahui hal itu maka hindarilah segala makanan  yang mengandung pengawet dari hewan kecuali jika dirinya meyakini bahwa  bahan itu diambil dari hewan yang disembelih secara syar’i. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan yang mengandung  bahan-bahan pengawet atau pewarna yang jelas-jelas berbahaya (mudharat),  berdasarkan firman-Nya :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisaa : 29) &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sabda Rasulullah saw,” Janganlah kalia memudharatkan (diri sendiri)  dan jangan pula memudharatkan (orang lain).” (HR. Imam Malik)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diharamkan bagi pengrajin atau pembuat (makanan) menggunakan  bahan-bahan yang diharamkan atau berbahaya bagi kesehatan pada  makanannya. Dan bagi para konsumen hendaklah waspada dan hati-hati saat  membeli makanan atau minuman yang mengandung bahan-bahan pengawet dan  seandainya dirinya mampu menjauhi makanan atau minuman seperti ini maka  hal itu adalah lebih utama. (Markaz al Fatwa no. 6640)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian sebaiknya anda menghindari penggunaan pewarna yang  berasal dari ekstrak binatang serangga berdasarkan alasan diatas dan  bisa jadi binatang tersebut termasuk yang menjijikkan dan kita  diperintahkan untuk menjauhi binatang yang menjijikkan berdasarkan  firman Allah swt :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan  mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (jijik).” (QS. Al A’raf :  157)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga anjuran Rasulullah untuk menghindari segala sesuatu yang  meragukan dan beralih kepada yang tidak meragukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari al Hasan bin Ali bin Abu Thalib  berkata,”Aku telah menghafal sabda Rasulullah saw,’Tinggalkanlah apa-apa  yang meragukanmu dan beralihlah kepada apa-apa yang tidak meragukanmu.  Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan  adalah keraguan.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari-serangga.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1765770740684814141?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1765770740684814141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1765770740684814141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1765770740684814141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/hukum-kehalalan-pewarna-makanan-dari.html' title='Hukum Kehalalan Pewarna Makanan dari Serangga'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6559611958838211632</id><published>2010-04-30T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T04:00:22.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Oase Iman : Nyatanya, Aku Belum Siap Menikah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;H-2 hari milad Rasti yang ke-22..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siang itu, panas cukup terik membakar bumi. Rasti duduk di bangku  belakang bus, tepat di samping jendela. Rasti membuka jendela untuk  mengijinkan angin semilir menerpa tubuhnya yang sudah agak banjir dengan  keringat. Tiba-tiba HP-nya bergetar. Ada sms masuk dari sang MR,  rupanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“asslm. Rasti,, kamu lulus februari 2011 kn?? Atau ada rencana mundur  lagi??”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“insya Allah aku usahain 4.5 tahun mbak. Emg knapa?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“setelah lulus, akan lnjut jd PNS/ swasta? (ato kalo ke luar negeri  di bolehin sm ortu?)”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“aku mw jd pengusaha mbak. Hehe.. Boleh2 aj ke luar negeri kyk  kakakku yg mw ke Italy. Aku malah disuruh ngambil beasiswa s2 ke luar  negeri sm ummi..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ohh. Syukron ya..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasti bingung dan ada tanda tanya besar di benaknya. Rasti pun segera  mempertanyakan hal itu kepada sang MR.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“emg bwt apa sih mbak?? Hmm,, jd curiga nih..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Buat pendataan aja..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hoo...”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pikiran Rasti menuju kepada sebuah kesimpulan. Tapi, segera ia tepis  pikirannya itu. Hingga akhirnya....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;21 Februari 2010&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;H-1 hari milad Rasti yang ke-22..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siang itu, Rasti sedang pergi jalan-jalan ke pantai bersama  teman-teman kampusnya. Di sela-sela bermain air di tepian pantai, ada  sms masuk dari HP Rasti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“asslm. Rasti, Mila, Raya, Astri, tlg segera kirim cv antuna ke email  mbak ya..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Deg. Rasti makin merasakan bahwa dugaannya kemarin sepertinya benar.  Kesimpulannya tentang pertanyaan yang dilontarkan sang MR via sms,  sepertinya memang mengarah kepada kesimpulan Rasti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“wslm. Iya, insya ALLAH mbak..btw, CV itu isinya apa aja mbak?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“kayak cv lamaran kerja. Tp kmu tmbahin kondisi keluarga, gmbaran  kluarga yg akn dbntuk &amp;amp; foto”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;22 Februari 2010&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari milad Rasti yang ke-22..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siang hari, dalam perjalanan pulang di kereta, Rasti mengobrol dengan  seorang teman tentang kesiapan seorang akhwat menuju gerbang  pernikahan. Rasti yang membuka pembicaraan siang itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“menurut kamu akhwat dikatakan siap nikah seperti apa?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“menurutku, akhwat yang siap nikah itu adalah akhwat yang memang  sudah mempersiapkan dirinya untuk ke arah sana.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“tapi ada akhwat yang bilang, akhwat itu siap gak siap memang harus  siap. Karena kalo ditanya siap atau gak? Pasti jawabnya ya gak  siap-lah..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ya memang sih kadang seperti itu. Tapi aku kurang sepakat kalo  misalnya akhwat dikatakan udah siap nikah itu kalo dia udah bisa  mengerjakan semua urusan rumah tangga, misalnya; nyuci, nyetrika, masak,  dll. Itu mah bukan hal yang esensi dalam suatu pernikahan. Emangnya qta  pembantu apa? “&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“emang, apa hal esensi dalam sebuah pernikahan?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“akhwat tuh harus punya ilmu dalam menghadapi pernikahan, rumah  tangga. Banyak baca buku tentang pernikahan, tentang rumah tangga, apa  aja hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga. Trus juga mau  dibawa kemana rumah tangga qta nantinya, itu juga harus dipikirkan.  Karena kebanyakan sekarang ini, akhwat itu kurang ilmunya dalam  menghadapi pernikahan. Liat aja kalo dalam kasus-kasus rumah tangga  ataupun perceraian yang kalah pasti perempuan..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ohh.. gitu..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Percakapan-pun harus diakhiri karena mereka telah sampai di stasiun  Kalibata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Malam itu, Rasti sedang berkutat di ruang komputer rumahnya. Rasti  sedang menyelesaikan CV yang diminta oleh sang MR. Setelah mengetik  biodata diri, riwayat pendidikan, riwayat organisasi, kondisi keluarga,  dan pola didik keluarga, Rasti agak bingung ketika memberi gambaran  keluarga yang akan dibentuknya nanti. Di ruang komputer, ada Ummi dan  abang Rasti. Rasti-pun memberanikan diri melontarkan pertanyaan dengan  gaya bercanda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mi, kalo Rasti mau nikah sekarang gimana?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abang Rasti langsung bilang bahwa Rasti masih belum siap untuk nikah.  Disebutkanlah satu per satu yang menurut abang Rasti, Rasti belum siap  untuk menikah sekarang. Sang Ummi hanya mengiyakan perkataan abang  Rasti. Padahal Rasti tahu bahwa Ummi pasti selalu mendukung apa yang  Rasti lakukan. Pun terkait masalah ini, Rasti sudah pernah bertanya  pendapat sang Ummi. Tapi ternyata, argumen abang Rasti begitu kuat  hingga akhirnya sang Ummi mengiyakan perkataan abang Rasti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya, Rasti pun paham dengan perkataan sang abang yang menyatakan bahwa  diri Rasti belum siap untuk menikah saat ini. Walaupun sebenarnya  argumen yang dikemukakan oleh abangnya tidak terlalu esensi dalam sebuah  pernikahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasti pun meminta pendapat teman dekatnya via sms.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“asslm, ukh, mnurt kmu, aku dah siap nikah blum?kok aku merasa aku  blum siap ya?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“w.slm. udah.. yg bsa meliat kamu siap ato ga, ya org tdekatmu. Aku  liat, kamu, Rina, Sinta, jg udh siap kok..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mmm,, ya betul kata saudariku yang satu itu. Yang bisa menilai diri  kita siap atau belum untuk menikah ya orang-orang terdekat kita..”,  pikir Rasti di depan komputer.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasti menimbang-nimbang sesuatu, memikirkan pertimbangan-pertimbangan  dari teman, keluarga, dan juga menimbang-nimbang hal esensi dan yang  tidak terlalu esensi dalam sebuah pernikahan. Keputusan pun telah bulat  dan Rasti segera meng-sms sang MR.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mbak, af1, aku blum siap. Jd, aku ga jd ngirim CV-nya ya..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;****&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang akhwat terkadang bimbang ketika menyatakan dirinya siap atau  tidak menuju gerbang pernikahan. Walaupun pada kenyataannya, dengan  rentang usia yang sama pada usia rawan untuk menikah, lebih banyak  ikhwan yang menyatakan ketidaksiapan untuk menikah di usia yang masih  muda (dini). Ada banyak pertimbangan dari para ikhwan untuk menggenapkan  separuh dien-nya; finansial yang utama. Namun, jika ditilik, rupanya  para akhwat juga tak hanya sekadar siap menunggu ikhwan yang datang  melamar. Akhwat juga harus mempersiapkan semuanya, terutama ilmunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diperlukan pula pertimbangan dari orang-orang terdekat yang bisa  menyatakan diri seorang akhwat siap atau tidak untuk menikah. Meminta  pendapat teman terdekat dan yang terpenting adalah keluarga.  Keluarga-lah yang begitu mengetahui baik-buruknya kita. Seperti yang  Rasti lakukan, dia meminta pertimbangan dari keluarga dan teman  terdekatnya, namun keputusan tetap ada di tangan Rasti. Setelah melihat  ke dalam dirinya mengenai kesiapannya untuk menikah, akhirnya Rasti  memutuskan bahwa: “&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-nyatanya-aku-belum-siap.html"&gt;Nyatanya, aku belum siap menikah&lt;/a&gt;..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Lhinblue&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;20 Februari 2010&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/lhinblue-nyatanya-aku-belum-siap-menikah.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;perempuanlangitbiru.multiply.com/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6559611958838211632?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6559611958838211632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-nyatanya-aku-belum-siap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6559611958838211632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6559611958838211632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-nyatanya-aku-belum-siap.html' title='Oase Iman : Nyatanya, Aku Belum Siap Menikah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6852252410149991466</id><published>2010-04-27T04:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T04:13:53.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Cara Mengasuh Anak Angkat</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/cara-mengasuh-anak-angkat.html"&gt;Cara Mengasuh Anak Angkat&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustad Sigit yang dirahmati Allah SWT. Saya Bapak yang sudah menikah 3  Tahun, tetapi sampai saat ini apa yang kami inginkan bersama belum  dikabulkan oleh Allah SWT. Kami berdua belum diberi anak. Yang saya  tanyakan apabila saya dan istri ingin mengambil atau mengadopsi anak  syarat apakah yang sesuai dengan Syariat yang harus kami lakukan. Dan  bagaimana hukum seorang anak angkat kalau dia sudah Balig, kan kami  berdua bukan orang tua kandung dari anak tersebut. Mohon penjelasan tata  cara dan tuntunan secara Syariat apabila seseorang harus mengadopsi  anak. Atas jawaban dan pencerahannya kami sekularga mengucapkan  Jazzakallah khair.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamu'alaikum wr. wb.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;AG&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/cara-mengasuh-anak-angkat.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengangkatan anak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/cara-mengasuh-anak-angkat.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tabanni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) adalah perbuatan yang biasa dilakukan  oleh masyarakat jahiliyah sebelum islam yang kemudian dilarang oleh  islam dikarenakan penghilangan nasab anak angkatnya itu dengan  menasabkannya kepada ayah angkatnya, berdasarkan dalil-dalil berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءكُمْ أَبْنَاءكُمْ ذَلِكُمْ  قَوْلُكُم بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي  السَّبِيلَ ﴿٤﴾&lt;br /&gt;ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ فَإِن لَّمْ  تَعْلَمُوا آبَاءهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ  وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّا  تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿٥﴾&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “..dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak  kandungmu (sendiri). yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu  saja. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan  (yang benar). Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai)  nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan  jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, Maka (panggilah mereka  sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu dan tidak ada dosa  atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya)  apa yang disengaja oleh hatimu. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi  Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 4 – 5)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhoti dari Sa’ad bahwasanya dia  telah mendengar Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang memanggil dengan  selain bapaknya padahal dia mengetahui bahwa dirinya adalah bukan  bapaknya maka haram baginya surga.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika makna diatas yang anda maksudkan dengan mengangkat anak (adopsi)  maka tidaklah diperbolehkan. Akan tetapi jika yang anda maksudkan  dengan adopsi adalah memeliharanya serta membiayai seluruh kebutuhan  anak itu dan mendidiknya maka diperbolehkan karena hal ini termasuk  perbuatan mulia tanpa mengadakan perubahan nasab anak itu kepada diri  anda, berdasarkan firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan  takwa.” (QS. Al Maidah : 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlebih lagi jika anak yang akan anda asuh dan biayi kebutuhan  hidupnya termasuk anak yatim maka bagi anda pahala yang besar,  sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sahl bahwa  Rasulullah saw bersabda,”Aku dan orang yang memeliharara anak yatim di  surga seperti ini” beliau saw mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan  tengah dengan sedikit memisahkan diantara kedua jari itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang hadits ini, al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadits itu  merupakan isyarat bahwa derajat antara Nabi saw dengan orang yang  memelihara anak yatim hanyalah sebatas jarak antara dua jari saja, yaitu  jari telunjuk dan tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada persyaratan-persyaratan khusus didalam mengambil anak untuk  diasuh atau dipelihara kecuali memberikan pemeliharaan dan pendidikan  yang baik kepadanya karena setelah itu ia menjadi amanah bagi anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian anak yang anda adopsi (pelihara) itu tetaplah orang asing  yang ada di rumah anda sehingga ketika dirinya baligh maka tidak  diperbolehkan baginya menampakkan auratnya atau melihat aurat  orang-orang yang berlawanan jenis dengannya walaupun mereka semua satu  rumah karena anak itu bukanlah mahram bagi anda sekeluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin ada sebuah solusi agar anak asuh anda menjadi mahram bagi  anda berdua dengan jalan susuan selama anak itu belum sampai usia dua  tahun. Yaitu dengan meminta kepada ibu istri anda atau saudara perempuan  kandung istri anda untuk menyusuinya jika anak asuh anda adalah seorang  laki-laki atau meminta ibu anda atau saudara perempuan kandung anda  untuk meyusuinya jika ia adalah seorang wanita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila yang menyusui anak asuh itu adalah ibu istri anda maka istri  anda menjadi saudara sesusuan baginya dan jika yang menyusuinya adalah  ibu anda maka anda menjadi saudara sesusuan baginya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika yang menyusuinya adalah saudara perempuan kandung istri anda  atau saudara perempuan kandung anda maka anda menjadi paman dan isri  anda menjadi bibi baginya karena susuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam dua kedudukan tersebut maka anak asuh anda menjadi mahram bagi  anda atau istri anda. Akan tetapi hal ini (kemaahraman) tidaklah berlaku  bagi anak kandung anda jika kelak Allah swt memberikan kalian anak  kandung. Anak asuh itu tetaplah orang asing bagi anak kandung anda dan  diharuskan untuk tetap menjaga aurat dan tidak membukanya diantara  mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="bg-fff5ec height-250" style="background: url(&amp;quot;/img/ustadzmenjawab.jpg&amp;quot;) repeat scroll 0% 0% transparent; position: relative;"&gt;   &lt;div&gt;      &lt;div class="contributor"&gt;&lt;b&gt;Ustadz Menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz  Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/cara-mengasuh-anak-angkat.htm&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6852252410149991466?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6852252410149991466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/cara-mengasuh-anak-angkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6852252410149991466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6852252410149991466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/cara-mengasuh-anak-angkat.html' title='Cara Mengasuh Anak Angkat'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-741184324980587611</id><published>2010-04-27T04:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T04:08:41.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>'Pemalsuan' Tanggal Lahir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum Ustadz:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mempunyai permasalahan yang membuat saya resah, yaitu tentang  &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/pemalsuan-tanggal-lahir.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tahun lahir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; saya. Sejak saya SD sampai lululs PT, di ijasah, KTP/SIM,  surat nikah maupun akta kelahiran saya tertulis lebih mudah setahun  (tertulis 1977, padahal (mungkin) saya lahir 1976. Saya tidak tahu  mengapa hal ini bisa keliru. Yang salah menulis mungkin waktu  pendaftaran masuk SD atau mungkin orang tua saya keliru menuliskannya,  maklum kami tinggal di desa yang waktu itu akses membuat akte tidak bisa  langsung dibuat (baru membuat ketika sudah SMP), dan seringkali tanggal  lahir sering keliru. Apakah hal ini tergolong pemalsuan atau  pembohongan? Terus terang saya takut dengan masalah seperti ini. Bahkan  kadang saya merasa berdosa, tak nyaman dan tak bisa tidurkarena saya  berpikir telah membohongi banyak orang. Setiap urusan administrasi  sehari-hari yang saya menyesuaikan seperti yang tertera di ijasah atau  KTP/SIM. Apakah saya harus merubah semua biodata saya dari SD kecil  sampai sekarang? Dan ini mungkin akan sangat merepotkan (sekolah saya  sekarang sudah ada yang di tutup). Mohon pencerahannya Ustadz, terima  kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;Aljun&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Aljun yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw,”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya kejujuran mengarahkan kepada  kebaikan dan sesungguhnya kebaikan mengarahkan kepada surga.  Sesungguhnya dusta mengarahkan kepada kejahatan dan kejahatan  mengarahkan kepada neraka.&lt;/span&gt;” (HR. Buhori)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Nawawi menyebutkan makna hadits ini menurut para ulama adalah  bahwa &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/pemalsuan-tanggal-lahir.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengarahkan kepada amal shaleh yang suci dari segala  ketercelaan dan kebaikan adalah kata menyeluruh dari kebaikan  seluruhnya. Ada juga yang mengatakan bahwa kebaikan adalah surga dan  bisa juga ia mencakup amal shaleh dan surga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/pemalsuan-tanggal-lahir.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dusta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengarahkan kepada kejahatan, yaitu menyimpang dari  sifat istiqomah. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah yang membangkitkan  perbuatan maksiat.  (Shahih Muslim bi Syarh an Nawawi juz XVI hal 241)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hadits diatas dapat difahami bahwa dusta merupakan sarana yang  bisa mengarahkan si pelakunya untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat  dan kejahatan yang berakibat buruk tidak hanya terhadap si pelakunya  namun terkadang juga terhadap orang-orang yang ada di sekelilingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu dusta adalah suatu perbuatan dosa yang tidak akan pernah  bisa diterima oleh hati seorang mukmin yang senantiasa dihiasi oleh  dzikir kepada Allah swt, dusta hanya akan terus menerus memunculkan  keragu-raguan, kebimbangan atau kegalauan, sebagaimana yang diriwayatkan  oleh Imam Tirmidzi dari al Hasan bin Ali bin Abu Thalib berkata,”Aku  telah menghafal sabda Rasulullah saw,’Tinggalkanlah apa-apa yang  meragukanmu dan beralihlah kepada apa-apa yang tidak meragukanmu.  Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan  adalah keraguan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu setiap kali seorang mukmin berbuat dosa baik disengaja  maupun tidak disengaja maka ia akan segera kembali kepada Allah dengan  bertaubat dari perbuatan tersebut dikarenakan keimanan yang ada didalam  hatinya tidak bisa disatukan dengan kedustaan yang dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama bersepakat bahwa dusta pada dasarnya adalah perbuatan yang  diharamkan kecuali pada beberapa keadaan seperti didalam suatu  peperangan, untuk menjaga kelanggengan hubungan suami istri, atau  mendamaikan antara dua orang yang  berselisih. Meskipun demikian didalam  ketiga permasalahan yang dikecualikan itu tetaplah harus diupayakan  untuk tidak berdusta kecuali jika tidak ada jalan lain selain dari  dusta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ  الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ  الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ  يُفْلِحُونَ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut  oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk  mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang  mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An  Nahl : 116)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terhadap permasalahan yang anda hadapi saat ini maka pada dasarnya  adalah diharuskan bagi anda untuk memperbaiki kesalahan penulisan tahun  tersebut pada dokumen-dokumen anda jika hal ini memungkinkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika upaya perbaikan kesalahan ini sulit untuk dilakukan karena  sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu atau dikhwatirkan akan  memunculkan kemudharatan yang lebih besar, misalnya : terancamnya  pekerjaan anda saat ini, berpengaruh pada gelar kesarjanaan anda maka  cukuplah anda bertaubat kepada Allah atau memohon ampunan dari-Nya.  Kemudian hendaklah anda memperbanyak dzikir untuk mengingat Allah swt  agar diberikan ketenangan didalam hati anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;i&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/tahun-lahir-salah-tulis-apakah-itu-pemalsuan.htm &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-741184324980587611?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/741184324980587611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/pemalsuan-tanggal-lahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/741184324980587611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/741184324980587611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/pemalsuan-tanggal-lahir.html' title='&apos;Pemalsuan&apos; Tanggal Lahir'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-4920695708600155556</id><published>2010-04-26T04:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T04:24:36.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Oase Iman : Menuju Cinta Sejati</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Sus Woyo&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berkali-kali aku kandas dalam menjalin hubungan dengan seorang  perempuan. Terahir kali aku sempat kecewa sangat berat ketika adik  kelasku di sekolah juga memutuskan pilihannya kepada seorang prajurit  muda yang masih menjalani latihan kemiliteran di suatu kota. Peristiwa  ini menambah deretan panjang kekecewaanku dalam sejarah hubunganku  dengan mahluk yang bernama perempuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu aku tak betah di rumah. Sejak itu aku merasa bahwa semua  mahluk yang ada di sekelilingku membenci. Orang-orang yang lewat,  hewan-hewan piaraan, rumpun-rumpun bambu, tanaman padi yang sedang  menguning, seperti memandangku tak bersahabat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku melangkah pergi. Kukatakan “selamat tingal” kepada kampung yang  amat kusayangi. Kutinggalkan aroma pedesaan yang akrab sejak aku  dilahirkan. Rasanya berat sekali meninggalkan tanah kelahiran. Tapi apa  boleh buat, karena semua mahluk di kampungku seolah tak henti-henti  untuk membenciku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kucoba menenggelamkan diri dengan menjadi “mahasiswa” di universiatas  kehidupan. Aku “kuliah” di pasar, terminal, pabrik-pabrik,  tempat-tempat pelacuran, dan terahir aku sempat “ngangsu kawruh” di  Malioboro, sebuah tempat yang makin hari makin terkenal karena  penghuninya sangat heterogen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku berguru kepada para pedagang asongan, pedagang kaki lima, penjual  koran, tukang becak, seniman jalanan, pengemis, mahasiswa, orang cacat  dan juga para dosen. Tak lupa juga kutemui teman-teman yang ada di  pesantren-pesantren dan di bangku-bangku perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai suatu saat aku bertemu dengan seseorang yang mengenalkanku  dengan orang-orang shaleh, dengan para pemburu cinta Illahi. Dia  memperkenalkanku dengan sahabat Rasul, para Imam Madzab, tokoh-tokoh  pergerakan Islam, bahkan juga dengan para Sufi yang kadang agak  kontroversial dalam memandang cinta dan kehidupan, seperti Rabi’ah  Al-Adawiyah dan Abu Yazid Al-Bustami. Sampai tak tanggung-tanggung, ia  bahkan menyelipkan puisi Rabi’ah kepadaku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Engkaulah Sahabatku, Kerinduanku dan keselamatanku Tanpa Diri-Mu,  wahai hidup dan cinta-Mu Takkan pernah aku mengembara melintasi  negri-negri tak terbatas ini&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Betapa banyak rahmat, anugrah, karunia dan nikmat telah Kau tunjukan  padaku Cinta-Mu-lah yang kucari Dan di dalamnya aku menemukan berkat&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku mulai belajar untuk menghilangkan kekecewaan karena cinta yang  kandas. Aku mencoba terus belajar dan belajar memburu cinta sejati,  cinta pada Illahi seperti yang dicontohkan para “pemburu” Illahi Rabbi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bertahun-tahun aku menenggelamkan diri dalam aktifitas usaha. Lama  aku mencoba melupakan cinta kepada lawan jenis. Hingga seorang sahabat  mengajakku ke rumah seseorang. Dan di tempat itu aku mendapati ada  seorang gadis muda sedang sakit. Tubuhnya amat lemah, sorot matanya tak  bersemangat dan seolah sudah tak ada harapan menyenangkan baginya  seperti teman-teman seusianya yang sedang indah-indahnya menapaki  masa-masa remaja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku iba melihatnya. Bahkan hampir saja air mata ini tumpah di  depannya. Dalam hati aku berdoa padaNya. Semoga ia cepat sembuh dan  cepat-cepat di karunia jodoh seseorang yang bisa menghiburnya. Itu doa  singkatku dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lama kemudian aku tak bertemu dengan gadis itu. Dan ketika bertemu  kembali, aku mendapati dia sudah sembuh dari penyakitnya. Alhamdulillah,  aku besyukur. Ia sudah kembali beraktifitas seperti layaknya remaja  masa itu. Bahkan dengan semangat ia masih mau meneruskan sekolahnya yang  sempat terbengkalai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Entah kenapa, kami makin akrab. Entah kenapa ahirnya timbul kembali  hasrat dalam hati ini untuk mencintai lawan jenis, setelah sekian lama  kutenggelamkan bahkan ingin kukembalikan saja pada pemilik cinta itu  sendiri. Sebab aku masih trauma, bahwa setiap kali aku mencintai seorang  perempuan, maka kekecewaanlah yang akan kudapat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku mencoba menghimpun kekuatan untuk mengatakan ”sesuatu” padanya.  Harapan yang ada dalam benakku adalah: semoga aku diterima. Dan  seandainya ditolak, aku sudah siap untuk menerimanya dan tak akan kecewa  seperti masa-masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, aku diterima. Dan aku tak menyangka jika doaku ketika  ia sakit, sekarang sudah terkabul. Dan sama sekali tak menyangka jika  ternyata jodoh yang diberika Allah padanya adalah diriku sendiri yang  mendoakan dia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang ia menjadi isteriku, menjadi pendampingku dan sudah  memberiku seorang keturunan. Aku tak menyangka kalau cintaku kepada  seorang perempuan harus melewati proses yang pahit getir. Dan jika  kehidupan itu bisa di refresh tentu aku tak mau mengulanginya lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Barangkali, jika dulu cintaku diterima dengan mulus oleh gadis  pujaanku, aku belum tentu bisa mengenal para “pemburu” cinta sejati.  Mungkin aku masih buta dengan sirah nabi, tak tahu jejak indah para  sahabat, tak akan mengenal bagaimana semangatnya para sufi mencintai  Sang Khalik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian yang menimpaku di masa-masa lalu, mengajari dan mengajak  diri yang lemah ini, agar tak pernah berhenti berproses dalam  mendapatkan cinta yang sejati. Cinta kepada sekeliling, cinta kepada  mahluk, cinta kepada suami, isteri, anak, sahabat, saudara dan  lain-lainnya adalah proses awal untuk menuju cinta yang sebenarnya.  Cinta yang agung, cinta yang tiada batas, tak lain dan tak bukan adalah  cinta kepada Sang Pemilik Cinta itu sendiri, yaitu Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sus Woyo Baturraden, awal Januari 2007&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/oase-iman/menuju-cinta-sejati.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-4920695708600155556?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/4920695708600155556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-menuju-cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4920695708600155556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/4920695708600155556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-menuju-cinta-sejati.html' title='Oase Iman : Menuju Cinta Sejati'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8475431714512257150</id><published>2010-04-26T04:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T04:23:08.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase Iman'/><title type='text'>Oase Iman : Lelaki yang Gelisah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Sudaryono Achmad&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat saya sedang  &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-lelaki-yang-gelisah.html"&gt;gelisah&lt;/a&gt;. Dia, lelaki berumur 29 tahun.  Apalagi kalau bukan gelisah dalam  persoalan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cinta&lt;/span&gt;. Tepatnya adalah soal  mendapatkan ibu buat anak-anaknya kelak.  Sebagai seorang kawan, saya  merasakan juga bagaimana ketika menjadi dia. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaupun mungkin belum bisa memberikan solusi  atas apa yang dia  rasakan saat ini, tetapi setidaknya berusaha menjadi pendengar yang baik  ketika  dia bercerita tentang kegelisahan yang dia rasakan. Sebuah  kelisahan yang wajar terasakan karena memang dia telah  cukup umur untuk  menikah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Apalagi, dia sudah  bekerja di sebuah perusahaan  pemerintah dalam bidang pelayanan surat menyurat, pegawai kantor pos.   Dalam pengamatan saya selama bergaul  dengannya, dia lelaki yang baik,  lelaki yang sholeh. Orangnya pendiam, tak  banyak bicara walau sesekali  suka becanda. Penampilannya sopan, tidak &lt;i style=""&gt;neka neko.&lt;/i&gt;  Seorang lelaki berkacamata  yang selepas kerja,  ketika sore hari,   menjadi pengajar &lt;i style=""&gt;ngaji&lt;/i&gt; bagi anak-anak  di kampungnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Perkenalan saya  dengannya pun tak biasa. Kami  kenal sekira dua tahun yang lalu melalui internet.  Maklum sesama &lt;i style=""&gt;blogger&lt;/i&gt; (penulis jurnal  pribadi &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt;).  Dia beberapa kali  menyapa saya lewat instan mesenger. Yah... bicara &lt;i style=""&gt;ngalor ngidul&lt;/i&gt; seputar dunia &lt;i style=""&gt;blogging&lt;/i&gt;.  Berawal dari itu kami kenalan.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kami mencintai dunia yang sama, dunia  tulis  menulis. Hingga kemudian sama-sama menjadi salah satu pegiat dalam  kepengurusan cabang  organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia yang  pada tanggal 22 Februari akan  mengadakan miladnya yang ke-10. Ketika  ada ada pertemuan di organisasi itu,  kerap kegelisahan-kegelisahan itu   muncul, selepas membicarakan seputar kepenulisan biasanya berlanjut ke   intermezo, salah satunya ya persoalan cinta sahabat saya itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memang &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt;  gejolak dan gelisah  cinta itu mudah penyelesaiannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Niat besar untuk  menikah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;taaruf &lt;/span&gt;(kenalan), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kitbah&lt;/span&gt;  (lamar).dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nikah&lt;/span&gt;. &lt;i style=""&gt;Beres&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Persoalannya, siapakah  calonnya...?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tentang siapakah  calonnya ini yang sampai saat ini  masih menjadi pikirannya. Bagi para lelaki  aktivis dakwah kampus,  tentu tak perlu repot ketika harus menikah. Banyak akhwat  (sebutan  untuk aktivis putri) yang siap  untuk dinikahi, akses untuk mendapatkan  calon pun mudah sekali. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lain dengan yang dihadapi oleh teman saya ini.  Harus  berjuang sendiri untuk mendapatkan  partner (seorang isteri)  untuk membersamainya dalam kehidupannya  kelak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mulai menjajaki  teman-teman seputar kerjanya,  sampai terkesan pada seseorang yang kebetulan  sedang dilayaninya ketika  mengirimkan sebuah surat. Di sinilah awal mulanya dia  terkesan dengan  “Si Dia”. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Katanya, dia  seorang muslimah yang baik, malu-malu  ketika disapa, dan tak mau memandang mata  teman saya itu. “ Ini jodoh  saya”. Begitu pikir kawan saya. Tetapi, selepas  pulang dari kantor pos,  teman saya tak mendapatkan akses lagi tentang gadis yang  membuatnya  terkesan itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Dan, kegelisahan itu  datang lagi....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sampai suatu ketika,  kawan saya itu bertemu lagi  dengan “SI Dia” dalam sebuah even Islamic book fair di kota kami. “Mas,  dia  mas, itu yang ane ceritakan dulu”.  Begitu katanya sambil menunjuk  seorang gadis yang sedang sibuk melihat-lihat  buku. “ Kenal &lt;i style=""&gt;nggak.&lt;/i&gt;.?”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Dia agak  kecewa karena saya menggeleng tanda tak  tahu siapa gadis itu. Jujur, ketika  sepintas saya melihat gadis itu,  dia  memang terlihat cantik dengan jilbab lebarnya. Untuk memecah  suasana, saya  becanda saja sama teman saya itu “ Wah mas, kalau ane  tahu, mendingan buat ane aja dech”. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan,  kami terkekeh bersama. Selepas itu, saya cuek  karena tak ada perasaan lebih,  tapi teman saya tampaknya bertambah   gelisah. Tampak ketika pulang naik motor, ketika saya tanya, dia hanya   senyum-senyum sendiri dalam lamunan sampai saya timpuk bahunya dia baru   sadar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kini, dia masih  mencari tahu siapa “ SI Dia” Itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sementara, sebagai  seorang kawan,  ketika dia juga   menuliskan kegelisahannya dalam sebuah &lt;i style=""&gt;blog&lt;/i&gt;  pribadinya, saya hanya bisa  menyarankan untuk membaca sebuah novel  karya Habiburrahman El- Sirazy, judulnya “Pudarnya Pesona  Cleopatra”. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di sana, ketika seorang lelaki membacanya,  dan  bisa memetik pesan yang ada di dalamnya,  tentu akan berhati-hati dengan  yang namanya kecantikan seorang wanita. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seorang  lelaki wajar ketika terkesan dengan  seorang wanita yang cantik. Tapi, masih ada  pertimbangan lain yang  lebih penting, yaitu kualitas agamanya. Kecantikan fisik semata akan  pudar di telan  waktu, tapi ketulusan cinta atas dasar pemahaman akan  agama yang cukup, itulah  yang membuat sepasang kekasih bisa langgeng.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;Sanggar Pelangi,  Selasa 30   Januari 2007&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;Untuk “HAF”, percayalah bahwa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;kecantikan bukanlah segalanya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Source : http://www.eramuslim.com/oase-iman/lelaki-yang-gelisah.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8475431714512257150?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8475431714512257150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-lelaki-yang-gelisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8475431714512257150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8475431714512257150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/oase-iman-lelaki-yang-gelisah.html' title='Oase Iman : Lelaki yang Gelisah'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6468371698042889893</id><published>2010-04-23T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T22:24:52.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Online : Hukum Duduk atau Jalan di Atas Kuburan</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="title" class="judul"&gt;Hukum Duduk atau Jalan di Atas Kuburan&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;assalamualaikum ustad..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;langsung saja ustad saya ada pertanyaan ,apa hukumnya kita  duduk/jalan diatas kuburan?apa adab-adabnya ketika kita mengantarkan  mayit ke kuburannya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;abbdulloh&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Duduk dan Berjalan diatas Kuburan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw melarang seseorang duduk diatas kuburan di beberapa  haditsnya, diantaranya sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya seorang dari  kalian yang duduk ditas bara api lalu membakar pakaian hingga menyisakan  kulitnya lebih baik baginya daripada duduk diatas sebuah kuburan.” (HR.  Muslim didalam “Shahih” nya)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sabdanya saw yang lain,”Sesungguhnya aku berjalan diatas bara api  atau pedang atau aku menambal sandal dengan kakiku lebih aku sukai  daripada berjalan diatas sebuah kuburan muslim.” (HR. Ibnu Majah,  dishahihkan oleh al Bushairiy dan sanadnya baik menurut al Albani)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sabdanya saw yang lain,”Janganlah kalian duduk diatas kuburan dan  janganlah shalat menghadapnya.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa dalil diatas, para ulama madzhab Hanafi, Syafi’i,  Hambali dan Zhahiriy berpendapat bahwa hal itu adalah makruh. Sementara  Nawawi di dalam “al Majmu” mengatakan,”Makruh duduk diatas kuburan,  bersandar dengannya dan kami pernah menyebutkan bahwa hal itu adalah  makruh menurut kami (madzhab Syafi’i), demikian pula menurut jumhur  ulama.” &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ulama madzhab Maliki dan sebagian Hanafi membolehkan hal itu,  mereka menyatakan bahwa hadits-hadits diatas maknanya adalah duduk untuk  buang hajat diatas kuburan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan pendapat yang paling tepat dalam permasalahan ini adalah pendapat  jumhur ulama bahwa hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang larangan  dan tidak ada yang mengkhususkannya. (Markaz al Fatwa No. 64447)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara berjalan diatas kuburan menurut para ulama Hanafi adalah  makruh. Ibnu Abidin yang dinukil dari bank fatwa mengatakan,”Dari Abu  Hanifah bahwa janganlah menginjak kuburan kecuali darurat.” Sebagian  dari mereka mengatakan,”Tidak mengapa menginjak kuburan sementara  dirinya membaca (al Qur’an) atau bertasbih atau berdoa bagi mereka.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara para ulama Maliki berpendapat bahwa kuburan adalah tempat  haram maka tidak seharusnya berjalan diatasnya jika ia berupa gundukan  dan terdapat jalan selainnya. Adapun jika kuburan itu terhapus (rata)  maka terdapat kebebasan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemilik kitab “at Tahdzib” dari kalangan Syafi’i mengatakan bahwa  tidaklah mengapa berjalan dengan menggunakan sandal diantara  kuburan-kuburan. Mereka mengatakan bahwa pernyataan kuburan adalah  tempat haram adalah penghargaan untuk si mayit karena itu makruh—menurut  pendapat mereka yang masyhur—duduk diatasnya, bersandar dengannya,  menginjaknya kecuali adanya kebutuhan seperti tidak bisa sampai ke suatu  kuburan mayat kecuali dengan menginjaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Nawawi mengatakan,”Hal itu—berjalan diatas kuburan—diharamkan  berdasarkan lahiriyah hadits,’ ,”Sesungguhnya seorang dari kalian yang  duduk ditas bara api lalu membakar pakaian hingga menyisakan kulitnya  lebih baik baginya daripada duduk diatas sebuah kuburan.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ulama Hambali mengatakan bahwa makruh menginjak kuburan dan  berjalan diantarnya dengan menggunakan sandal berdasarkan hadits,”walau  dengan menggunakan tamasyyuk (sejenis sandal).” Mereka  mengatakan,”Tidaklah makruh berjalan diantaranya dengan menggunakan  terompah yang sulit dilepasnya karena ia bukanlah sandal. Disunnahkan  melepas sandal jika memasuki pemakaman berdasarkan hadits Basyir bin al  Khashashiyah berkata,”Ketika aku berjalan menemani Rasulullah saw ada  seorang laki-laki yang berjalan di kuburan dengan menggunakan dua  sandal. Lalu beliau saw berkata,’Wahai pemilik dua sandal, celaka kamu  lepaskan kedua sandalmu.’ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu lelaki itu pun menoleh dan tatkala dia mengetahui Rasulullah saw  maka dia pun melepaskan dan menjauhkan kedua sandalnya.” Sebagai sebuah  penghormatan bagi jenazah kaum muslimin kecuali jika dirinya khawatir  adanya najis, duri, buminya panas atau dingin maka hal itu tidaklah  makruh—yaitu berjalan dengan menggunakan sandal diantara  kuburan—dikarenakan adanya uzur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal  13929 – 13930)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian makruh bagi seseorang melintasi atau berjalan diatas  kuburan seorang muslim kecuali darurat atau tidak ada jalan selainnya  demi menghormati mayat yang ada didalamnya, sebagaimana pendapat  Syafi’i.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun terhadap kuburan orang-orang kafir atau musyrik maka  dibolehkan melintasi atau berjalan diatasnya maupun duduk diatasnya  karena tidaklah ada kemuliaan terhadap orang yang dikubur didalamnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Adab Mengantar Jenazah ke Pemakaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw  bersabda,’Hak muslim tehadap muslim lainnya ada enam : Jika engkau  bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka  sambutlah, jika dia meminta nasehat darimu maka nasehatilah, jika dia  bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka mohonkanlah hidayah (petunjuk)  baginya, jika dia sakit maka kunjungilah dan jika dia meninggal dunia  maka iringilah (mayat) nya.”  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari hadits diatas tampak bahwa diantara kewajiban kifayah kaum  muslimin terhadap seorang muslim yang meninggal dunia adalah  mengantarkannya ke pemakamannya baik orang yang meninggal itu dikenal  atau tidak dikenalnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Urgennya permasalahan mengiringi jenazah ini tampak dari pahala besar  yang Allah siapkan bagi setiap orang yang mengiringinya hingga selesai  dimakamkan, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang keluar  dari rumahnya bersama jenazah kemudian mengiringinya hingga dimakamkan  maka baginya pahala dua qirath yang setiap qirath-nya bagaikan satu  gunung uhud dan barangsiapa yang menshalatinya kemudian pulang maka  baginya satu qirath.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentang adab mengiringi jenazah disebutkan didalam fatwa al Lajnah ad  Daimah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Adapun mengiringi jenazah ke pemakaman hendaknya tanpa bersuara,  tidak dengan berdzikir atau membaca al Qur’an sebagai bentuk pengamalan  dari sunnah Rasulullah saw dan para Khulafa ar Rasydin dan para  pendahulu di abad-abad pertama yang telah diakui kebaikannya oleh  Rasulullah saw.” (al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al Ilmiyah wa al  Ifta’, fatwa no. 829)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Menjawab&lt;br /&gt;bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-duduk-jalan-di-atas-kuburan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6468371698042889893?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6468371698042889893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariah-online-hukum-duduk-atau-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6468371698042889893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6468371698042889893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariah-online-hukum-duduk-atau-jalan.html' title='Syariah Online : Hukum Duduk atau Jalan di Atas Kuburan'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-9028003039351478074</id><published>2010-04-23T22:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T22:17:44.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Islam : Kafarat untuk Pelaku Homo Seksual</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;      &lt;p&gt;Assalammu'alaikum, ustadz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setau saya, apabila suami istri berhubungan badan saat berpuasa di  bulan ramadhan, mereka diwajibkan membayar kafarat. Bagaimana bila ada  sepasang wanita yang lesbi memuaskan hasrat mereka saat sedang pusa di  bulan ramadhan, apakah juga harus membayar kafarat? Apakah kafaratnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mohon jawaban dari ustadz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih atas jawabannya&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;tink&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Tink yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa perbuatan yang pernah dilakukan oleh  kaum Luth, yaitu menyukai sesama jenis adalah perbuatan dosa besar  bahkan lebih berat daripada perbuatan zina. Karena itulah hukuman bagi  para pelakunya menurut jumhur ulama adalah dibunuh tanpa membedakan  apakah si pelakunya telah menikah atau belum menikah berbeda dengan  hukuman rajam pada perzinahan hanya dijatuhkan kepada pelakunya yang  telah menikah, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari  Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa dari kalian yang  mendapatkan orang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah para  pelakunya dan barangsiapa dari kalian yang mendapatkan seorang yang  berhubungan (seksual) dengan binatang maka bunuhlah orang itu serta  binatangnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika menjelaskan hadits ini, Imam ash Shan’ani didalam kitabnya  “Subul as Salam” bahwa terdapat beberapa pendapat tentang cara  pembunuhan para pelaku liwath tersebut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mereka dihukum dengan had (hukum) zina (rajam).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dibunuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dibakar dengan api.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilempar dari bangunan tertinggi di negeri itu dengan poisisi  terbalik lalu diiringi dengan lemparan batu-batu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Untuk itu tidaklah ada yang terbaik bagi para pelaku liwath ini  selain segera bertaubat kepada Allah swt dengan taubat nasuha dan  berhentilah dari perbuatan keji dan buruk itu selagi Allah swt masih  memberikan kesempatan kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun bagi orang-orang yang melakukan liwath di bulan suci ramadhan  maka selain dari bertaubat kepada Allah swt dengan taubat nasuha maka  diwajbkan pula atasnya kafarat seperti kafarat jima' di siang hari pada  bulan suci Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Markaz al Fatwa didalam fatwanya no. 16359 ketika ditanya tentang  seorang yang melakukan perbuatan liwath sementara orang-orang sedang  berpuasa Ramadhan, menyebutkan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Perbuatan liwath adalah dosa besar yang termasuk didalam kelompok  dosa-dosa, tindakan kejahatan yang ganjarannya dari Allah swt adalah  pembunuhan dan pembinasaan bagi pelakunya, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا  عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : “Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah  dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Al Hijr  : 74)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa perbuatan jahat ini menjadi lebih besar  dosanya ketika dilakukan di siang hari bulan Ramadhan sementara si  pelaku liwathnya tengah berpuasa. Maka diwajibkan baginya untuk  bertaubat dengan taubat nasuha, beristigfar serta membayarkan kafarat,  yaitu : membebaskan budak, jika dia tidak mendapatkannya maka berpuasa  dua bulan berturut-turut, jika dirinya tidak sanggup maka memberi makan  60 orang miskin.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(baca : &lt;a class="tt" href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/gay-tapi-ingin-menikah-dan-jatuh-cinta.htm"&gt;Gay  Tapi Ingin Menikah&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="height-10"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="separasi"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/membayar-kafarat.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-9028003039351478074?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/9028003039351478074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariah-islam-kafarat-untuk-pelaku-homo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/9028003039351478074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/9028003039351478074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariah-islam-kafarat-untuk-pelaku-homo.html' title='Syariah Islam : Kafarat untuk Pelaku Homo Seksual'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8241589546728031939</id><published>2010-04-23T22:11:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T22:12:51.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Kehidupan Sejati'/><title type='text'>Perselisihan, Gempa, Tanda-Tanda Kiamat dan Kehadiran Imam Mahdi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a title="Perselisihan, Gempa, Tanda-Tanda Kiamat dan Kehadiran Imam Mahdi" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J9l9wfE-I/AAAAAAAAAHk/UzfwIa98cEE/s1600/Perselisihan,+Gempa,+Tanda-Tanda+Kiamat+dan+Kehadiran+Imam+Mahdi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 139px; height: 109px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J9l9wfE-I/AAAAAAAAAHk/UzfwIa98cEE/s320/Perselisihan,+Gempa,+Tanda-Tanda+Kiamat+dan+Kehadiran+Imam+Mahdi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463567389140390882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perselisihan, Gempa, Tanda-Tanda Kiamat dan Kehadiran Imam Mahdi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, dalam sebuah hadits Nabi Muhammad memprediksi adanya dua fenomena yang menjadi pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat. Pertama, gejala sosial berupa perselisihan antar-manusia dan kedua, gejala alam berupa gempa-gempa yang berdatangan silih-berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama menggolongkan tanda Kiamat berupa diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat sebagai ”Tanda Penghubung” antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat. Artinya, kedatangan Imam Mahdi tidak termasuk tanda-tanda kecil Kiamat  namun tidak juga digolongkan ke dalam tanda-tanda besar Kiamat. Kedatangan Imam Mahdi mengindikasikan telah tuntas munculnya tanda-tanda kecil Kiamat yang sangat banyak dan sebagian besar datang terlebih dahulu. Dan pada saat yang sama kedatangan Imam Mahdi menandakan sudah dekatnya akan munculnya tanda-tanda besar Kiamat yang datang belakangan dan berjumlah sepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah membagi tanda-tanda Kiamat ke dalam dua kelompok. Ada tanda-tanda kecil Kiamat dan tanda-tanda besar Kiamat. Tanda-tanda kecil berjumlah sangat banyak dan umumnya datang lebih awal. Sedangkan tanda-tanda besar datang belakangan dan berjumlah sepuluh. Tanda kecil yang paling awal berupa ”diutusnya Nabi Muhammad  ke muka bumi.” Semenjak peristiwa sangat agung itu terjadi, dunia menyaksikan bermunculannya aneka tanda-tanda kecil Kiamat berikutnya. Hingga dewasa ini sudah banyak sekali tanda-tanda kecil Kiamat yang di-nubuwwah-kan (diprediksi) oleh Nabi Muhammad telah menjadi realita. Di antara tanda-tanda kecil Kiamat tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Bila manusia mulai membunuh (meninggalkan) sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Bila sifat amanah telah lenyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Bila berdusta dihalalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Bila manusia memakan riba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Bila risywah (praktek suap) merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Bila bangunan-bangunan tinggi pencakar langit bermunculan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Bila manusia memperturutkan hawa-nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Bila manusia menjual dien (agamanya) untuk membeli dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Bila menumpahkan darah dianggap perkara ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Bila perilaku lemah-lembut dianggap sebagai sebuah kehinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Bila berlaku zalim menjadi suatu kebanggaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Bila para pemimpin dan pembesar merupakan orang paling buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Dan bila para pembantu dan orang-orang kepercayaan pemimpin merupakan orang-orang fasiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Bila para cendikiawannya merupakan orang-orang fasiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.  Bila kezaliman merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Bila thalaq (perceraian) banyak terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  Bila muncul fenomena kematian mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Bila mushaf Al-Qur’an dicetak dengan ornamentasi yang indah-indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Bila masjid dibangun megah-megah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Bila mimbar-mimbar masjid dibuat tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Bila hati manusia menjadi kesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Bila banyak perjanjian dan transaksi dilanggar secara sepihak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  Bila peralatan musik banyak dibunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Bila khumur (aneka jenis khamr) banyak diminum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  Bila zina merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.  Bila pengkhianat diberi kepercayaan, dijadikan pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.  Bila orang yang amanah dianggap pengkhianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.  Bila istri berpartisipasi dalam bisnis suami karena cinta akan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.  Bila salam hanya diucapkan kepada orang yang dikenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.  Bila pasar-pasar (mall, plaza, hypermarket) muncul berdekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.  Bila manusia mengenakan baju domba sebagai penutup hati serigala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.  Bila hati manusia lebih busuk daripada bangkai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.  Bila manusia sudah berkata: ”Tidak ada Imam Mahdi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda di atas hanya merupakan sebagian saja dari seluruh tanda-tanda kecil Kiamat. Bila kita kaitkan dengan realitas kondisi masyarakat dunia dewasa ini, jelas terlihat bahwa seluruh tanda-tanda kecil di atas telah menjadi kenyataan. Dan bila kita buka kitab para ulama mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita membacanya satu per satu, hampir pasti di dalam hati kita akan berkomentar: ”Waduh, yang ini sudah.... yang ini juga sudah...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saudaraku, perlu kita sadari bahwa dunia benar-benar telah mencapai usia senja. Kemunculan tanda-tanda kecil hampir tuntas seluruhnya, maka itu berarti kita sudah harus bersiap-siaga menyongsong datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Dan jangan lupa, sebagian ulama mengatakan bahwa tanda besar pertama, yaitu keluarnya Dajjal, tidak akan terjadi sebelum munculnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar Kiamat. Tanda penghubung itu ialah diutusnya seorang lelaki dari keturunan Nabi Muhammad yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kejujuran setelah dunia diselimuti dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Lelaki itulah yang dikenal sebagai Imam Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bilakah Imam Mahdi bakal dihadirkan Allah ke tengah ummat? Hadits di awal tulisan inilah yang cukup jelas memberikan indikasi kedekatan jadwal kehadirannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dunia telah dihiasi dengan dua fenomena nyata, yaitu fenomena sosial berupa perselisihan antar-manusia yang sangat tampak dan fenomena alam yaitu banyaknya gempa, maka itu berarti dekatnya kehadiran Imam Mahdi ke tengah ummat. Sedangkan kedua fenomena tersebut dewasa ini sudah sangat tampak. Perselisihan antar-manusia dewasa ini sudah sangat memprihatinkan. Sesama pendukung ideologi sekuler atau demokrasi berselisih. Sesama anggota organisasi, gerakan, partai Islam berselisih. Demikian pula dengan fenomena gempa. Begitu dahsyat terjadi belakangan ini. Sehingga diberitakan bahwa sepanjang bulan Oktober 2009 ini di Indonesia saja telah terjadi sebanyak 54 gempa...!! Bagi Anda yang tertarik akan hal ini silahkan lihat situs www.USGS.com. Situs semacam BMG milik AS itu melaporkan setiap gempa yang terjadi di berbagai titik di seluruh dunia lengkap dengan info skala richter-nya. Anda akan terkejut mendapati fakta bahwa sekitar lima hingga sepuluh tahun belakangan ini frekuensi gempa meningkat secara signifikan..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saudaraku, marilah kita siapkan diri-diri dan keluarga-keluarga kita menyongsong kehadiran Al-Mahdi. Pengertiannya adalah mari kita bersiap untuk segera mematuhi perintah Rasulullah dalam kaitan dengan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi),  maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah  Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berdasarkan hadits di atas, kita ummat Islam diperintahkan untuk bersegera bergabung ke dalam barisan Al-Mahdi ketika ia telah hadir. Lalu ungkapan walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju mengisyaratkan bahwa hal itu tidak bakal mudah dilaksanakan. Boleh jadi ketika hari itu tiba media-media kuffar menjuluki pemimpin ummat tersebut sebagai the world’s number one terrorist....! Akankah kita turut mencapnya sebagai teroris, padahal Nabi menyuruh kita bergabung bersamanya? Atau kita akan tetap mematuhi arahan Rasulullah untuk ber-bai’at dengannya, walaupun dunia menuduhnya sebagai teroris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, marilah kita tingkatkan iman, ilmu dan amal kita agar pada hari itu kita tidak termasuk fihak yang salah registrasi. Oleh karenanya, walaupun perselisihan antar manusia serta gempa merupakan perkara yang tidak kita sukai, namun Nabi menyebutnya sebagai ”kabar gembira”. Sebab bersamaan dengan itu ummat Islam akan memiliki pemimpin yang legitimasinya langsung datang dari Allah dan RasulNya. Sedangkan kehadirannya justru merupakan awal beralihnya dunia dari lembaran sejarah penuh kesewenang-wenangan dan kezaliman menuju peradaban penuh keadilan dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, pilihan ada di tangan anda. Apakah Anda akan mempedulikan tanda-tanda akhir zaman dengan semangat mengokohkan iman ataukah sekedar mengamatinya sebagai fenomena-fenomena sosial dan natural yang hanya dijelaskan sebatas penjelasan ilmiah tanpa kaitan dengan iman, petunjuk serta wahyu Ilahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source:http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/perselisihan-gempa-tanda-tanda-kiamat-dan-kehadiran-imam-mahdi.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8241589546728031939?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8241589546728031939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/perselisihan-gempa-tanda-tanda-kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8241589546728031939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8241589546728031939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/perselisihan-gempa-tanda-tanda-kiamat.html' title='Perselisihan, Gempa, Tanda-Tanda Kiamat dan Kehadiran Imam Mahdi'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J9l9wfE-I/AAAAAAAAAHk/UzfwIa98cEE/s72-c/Perselisihan,+Gempa,+Tanda-Tanda+Kiamat+dan+Kehadiran+Imam+Mahdi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-6303995823258747409</id><published>2010-04-23T22:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T22:09:54.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Kehidupan Sejati'/><title type='text'>Kalian Semua Akan Memerangi Kaum Yahudi</title><content type='html'>&lt;a style="font-weight: bold;" title="Kalian Semua Akan Memerangi Kaum Yahudi" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J8uAnCZII/AAAAAAAAAHc/lpbx9fbWemE/s1600/Kalian+Semua+Akan+Memerangi+Kaum+Yahudi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 127px; height: 79px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J8uAnCZII/AAAAAAAAAHc/lpbx9fbWemE/s320/Kalian+Semua+Akan+Memerangi+Kaum+Yahudi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463566427833394306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalian Semua Akan Memerangi Kaum Yahudi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia modern dewasa ini didominasi oleh politik Barat yang dikomandani oleh Amerika Serikat. Segenap keputusan politik internasional tidak ada yang terlepas dari pengaruh kepentingan negara adidaya itu. Tanpa kecuali konstelasi politik yang berkembang di kawasan dunia Arab. Dan secara lebih khusus yang berkenaan dengan nasib bangsa Palestina. Amerika terus menerus menjanjikan bakal berdirinya sebuah negara Palestina berdaulat dan merdeka yang hidup berdampingan dengan negara Zionis Israel. Janji tinggal janji. Hingga hari ini janji tersebut tidak kunjung terrealisasi. Namun demikian, apakah memang umat Islam perlu berharap bahwa janji tersebut bakal terwujud? Bukan karena kita sudah sangat kenal dengan watak Amerika yang memang terlalu biasa menghumbar janji untuk kemudian tidak ditepati bilamana menyangkut kepentingan bangsa Palestina. Tetapi lebih karena seorang muslim semestinya bertanya terlebih dahulu kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (Al-Hadits) sebelum melabuhkan harapannya kepada manusia manapun di muka bumi, terlebih kepada Amerika dan Israel. Sepatutnya seorang muslim bertanya terlebih dahulu: benarkah suatu bangsa seperti Amerika layak dijadikan tempat berharap? Benarkah sebuah kaum seperti bangsa Zionis Yahudi Israel layak dijadikan tetangga dimana umat Islam hidup damai berdampingan disebelahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita buka berbagai keterangan Allah di dalam kitabNya, kita jumpai begitu banyak penjelasan mengenai watak bangsa Yahudi dan siapa saja yang ber-wala’ (berloyalitas) kepada bangsa Yahudi. Mengenai karakter asli bangsa ini terdapat suatu ayat yang sangat jelas dan tegas berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah ayat 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah gambaran Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengenai kaum Yahudi. Allah telah memperingatkan kita akan berbahayanya watak dasar mereka. Mereka pada umumnya memiliki jiwa permusuhan terhadap umat Islam orang-orang beriman. Sudah barang tentu ada pengecualian satu dua di sana-sini, yaitu orang Yahudi yang kemudian memperoleh hidayah Allah sehingga memeluk Islam. Mantan Yahudi yang kemudian menjadi muslim umumnya bersikap damai terhadap sesama muslim karena dia sendiri telah memiliki identitas baru yang lebih dia hargai daripada identitas lamanya. Kitapun biasanya tidak lagi menganggap dia sebagai seorang Yahudi bila sudah masuk Islam. Namun secara umum watak mereka ialah penuh kebencian terhadap orang-orang beriman. Coba perhatikan hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن اليهود قوم حسد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bangsa Yahudi merupakan kaum yang penuh sifat hasad. (HR Shohih Ibnu Khuzaimah 1500)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bangsa yang berloyalitas kepada kaum Yahudi, Allah gambarkan mereka di dalam KitabNya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah ayat 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencap kaum yang loyal kepada Yahudi dan Nasrani adalah sama dengan masuk menjadi bagian dari golongan mereka. Bangsa Amerika yang meng-claim diri sebagai permanent ally (sekutu abadi) negara Zionis Israel berarti sama dengan telah mengumumkan diri menjadi bagian dari bangsa Yahudi itu sendiri. Maka kitapun tidak heran bilamana terjadi konflik Palestina-Israel selalu saja Amerika memberikan dukungan penuh tidak bersyarat kepada sekutu utamanya Israel bagaimanapun keadaannya, sekalipun sudah sangat jelas terungkap betapa zalimnya tingkah fihak Zionis terhadap rakyat Palestina seperti yang terjadi pada perang Furqon di Gaza akhir tahun 2008 awal tahun 2009 kemarin. Segala watak dan karakter asasi bangsa Yahudi telah diadopsi oleh bangsa Amerika sebagai akibat mereka menyerahkan loyalitas penuh kepada fihak Yahudi. Hal ini tidak saja berlaku bagi bangsa Amerika, tetapi siapa saja bangsa mana saja bilamana sudah mulai menyerahkan wala’-nya (loyalitasnya) kepada kaum Yahudi maka lambat laun watak dan karakter yahudi akan segera menjelma di dalam diri person maupun bangsa terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah kita bertanya kepada Allah dan RasulNya kemudian memperoleh jawabannya, mari kita kembali kepada pertanyaan di atas: ”Masih layakkah kita ummat Islam menyerahkan kepercayaan atau menaruh harapan kepada Amerika apalagi kepada Israel dalam penyelesaian konflik di tanah suci kiblat pertama umat Islam Baitul Maqdis (Jerusalem)?” Saya kira siapapun muslim yang berakal sehat dan berhati nurani tentu tahu jawaban semestinya atas pertanyaan itu. Islam tidak membenarkan kita bertoleransi apalagi berdamai kepada fihak seperti kaum Yahudi yang dewasa ini mengangkangi masjid Al-Aqsa dan setiap hari menggelar kezalimannya di tanah suci umat Islam di sana. Dewasa ini bahkan mereka tidak saja berlaku zalim terhadap umat Islam melainkan kaum Nasrani-pun dianiaya. Malah kita juga mendengar kabar bahwa sebagian rakyat mereka sendiri dizalimi oleh pemerintah Yahudi Zionis Israel bilamana menunjukkan sedikit saja empati dan simpati kepada rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saudaraku, mengertilah kita sekarang mengapa Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam lima belas abad yang lalu telah mempersiapkan umat beliau yakni umat Islam untuk bersiap-siaga memerangi bangsa Yahudi. Beliau tanpa keraguan sedikitpun telah memprediksi bahwa umat Islam orang-orang beriman semuanya bakal terlibat dalam perang semesta menghadapi kaum Yahudi di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى يَقُولَ الْحَجَرُ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kamu semua akan membunuh orang-orang Yahudi. Maka kamu semua akan membunuh mereka sehingga batu akan berkata: Wahai para muslimin! Di sini ada orang Yahudi, datanglah kemari dan bunuhlah dia.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saudaraku, ini adalah ucapan manusia paling berakhlak Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam...! Beliau yang dikenal cinta damai dan sangat menghargai nyawa manusia, namun bila menyangkut kaum Yahudi bersikap sangat tegas dan tanpa keraguan barang sedikitpun. Melalui hadits ini menjadi jelaslah bagi kita umat Islam bahwa bilamana menyangkut bangsa Yahudi sudah semestinyalah kita bersikap ekstra waspada, sebab pada gilirannya kita semua orang-orang beriman bakal terlibat dalam memerangi mereka sehingga batupun turut berfihak dan bakal diizinkan Allah untuk sanggup berbicara mengungkap keberfihakannya itu: ”Wahai para muslimin! Di sini ada orang Yahudi, datanglah kemari dan bunuhlah dia.” Dan coba perhatikan bagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa tatkala batu berbicara saat itu, ia akan memanggil kita tidak dengan panggilan berdasarkan bangsa atau atribut identitas lainnya. Batu bakal menyapa para mujahidin hanya dengan satu panggilan identitas yang memang Allah banggakan atas mereka, yaitu identitas keislamannya..!!! Batu tidak akan diizinkan Allah memanggil dengan sapaan: ”Wahai bangsa Palestina, wahai bangsa Arab, wahai bangsa Mesir, bangsa Yordan, bangsa Saudi, bangsa Indonesia, bangsa Malaysia...” TIDAK..!!! Allah hanya mengizinkan batu berbicara untuk memanggil para pejuang yang memerangi kaum Yahudi dengan satu panggilan universal: ”Wahai para muslimin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin, bangkitlah dari tidur panjang kalian..!!! Sadarilah bahwa segala upaya pemersatu kumpulan manusia tidak akan mencapai keberhasilan kecuali dengan kembali kepada identitas asli kita sebagai suatu umat. Tinggalkan dan tanggalkanlah segala bentuk bendera dan fanatisme kelompok, apakah itu berdasarkan bangsa, suku, adat, partai, golongan, nama Jamaah, atau nama pergerakan atau apapun. Kembalilah hanya kepada identitas asli yang memang Allah banggakan kita atasnya, yaitu Islam. Jika anda ditanya termasuk bangsa mana, jawablah dengan tegas: "Saya bangsa Muslim. Suku saya dan tanah air saya adalah Islam.!!!" Semua bentuk fanatisme kelompok tidak memiliki pembenaran di dalam ajaran Allah Yang Maha Suci ini. Satu-satunya fanatisme yang dibenarkan adalah menjadi seorang yang fanatik kepada komitmen ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah ’Azza wa Jalla. Mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dengan murni dan konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.” (QS Al-Hajj ayat 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita bangga mengungkap identitas diri hanya sebagai bagian dari kaum muslimin sedunia, maka bilamana tiba harinya dimana Allah taqdirkan umat Islam memerangi kaum Yahudi ada harapan diri kita dipilih Allah menjadi bagian dari barisan para mujahid yang turut serta memerangi kaum Yahudi tersebut. Namun bilamana kita terus saja bermimpi dengan aneka identitas lainnya selain sebagai seorang muslim, jangan-jangan ketika hari itu tiba kita tidak termasuk yang dipilih Allah masuk ke dalam barisan mujahidin memerangi kaum Yahudi, bahkan sebaliknya Allah paksakan kita berada di fihak pembela kaum Yahudi itu sendiri. Wa na’udzu billaahi min dzaalika…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source : http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/siapakah-dan-apakah-dajjal.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-6303995823258747409?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/6303995823258747409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/kalian-semua-akan-memerangi-kaum-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6303995823258747409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/6303995823258747409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/kalian-semua-akan-memerangi-kaum-yahudi.html' title='Kalian Semua Akan Memerangi Kaum Yahudi'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J8uAnCZII/AAAAAAAAAHc/lpbx9fbWemE/s72-c/Kalian+Semua+Akan+Memerangi+Kaum+Yahudi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2252876382535412770</id><published>2010-04-23T22:03:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T22:06:13.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Kehidupan Sejati'/><title type='text'>Siapakah Dan Apakah Dajjal?</title><content type='html'>&lt;a title="Siapakah Dan Apakah Dajjal?" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/siapakah-dan-apakah-dajjal.html"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 88px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J7wWk1rAI/AAAAAAAAAHU/FXHfupXWzu4/s320/Siapakah+Dan+Apakah+Dajjal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463565368577862658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/siapakah-dan-apakah-dajjal.html"&gt;Siapakah Dan Apakah Dajjal&lt;/a&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang dewasa ini yang sangat lalai memperhatikan soal &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/siapakah-dan-apakah-dajjal.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan ummatnya mengenai yang satu ini sebagai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman. Tidak ada fitnah yang melebihi fitnah Dajjal. Bahkan bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dan hadir dalam rangka mengkondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 1672)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada fitnah yang melebihi fitnah Dajjal. Bahkan bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dan hadir dalam rangka mengkondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad 22215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya lagi, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk menebar fitnah dan kekacauan justeru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia awam telah lalai dan tidak peduli akan Dajjal. Sedemikian rupa sehingga bila ada yang membicarakan soal Dajjal, maka mereka cenderung mentertawakannya dan menganggapnya sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang pintar ketika itu. Malah para penceramah, Ustadz, da’i dan Imam di mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad 16073)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya Dajjal? Dan apakah ia seorang manusia anak keturunan Nabi Adam ‘alaihis-salam, ataukah ia termasuk makhluk kalangan jin atau raksasa atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada sebuah hadist yang panjang dimana di dalam hadits tersebut terungkaplah bahwa Dajjal merupakan seorang lelaki dari kalangan manusia keturunan Nabi Adam ‘alaihis-salam. Namun ia merupakan makhluk yang diberikan Allah keistimewaan tidak seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Dan di antara keistimewaan tersebut ialah bahwa ia telah hadir ke muka bumi kita ini sejak zaman Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat. Artinya, umur Dajjal sampai saat ini telah mencapai belasan abad atau sekitar seribu empat ratusan tahun. Subhaanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَخَّرَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ذَاتَ لَيْلَةٍ ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ حَبَسَنِي حَدِيثٌ كَانَ يُحَدِّثُنِيهِ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;عَنْ رَجُلٍ كَانَ فِي جَزِيرَةٍ مِنْ جَزَائِرِ الْبَحْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا أَنَا بِامْرَأَةٍ تَجُرُّ شَعْرَهَا قَالَ مَا أَنْتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْقَصْرِ فَأَتَيْتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا رَجُلٌ يَجُرُّ شَعْرَهُ مُسَلْسَلٌ فِي الْأَغْلَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَنْزُو فِيمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَقُلْتُ مَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الدَّجَّالُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَرَجَ نَبِيُّ الْأُمِّيِّينَ بَعْدُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَطَاعُوهُ أَمْ عَصَوْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْتُ بَلْ أَطَاعُوهُ قَالَ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fatimah binti Qais berkata, "Pada suatu malam pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan shalat isya` yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku (untuk segera keluar) adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau. Tamim berkata, "Saat itu tiba-tiba ada seorang wanita yang berambut panjang." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi. Aku lalu bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal. Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka." (HR Abu Dawud 3767)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamim Ad Dari adalah nama seorang pelaut Nasrani yang hidup di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Ia telah mengadakan suatu pelayaran dimana ia sampai ke sebuah pulau kecil dari gugusan pulau-pulau kecil. Lalu setelah ia turun di pulau itu ia berjumpa dengan Dajjal yang dalam keadaan terikat dirantai. Dan karena begitu ketemu, Dajjal langsung menanyakan perihal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka itulah sebabnya Tamim segera berangkat ke Madinah begitu meninggalkan pulau tadi. Dan setelah Nabi Muhammad mebenarkan soal fakta yang telah dilihat oleh Tamim, maka Tamim langsung mengucapkan dua kalimat Syahadat alias masuk Islam. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal." (HR Muslim 924)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Source :http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/siapakah-dan-apakah-dajjal.htm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2252876382535412770?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2252876382535412770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/siapakah-dan-apakah-dajjal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2252876382535412770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2252876382535412770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/siapakah-dan-apakah-dajjal.html' title='Siapakah Dan Apakah Dajjal?'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/S9J7wWk1rAI/AAAAAAAAAHU/FXHfupXWzu4/s72-c/Siapakah+Dan+Apakah+Dajjal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8103083333746185910</id><published>2010-04-22T23:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T23:58:31.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><title type='text'>Sumber Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Qur'an&lt;/span&gt; sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). Sebagai sumber Ajaran Islam juga disebut sumber pertama atau Asas Pertama Syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Quran&lt;/span&gt; merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya memahami isi Al Quran dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al-Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan.&lt;br /&gt;[sunting] Ijtihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad telah wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang suatu hukum namun hal-hal ibadah tidak bisa diijtihadkan. Beberapa macam ijtihad antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Ijma', kesepakatan para ulama&lt;br /&gt;   * Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya&lt;br /&gt;   * Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat&lt;br /&gt;   * 'Urf, kebiasaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8103083333746185910?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8103083333746185910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/sumber-hukum-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8103083333746185910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8103083333746185910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/sumber-hukum-islam.html' title='Sumber Hukum Islam'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8012042392634557916</id><published>2010-04-22T23:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T23:57:36.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><title type='text'>Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syariat Islam&lt;/span&gt; adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan susunan tertib Syari'at, Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Asas Syara'&lt;/span&gt; : Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Quran itu Asas Pertama Syara' dan Al Hadits itu Asas Kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati syari'at Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syari'at yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Furu' Syara'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebaga Cabang Syari'at Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8012042392634557916?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8012042392634557916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8012042392634557916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8012042392634557916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2010/04/syariat-islam.html' title='Syariat Islam'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-2421715559498309208</id><published>2009-12-24T20:06:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T20:10:06.607-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Kehidupan Sejati'/><title type='text'>Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="latar" style="background: transparent url(/img/latar/suara-langit.jpg) repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;h3&gt;Menuju Kehidupan Sejati&lt;/h3&gt;oleh &lt;b&gt;Ihsan Tandjung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bencana berupa banjir besar di Jeddah beberapa waktu yang lalu telah menimbulkan kehebohan. Peristiwa yang terjadi persis pada saat jamaah haji sedang bersiap-siap untuk wukuf di Arafah &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://nt0.ggpht.com/news/tbn/IBkLwCfuC3EHxM/6.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;tentunya tidak terlepas dari fenomena &lt;i&gt;global climate change&lt;/i&gt; (perubahan iklim dunia) khususnya &lt;i&gt;global warming&lt;/i&gt; (pemanasan global). Global warming telah menimbulkan berbagai &lt;i&gt;anomali&lt;/i&gt; iklim di berbagai sudut dunia. Di satu sisi negeri-negeri yang biasanya dibasahi hujan mengalami kekeringan yang luar biasa. Sementara itu negeri-negeri yang biasanya diterpa panas disertai kelembaban udara rendah justru diguyur hujan hingga kadangkala mengakibatkan banjir. Untuk kasus Jeddah maka fenomena kedualah yang terjadi. Namun bolehkah kita merasa puas hanya dengan penjelasan ilmiah para pakar klimatologi dan laporan resmi institusi seperti BMKG?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seorang muslim yang rajin membaca dan beriman kepada Kitabullah Al-Quran Al-Karim dan hadits-hadits Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; tidak akan begitu saja menerima penjelasan para pakar. Mereka selalu berusaha merujuk dan mencari jawaban dari dua sumber utama kehidupannya, Kitabullah was-Sunnah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penulis sendiri berpendapat setidaknya ada tiga dalil yang perlu menjadi perhatian kita. Satu dalil bersifat umum dan berlaku sepanjang masa. Dua sisanya terkait dengan fenomena dan tanda-tanda semakin dekatnya Hari Kiamat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, secara garis besar Allah telah mengingatkan bahwa keimanan dan ketaqwaan penduduk suatu daerah akan memastikan datangnya keberkahan Allah baik dari langit (atas) maupun dari bumi (bawah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raaf ayat 96)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://nt2.ggpht.com/news/tbn/9in9dVElwyuZ0M/6.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;Namun sebaliknya, Allah juga peringatkan, bila sikap dominan suatu kaum justeru mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah tidak segan-segan mendatangkan siksa dan derita bagi kaum tersebut. Ini merupakan suatu &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt; yang pasti dan jelas. Sehingga di dalam ayat yang sama itu pula Allah langsung menegaskan melalui firmanNya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raaf ayat 96)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kita tentunya tidak ingin dan tidak berhak untuk menghakimi bahwa segenap penduduk kota tua Jeddah itu telah ramai-ramai menjadi pendusta ayat-ayat Allah. Namun boleh jadi sikap korup, gemar bermaksiat dan lalai sebagian warganya telah menjadi faktor pengundang bencana. Apalagi jika sebagian warga dimaksud adalah justru fihak yang berwenang alias para pejabat pemkot-nya. Maka sudah sepatutnya peringatan Allah pada ayat-ayat berikutnya menjadi perhatian utama semua fihak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt; أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt; أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt; أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt; أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS Al-A’raaf ayat 97-100)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, perlu diketahui bahwa jika kecenderungan perubahan iklim global berlanjut terus seperti yang terjadi dewasa ini, maka tidak mustahil anomali iklim seperti yang terjadi kemarin di Jeddah &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:rE6IEltEYA8eFM:http://www.thekennygallery.ie/images/exhibitions/2002/carrrosemary/30_shine_on_the_july_bog_grass_gowla_river.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;akan berulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang. Akan semakin sering turun hujan dengan guyuran yang tidak seperti biasanya di bumi Arab. Bila ini benar, maka masyarakat di tanah Arab harus semakin mengantisipasi kemungkinan banjir tahunan. Dan wilayah yang sering diguyur hujan tentunya akan menjadi wilayah yang potensial menjadi subur dan tidak lagi dihiasi padang pasir seperti jazirah Arab dewasa ini. Tidak mustahil dalam jangka panjang justeru tanah Arab akan dihiasi oleh padang rumput bahkan aliran sungai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; telah memprediksi bahwa di antara tanda-tanda semakin dekatnya hari Kiamat ialah bilamana tanah Arab &lt;i&gt;kembali&lt;/i&gt; dihiasi oleh padang rumput dan aliran sungai-sungai. Ungkapan ”&lt;i&gt;kembali&lt;/i&gt;” mengisyaratkan bahwa memang pada asalnya tanah Arab itu wilayah yang subur tidak tandus seperti yang kita saksikan dewasa ini. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Tidak akan datang hari Kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi rerumputan dan sungai-sungai.” (HR Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saudaraku, berarti memang benarlah kita dewasa ini telah berada di Akhir Zaman. Tanda-demi tanda Akhir Zaman bermunculan di sekitar kita. &lt;i&gt;The clock is ticking forward...! &lt;/i&gt;Jarum jam berputar terus kian hari kian mengingatkan kita akan dekatnya hari Kiamat. Demikianlah Allah senantiasa ingatkan kita melalui firmanNya seperti:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, beberapa pihak juga mensinyalir bahwa bencana banjir besar Jeddah merupakan teguran Allah swt terhadap pemerintah Arab Saudi yang dekat dan akrab-mesra dengan Barat—terutama &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:DOfUTMLnj6WU6M:http://www1.whdh.com/images/news_articles/389x205/080512_Saudi_Arabia_King_Abdullah_and_President_Bush.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;Amerika. Padahal Amerika dewasa ini menjadi &lt;i&gt;Fir’aun Modern&lt;/i&gt; yang nyaris mengumumkan dirinya tuhan penguasa dunia yang maha kuasa dan maha perkasa.  Negeri muslim Kerajaan Arab Saudi di mana terdapat dua kota suci utama (Mekkah dan Madinah) raja dan para pangerannya takluk kepada kemauan fihak Barat. Sehingga tidak mengherankan saat terjadinya penzaliman Yahudi Zionis Israel kepada saudara-saudara kita di Gaza-Palestina awal tahun 2009 kemarin, negara kerajaan Arab Saudi tidak menunjukkan keberfihakannya kepada Palestina. Malah sebaliknya mereka bersama Mesir dan Jordan bermain mata alias berkolaborasi dengan musuh ummat Islam, yaitu Israel.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia. Kerajaan ini memiliki bendera yang tertera padanya kalimat &lt;i&gt;Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah&lt;/i&gt; lengkap dengan pedangnya. Namun semua orang tahu betapa banyaknya kezaliman yang berlangsung di dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berapa banyak TKW Indonesia yang dilaporkan mengalami penganiayaan oleh para majikan Arabnya. Kerajaan ini mewajibkan jamaah haji seluruh dunia untuk divaksinasi Meningitis terlebih dahulu, padahal serumnya mengandung enzim dari hewan babi yang najis.  Arab Saudi membungkam para ulamanya yang menghidupkan kesadaran dan semangat &lt;i&gt;berjihad fi sabilillah&lt;/i&gt;. Bahkan mencekal para ulamanya yang menunjukkan permusuhan kepada Amerika dan Israel.  Belum lagi para raja dan pengerannya mempertontonkan hedonisme gaya hidup mewah cinta dunia yang sungguh mencerminkan ketidakpedulian dan empati terhadap sebagian besar ummat Islam di berbagai negeri lainnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam kaitan dengan ini Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; telah memprediksi bahwa &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:WFwXJ-bWwYVpKM:http://i111.photobucket.com/albums/n158/codename_009/BushKissingSaudiPrince.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;kedatangan Imam Mahdi  di Akhir Zaman akan ditandai dengan berlangsungnya perang demi perang antara pasukan Islam yang dipimpinnya dengan pasukan &lt;i&gt;kafir&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;munafiqun&lt;/i&gt; yang dipimpin oleh para &lt;i&gt;Mulkan Jabriyyan&lt;/i&gt; (para penguasa diktator yang memaksakan kehendak sambil mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Dan jika kita merujuk kepada hadits mengenai periodisasi perjalanan sejarah Ummat Islam di akhir zaman, maka kita dapati bahwa dewasa ini kita sudah berada di babak keempat dari perjalanan tersebut. Babak keempat merupakan babak kepemimpinan para &lt;i&gt;Mulkan Jabriyyan &lt;/i&gt;di seantero dunia, baik itu di negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim, apalagi di negeri-negeri berpenduduk mayoritas kafir. Ini merupakan era penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan, era paling kelam dalam sejarah Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; memberikan kabar gembira dengan bakal datangnya Imam Mahdi. Pemimpin ummat Islam di akhir zaman ini akan memindahkan kita dari kondisi dunia penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju keadilan dan kejujuran. Artinya beliau akan mengantarkan kita semua kepada peralihan dari babak keempat menuju babak kelima, yaitu tegaknya kembali &lt;i&gt;Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah&lt;/i&gt; (Kekhalifahan Berdasarkan Manhaj / Metode Kenabian). Bahkan tidak sedikit ulama yang berpandangan bahwa Al-Mahdi bakal menjadi &lt;i&gt;Khalifah Rasyidah&lt;/i&gt; ummat Islam di akhir zaman setelah beliau dengan pasukannya diizinkan Allah menaklukkan peradaban modern kuffar &lt;i&gt;Sistem Dajjal&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Al-Mahdi dariku (keturunanku). Lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dengan penganiayaan dan kezaliman. Ia akan memimpin selama tujuh tahun.” (HR Abu Dawud)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang menarik ialah Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; juga memprediksi bahwa peralihan kondisi dunia dengan hadirnya Al-Mahdi akan diwarnai dengan huru-hara yang &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:g-BeGNLwqV2nVM:http://davidsbundler.typepad.com/.a/6a00d8341ca1bf53ef0105370a5d22970b-800wi" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;menghebohkan. Karena peralihan tersebut tidak berlangsung mulus dan lancar, melainkan diwarnai dengan pertumpahan darah dan pertikaian. Perang demi perang akan dilancarkan oleh fihak pasukan Imam Mahdi. Sekurangnya ada empat perang yang bakal beliau pimpin dan menangkan. Namun yang paling membangkitkan bulu roma kita ialah berita dari Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; bahwa perang paling pertama merupakan perang pembebasan jazirah Arab. Sedangkan Kerajaan Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt; ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Persia sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah memenangkan kalian atasnya.” (HR Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sungguh saudaraku, persiapan setiap muslim bersama keluarganya untk menghadapi keadaan penuh huru-hara tersebut sudah selayaknya kita prioritaskan. Memang, jadwal perisis episode demi episode semua kehebohan tersebut hanya Allah yang tahu, tapi apa salahnya kita bersiap-siaga sedini mungkin? Jangan sampai kita termasuk mereka yang terus-menerus tidak peduli dengan peristiwa yang berlangsung di sekitar kita padahal ia termasuk bagian dari tanda-tanda semakin senjanya usia dunia fana ini. Boleh jadi kiamat sudah dekat, saudaraku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mati syahid. Amin ya Rabb.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source : http://eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda-kiamat.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-2421715559498309208?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/2421715559498309208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2421715559498309208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/2421715559498309208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/banjir-besar-di-jeddah-dan-tanda-tanda.html' title='Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-1633200306899006575</id><published>2009-12-24T20:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T20:05:45.110-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Kehidupan Sejati'/><title type='text'>Tanda Akhir Zaman: Pilih Kasih Dalam Menebar Salam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;Tanda Akhir Zaman: Pilih Kasih Dalam Menebar Salam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="garis-bawah"&gt;  &lt;div class="latar" style="background: transparent url(/img/latar/suara-langit.jpg) repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;h3&gt;Menuju Kehidupan Sejati&lt;/h3&gt;oleh &lt;b&gt;Ihsan Tandjung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saudaraku, di antara syarat masuk surga ialah wajibnya seseorang memiliki iman. Tanpa iman &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:IwZpYi2YXRw74M:http://noscadgie.files.wordpress.com/2007/07/allah-terre-coran-copy.jpg" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;seseorang tidak bakal berhak masuk surga. Tidak ada orang kafir yang diizinkan Allah masuk surga. Oleh karena itu Allah menggambarkan di dalam Al-Qur’an penyesalan orang kafir di akhirat nanti. Mereka menyesal karena sewaktu di dunia tidak termasuk ke  dalam golongan kaum Muslimin alias tidak termasuk orang yang beriman.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS Al-Hijr ayat 2)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di dalam sebuah hadits Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; menyebutkan secara jelas bahwa seseorang tidak bakal masuk surga jika tidak beriman. Uniknya hadits ini dilanjutkan dengan penjelasan berikutnya mengenai syarat seseorang dikatakan beriman itu apa. Ternyata di antara syarat orang dikatakan beriman ialah jika ia mengembangkan jiwa kasih-sayang terhadap sesama orang beriman lainnya. Dan berikutnya Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; menjelaskan bahwa untuk mengembangkan kasih-sayang di antara sesama mukmin ialah membiasakan diri untuk mengucapkan salam di antara mukmin satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Bersabda Rasulullah shollollahu ’alaihi wa sallam: “Kalian tidak bakal masuk surga sebelum kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mengasihi satu sama lain. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang bila kalian kerjakan bakal menyebabkan kasih sayang di antara kalian? Sebarkan ucapan salam di antara kalian.” (HR Muslim)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;img alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:XFYD2TgOmyP9oM:http://fadhlyoke.files.wordpress.com/2008/10/assalamualaikum13.gif" align="left" border="2" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi, kebiasaan mengucapkan salam (yaitu lengkapnya berupa ucapan &lt;i&gt;Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh&lt;/i&gt;) merupakan suatu anjuran langsung dari Nabi Muhammad. Ia bukanlah sekedar basa-basi atau produk budaya bangsa Arab. Bahkan dengan demikian ia bisa dikatakan termasuk salah satu bentuk kegiatan beribadah seorang mukmin kepada Allah. Oleh karenanya dalam kesempatan lain Nabi &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; menegaskan agar dalam melakukannya janganlah seorang Muslim bersikap &lt;i&gt;diskriminatif&lt;/i&gt; alias pilih-kasih. Ucapan salam merupakan hak sesama orang beriman siapapun dia, baik yang dikenal maupun tidak, baik itu tetangga dekat maupun jauh, baik itu sesuku-bangsa maupun tidak, baik itu tua ataupun muda, baik itu saudara dekat maupun jauh atau baik itu satu organisasi maupun tidak.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt; قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., "Islam manakah yang lebih baik?" Beliau bersabda, "Kamu memberikan makanan dan mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan tidak kamu kenal."&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR Bukhary)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan penegasan di atas berarti ucapan salam sesama mukmin bersifat universal. Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun asalkan itu sesama mukmin, maka kita sepatutnya menebar ucapan salam.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka, saudaraku, marilah kita patuhi anjuran Nabi yang satu ini secara murni dan konsekuen. Marilah kita biasakan diri dan keluarga untuk senantiasa menebar salam kepada sesama saudara mukmin tanpa pilih-kasih. Sebab hal itu menjadi indikasi kedalaman jiwa kasih-sayang yang kita miliki terhadap sesama orang beriman. Dan kedalaman jiwa kasih-sayang tersebut mengindikasikan kedalaman iman kita. Dan kedalaman iman kita pada gilirannya akan menjadi penyebab kita berhak masuk surga Allah ta’aala. Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tentu kita semua sangat berambisi masuk surga.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun di zaman penuh fitnah dewasa ini tidak jarang jiwa kasih-sayang kita mengalami erosi. Hubungan antar sesama menjadi sangat formal dan kaku, bahkan seringkali dingin dan tanpa melibatkan perasaan cinta. Kemudian tanpa kita sadari iman-pun menipis. Dan iman yang menipis itu tercermin-lah kualitas dan kebiasaan kita menebar salam. Sehingga ada sebagian kita yang menebar salam dengan syarat. Bila seseorang yang dia jumpai itu satu kelompok, organisasi, jama’ah, pergerakan, partai dengan dirinya, barulah dengan semangat dia sebar salam. Namun jika tidak, maka dengan berat hati dia menebar ucapan salam, bahkan terkadang salam-pun tidak diucapkan sama sekali. &lt;i&gt;Na’udzubillaahi min dzaalika&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh karena itu Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; memperingatkan kita bila keadaan seperti ini muncul berarti kita seperti mempercepat datangnya kiamat. Bilamana sesama orang beriman sudah mulai berlaku diskriminatif dalam menebar salam, berarti itu termasuk di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;إن من أشراط الساعة أن يكون السلام للمعرفة&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat ialah bilamana ucapan salam hanya disampaikan kepada orang yang dikenal.” (HR Abdurrazzaq)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang saling mencinta hanya karena Engkau. Jadikanlah kami orang-orang yang tidak bakhil dalam menebar ucapan salam kepada sesama saudara seiman kami sebagaimana disunnahkan oleh RasulMu, Muhammad &lt;/i&gt;&lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam. Amin ya Rabb.-&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source : http://eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tanda-akhir-zaman-pilih-kasih-dalam-menebar-salam.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-1633200306899006575?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/1633200306899006575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/tanda-akhir-zaman-pilih-kasih-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1633200306899006575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/1633200306899006575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/tanda-akhir-zaman-pilih-kasih-dalam.html' title='Tanda Akhir Zaman: Pilih Kasih Dalam Menebar Salam'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-3768947537747307432</id><published>2009-12-24T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T19:57:52.009-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Online : Negeri Syams dan Fitnah Dajjal</title><content type='html'>&lt;a title="Syariah Online : Negeri Syams dan Fitnah Dajjal" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/SuPDBdwHgEI/AAAAAAAAADY/5lZ7nPTT_2M/s320/2701538396_668ef5466d.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;Negeri Syams dan Fitnah Dajjal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="garis-bawah"&gt;                 &lt;span class="tanggal"&gt;Rabu, 22/07/2009 13:06 WIB&lt;/span&gt;      &lt;p&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Ustadz Yth,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pernah mendengar tentang n&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;egeri Syams,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang kalau tidak salah dalam suatu hadits disebutkan sebagai salah satu daerah yang aman dari '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;serangan&lt;/span&gt;' &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (selain Mekkah &amp;amp; Madinah). Pertanyaan saya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimanakah negeri Syams tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Apakah orang-orang yang tidak tinggal di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negeri Syams&lt;/span&gt; pasti menjadi sasaran &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fitnah Dajjal&lt;/span&gt;? (serta kebalikannya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Apakah hal utama yang perlu kita lakukan untuk membentengi diri / anak keturunan kita dari fitnah Dajjal?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pertanyaan saya, mohon maaf bila terdapat kekurangan. Terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamu'alaikum Wr Wb,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;taufik&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;&lt;b&gt;    taufik    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204); text-align: justify;"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudara Taufik yang dirahmati Allah swt&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;strong&gt;Tempat Keluarnya Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari an Nawwas bin Sam’an bahwa Rasulullah saw bersabda,”…. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya dia (dajjal) akan keluar dari sebuah jalan yang terletak antara Syam dan Irak, maka ia berbuat kerusakan di sebelah kanan dan membuat kerusakan disebelah kiri, wahai hamba Allah bersiteguhlah kamu.&lt;/span&gt;” Kami bertanya,”Wahai Rasulullah berapa lama dia berada di bumi?’” beliau saw menjawab,”&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat puluh hari. Sehari bagai setahun, sehari bagai sebulan, sehari bagai satu jum’at dan hari-hari seperti hari-hari kalian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Bakar ash Shiddiq bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dajjal akan keluar dari bumi sebelah timur, yang disebut Khurasan…”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al Qurthubi mengatakan,”Terkadang disebutkan bahwa dia (dajjal) keluar dari Khurasan, dan dari Isfahan. Untuk menggabungkannya bahwa tempat pertama keluarnya adalah dari Khurasan di sebuah tempat Isfahan kemudian dia keluar menuju Hijaz antara Irak dengan Syam. (Hasyiayatus Sindiy ala Ibni Majah juz VII hal 437)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Isfahan sendiri—menurut Amin Muhammad Jamal, penulis buku Umur Umat Islam--berada diantara perbatasan Rusia dan Iran sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Muhammad Shaleh al Munjid mengatakan bahwa dia (dajjal) keluar dari sebelah timur, diantara tempat fitnah dan kejahatan, sebagaimana sabda Nabi saw,”Fitnah ada di sini.” Beliau saw mengisyaratkan ke sebelah timur. Belahan timur merupakan sumber kejahatan dan fitnah, yang akan keluar dari sebelah timur itu, dari Khurasan melintasi Isfahan, masuk ke pulau kecil antara Syam dan Iraq, dan dia tidaklah memiliki keinginan kuat untu memasukinya kecuali Madinah karena di kota inilah terdapat orang yang memberi kabar gembira dan peringatan, yaitu Nabi saw sehingga dia merasa perlu untuk menguasai penduduk Madinah. Akan tetapi kota itu diharamkan baginya sebagaimana sabda Nabi saw,”disetiap pintu masuknya terdapat malaikat yang menjaganya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lelaki ini (dajjal) keluar dari tempat antara Syam dan Iraq yang diikuti oleh orang-orang Yahudi Isfahan yang berjumlah 70.000 yang merupakan tentara-tentaranya. Yahudi adalah hamba-hamba Allah yang paling buuk dan paling sesat, mereka mengikuti dajjal, melindungi dan menolongnya. Mereka dan orang-orang yang mengikutinya menjadi tentara-tentaranya. Nabi saw bersabda,”Wahai hamba-hamba Allah bersiteguhlah, wahai hamba-hamba Allah bersiteguhlah.” Rasulullah saw menginginkan kita bersiteguh karena keadaan saat itu teramat genting, sehingga Nabi saw berabda,”Barangsiapa yang mendengar dajjal maka dia akan menjauhinya demi Allah sesungguhnya seorang laki-laki akan mendatanginya sementara dia mengira bahwa dirinya adalah seorang yang beriman sehingga dia mengikutinya (dajjal) dikarenakan munculnya berbagai syubuhat.” Seorang akan mendatanginya dan mengatakan,”Dia (dajjal) tidaklah menyesatkanku dan tidaklah aku terpengaruh olehnya akan tetapi dajjal terus menunjukkan kepadanya berbagai syubuhat sehingga orang itu mengikutinya. Naudzu billah. (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu Utsaimin juz II hal 4)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;strong&gt;Mekah dan Madinah Tidak Terkena Fitnah Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitnah dajjal adalah fitnah yang terbesar, sebagaimana yang dirwayatkan oleh Ahmad dari Hisyam bin ‘Amir bahwa Rasulullah aw bersabda,”Tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah dajjal.” Serta yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,”Semenjak Adam diciptakan sampai berdirinya kiamat tidak ada hal (cobaan) yang lebih besar dari dajjal.”&lt;br /&gt;Kemunculannya dari persembunyiannya selama ini—baca : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-yang-dimaksud-al-jasassah.htm"&gt;Misteri al-Jassasah di Hadits Dajjal&lt;/a&gt;—pada akhir zaman membawa fitnah syubuhat dan syahwat yang luar biasa yang berhasil menundukkan hati dan iman yang lemah dari kaum muslimin, apalagi terhadap orang-orang musyrikin dan atheis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan tidaklah satu tempat pun di bumi kecuali tempat itu telah disinggahi oleh dajjal dan menyebarkan berbagai fitnahnya di sana kecuali Mekah dan Thibah (Madinah)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana disebutkan didalam hadits al jassasah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,”…. Aku adalah al masihuddajal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan disetiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia (Fathimah, si perawi hadits) berkata,”Rasulullah saw bersabda sambil menghentakkan tongkatnya diatas mimbar,”Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?’ Orang-orang (para sahabat) menjawab,”Benar.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;&lt;strong&gt;Membentengi Diri Dari Fitnah Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw telah mengajarkan kita bagaimana cara menyelamatkan diri dari fitnah dajjal diantaranya adalah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Selalu menjaga doa-doa yang disuruh membacanya oleh Rasulullah saw pada akhir setiap shalat (setelah tahiyat akhir) yaitu :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya : “Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka jahanam, dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, dan berlindung kepada-Mu dari fitnah al masihuddajjal.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Menghafal surat al Kahfi atau sepuluh ayat yang diawalnya atau sepuluh ayat yang diakhirnya. Bahkan orang yang menghafal tiga ayat saja diawal surat al Kahfi, maka ia akan terjaga dari dajjal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telah bersabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat al Kahfi, maka ia akan terjaga dari fitnah dajjal.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Sedangkan didalam hadits Muslim dan Abu Daud disebutkan,”sepuluh ayat diakhir surat al Kahfi.” Dan didalam hadits yang lain disebutkan,”tiga ayat dari awal surat al Kahfi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang ditakdirkan oleh Allah melihat dajjal hendaklah ia meludahi mukanya seakan-akan ia adalah Khindzib, yaitu setan penggangu shalat. Dan hendaklah ia membaca ayat-ayat awal atau akhir dari surat al Kahfi, semoga Allah menyelamatkannya dari dajjal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Barangsiapa yang mendengar kemunculan dajjal, hendaklah ia berlindung ke kota Madinah atau Mekah, karena kedua negeri itu tidak akan dapat dimasuki oleh dajjal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Barangsiapa yang tidak mampu melakukan tiga hal diatas maka hendaklah ia lari dari depan dajjal, karena ia tidak akan membahayakannya dengan tetap berdzikir dan berdoa. (Umur Umat Islam hal 117 – 118)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source : http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/dimanakah-negeri-syams-itu.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-3768947537747307432?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/3768947537747307432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3768947537747307432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/3768947537747307432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html' title='Syariah Online : Negeri Syams dan Fitnah Dajjal'/><author><name>4shared</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/SuPDBdwHgEI/AAAAAAAAADY/5lZ7nPTT_2M/s72-c/2701538396_668ef5466d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8114426407417867429.post-8101032454729654639</id><published>2009-12-24T19:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T19:58:23.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syariah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Menjawab'/><title type='text'>Syariah Islam : Agar Selamat dari Fitnah Dajjal</title><content type='html'>&lt;a title="Syariah Islam : Agar Selamat dari Fitnah Dajjal" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MOkcCOw848U/SurjuxtDIdI/AAAAAAAAAD4/hGhbCMqj0rw/s320/ShowLetter.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agar Selamat dari Fitnah Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="garis-bawah"&gt;                 &lt;span class="tanggal"&gt;Rabu, 23/12/2009 10:46 WIB&lt;/span&gt;      &lt;p&gt;assalammualaikum pak ustad..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagaimana caranya dan apa yang harus saya lakukan  supaya selamat dari&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;fitnah dajjal&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;mohon penjelasannya n terima kasih sebelumnya..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wass..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;widya&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;    Widya    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204); text-align: justify;"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudara Widya yang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi saw telah mengarahkan umatnya untuk berlindung dari fitnah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;al Masih ad Dajjal&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt; Beliau telah meninggalkan umatnya diatas jalan yang lurus dan terang, malamnya bagai siangnya dan tidaklah seorang yang menyimpang darinya kecuali dia akan celaka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia tidaklah meninggalkan suatu kebaikan kecuali menunjuki umatnya untuk melakukannya dan tidaklah terdapat suatu keburukan kecuali dia telah mengingatkan umatnya agar waspada terhadapnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diantara yang perlu diwaspadai adalah &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fitnah al Masih ad Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; karena ia adalah fitnah terbesar yang dihadapi umat ini hingga hari kiamat. Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya terhadap si Cacat matanya, &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, khusus bagi Nabi Muhammad saw ditambah lagi pengingatan dan warning ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah swt telah menjelaskan kepadanya saw tentang berbagai sifat-sifat dajjal ini agar beliau saw mengingatkan umatnya untuk waspada terhadapnya karena Dajjal itu akan keluar pada masa umat ini dan tidak ada keraguan tentangnya karena umatnya adalah umat terakhir dan Muhammad saw adalah penutup para Nabi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah beberapa arahan Nabi saw kepada umatnya agar selamat dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fitnah besar&lt;/span&gt; dan kita memohon kepada Allah Yang Maha Besar agar menyelamatkan dan melindungi kita darinya :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Berpegang teguh dengan islam&lt;br /&gt;2. Mempersenjatai diri dengan keimanan.&lt;br /&gt;3. Mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah yang baik yang tak satu makhluk pun menyertai-Nya didalamnya. Dajjal adalah seorang manusia yang makan dan minum sedangkan Allah Maha Suci dari hal itu. Dajjal adalah yang cacat matanya sedangkan Allah tidaklah cacat pada mata-Nya dan tak seorang pun pernah melihat Tuhannya hingga meninggalnya sedangkan Dajjal bisa dilihat oleh manusia saat keluarnya baik oleh orang-orang beriman maupun orang-orang kafir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Berlindung dari fitnah Dajjal khususnya didalam shalat, sebagaimana terdapat didalam berbagai hadits shahih, diantaranya dari Ibu orang-orang beriman, Aisyah, istri Nabi saw bahwa Rasulullah saw berdoa didalam shalatnya :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ "&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al Masih ad Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah saat kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.” (HR. Bukhori)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,”Apabila salah seorang dari kalian bertasyahud maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal.” Dia berkata :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Menghafalkan ayat-ayat didalam surat al Kahfi. Nabi saw telah memerintahkan untuk membaca ayat-ayat awal-awal dari surat al Kahfi untuk berlindung dari Dajjal. Didalam beberapa riwayat disebutkan “ayat-ayat akhirnya” yaitu membaca sepuluh ayat-ayat awal dari surat al Kahfi dan ayat-ayat akhirnya. Diantara hadits-haditsnya adalah yang diriwayatkan oleh Muslim dari hadits an Nawas bin Sam’an ath Thawil, didalamnya disebutkan sabdanya,”Barangsiapa yang mendapatinya (Dajjal) maka bacalah ayat-ayat awal dari surat al Kahfi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Muslim (1342) dari Abu Darda bahwa Nabi saw bersabda,”&lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal-awal surat al Kahfi maka dia dilindungi dari Dajjal.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;” Yaitu dari fitnahnya. Muslim berkata,”Syu’bah berkata, ayat-ayat akhir dari al Kahfi.” Sedangkan Hammam berkata,” ayat-ayat awal dari al Kahfi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nawawi berkata,”Sebab dari hal itu adalah karena pada awalnya terdapat berbagai keajaiban dan tanda-tanda besar dan barangsiapa yang mentadabburinya maka dirinya tidak akan terkena fitnah Dajjal, demikian pula di ayat-ayat akhirnya yaitu dari ayat :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;&lt;br /&gt;أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا .. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(Syarh Shahih Muslim 6 / 93)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara kekhasan surat al Kahfi, terdapat pula beberapa hadits yang menganjurkan untuk membacanya khususnya pada hari jum’at, diriwayatkan oleh al Hakim dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Nabi saw bersabda,”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya siapa yang membaca surat al Kahfi pada hari jum’at maka dirinya akan diterangi oleh cahaya diantara dua jum’at.&lt;/span&gt;” (al Mustadrak 2/368) yang dishahihkan oleh al Albani (Shahih al Jami’ ash Shaghir / hadits no 6346)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa didalam surat al Kahfi terdapat berbagai perkara besar, tanda-tanda yang luar biasa seperti kisah al Kahfi, kisah Musa dengan Khaidir, Kisah Dzulqarnain dan pembangunan penghalang yang besar dari Ya’juj dan Ma’juj, pengukuhan hari berbangkit, hari dikumpulkan, peniupan sangkakala, penjelasan tentang orang-orang yang merugi amalnya dan orang-orang yang menganggap bahwa mereka berada diatas petunjuk padahal mereka berada diatas kesesatan dan kebutaan.&lt;br /&gt;Seyogyanya setiap muslim antusias untuk membaca surat ini, menghafalkannya dan mengulang-ulangnya khususnya pada hari terbaik di saat terbit matahari yaitu hari jum’at.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Lari dan menjauh dari &lt;a href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dajjal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan berdiam di tempat yang paling afdhal yaitu Mekah dan Madinah serta tempat-tempat yang tidak dimasuki oleh Dajjal. Apabila Dajjal telah keluar maka seyogyanya seorang muslim menjauhinya dikarenakan berbagai syubhat dan berbagai hal yang luar biasa yang telah dijadikan Allah berada ditangannya sebagai fitnah bagi umat manusia sehingga seorang mendatanginya lalu mengimani dan meneguhkan hal itu didalam dirinya sehingga orang itu menjadi pengikutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita memohon kepada Allah swt agar melindungi kita dan seluruh kaum muslimin dari fitnahnya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (19118) Abu Daud (3762) al Hakim (4/531) dari ‘Imron bin Hushain dari Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang mendengar Dajjal maka menjauhlah darinya. Sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan menyangka bahwa berbagai syubhat yang dimunculkannya itu adalah benar (darinya).” – (Fatawa al Islam Sual wa Jawab juz I hal 7555)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baca pula : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-online-negeri-syams-dan-fitnah.html"&gt;Negeri Syam dan Fitnah Dajjal&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/fitnah-dajjal.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8114426407417867429-8101032454729654639?l=alilmu-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alilmu-online.blogspot.com/feeds/8101032454729654639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8101032454729654639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8114426407417867429/posts/default/8101032454729654639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-agar-selamat-dari-fitnah.html' title='
